CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
AMBULANCE


__ADS_3

Rosita mengangkat tangan nya, satu tamparan mendarat di pipi Sarah. Sarah memegang pipi nya yang perih, tapi lebih perih hati nya, kenapa Rosita tidak mau mendengar alasan nya. Sarah menangis meninggal kan Rosita dengan kesal Sarah berlari menuju kamar nya, Sarah tidak menduga perempuan yang selama ini lembut dan sangat menyayangi nya bisa tega dan ringan tangan pada nya.Sarah menangis hingga dada nya sesak, ingin rasa nya Sarah pergi sejauh-jauh nya.


Rosita menatap telapak tangan nya ada sesal tapi kemudian Rosita kembali marah" kenapa anak itu sama seperti Ibu nya ******"....umpat Rosita dalam hati. Rosita sudah tidak berselera untuk kembali ke kamar Rini, yang ada di fikiran Rosita ialah mengambil tindakan tegas terhadap Sarah.


Rosita tidak mau di bilang mucikari, Rosita pergi ke kamar Sarah untuk menanyakan dengan siapa dan laki-laki mana Sarah berhubungan. amarah Rosita tidak terkendali anak yang ia sayangi bisa berbuat tidak senonoh demi uang. Rosita tidak bisa terima, selama ini Rosita sudah mendidik dengan baik tapi kenapa Sarah bisa nekat.


Rosita pergi ke kamar Sarah, tapi begitu sampai di pintu Rosita mendengar Rarah sedang bicara sambil terisak. Rosita mendekat ke pintu dan membuka pintu secara perlahan, Rosita ingin menangkap basah Sarah agar tidak bisa menolak tuduhan nya.Rosita mengintip kedalam dan hanya mendapati Sarah sendiri, Rosita terdiam di balik pintu agar lebih jelas mendengar apa yang di omongin Sarah.


gak tau Kak tiba-tiba aja Ibuk nampar Sarah padahal Sarah kan niat nya mau bantu dari uang yang tiap minggu Kakak kirim "....Rosita berfikir sesaat, siapa kakak yang di sebut Sarah dan dengan siapa Sarah bicara." iya Kak Sarah gak pernah pake uang yang Kakak kasih, bukan gak sukak tapi sarah mau kumpulin buat masuk perguruan tinggi, Sarah gak mau nyusahin Ibuk"....deg jantung Rosita seperti di gedor apa iya tuduhan nya terhadap Sarah itu salah, Rosita kembali nguping pembicaraan Sarah.

__ADS_1


gak tau Kak kata Ibuk tadi Rini harus di oprasi dan Ibuk gak punya biaya"... kembali jantung Rosita kayak di pukul pake godam." kapan Kakak kemari, yaudah Sarah tunggu ya?"...ucap Sarah, Rosita penasaran langsung masuk ingin tau dengan siapa Sarah bicara


BRAAK".....


Rosita membuka lebar pintu kamar Sarah dan menghantam meja di belakang pintu. " dengan siapa Kamu berhubungan ?!!"...ucap Rosita mendekati Sarah, betapa terkejut nya Rosita ternyata Sarah sedang melakukan panggilan vidio, nampak wajah Ifan di layar ponsel Sarah.


Ifan mengucap kan salam pada Rosita, Rosita pun menjawab dengan perasaan malu." Buk tolong jangan marah dengan Sarah, Sarah gak kurang ajar kok, saya yang kasih dia uang dan saya sudah sayang Sarah sedari kami kecil sebelum Sarah dan saya kenal Ibuk"....kata sebelum kenal Ibuk, terlalu menyakit kan di telinga Rosita ingin marah jelas dia salah.


Rosita keluar dari kamar Sarah tampa mengucap kan sepatah kata, rasa bersalah seakan menggerogoti jantung nya. " Ibuuuuuk" teriak Heru dari kamar Rini, Rosita berlari menuju kamar Rini" ada apa Her,!?" Rosita pucat melihat keadaan Rini. " Heru cepat panggil ambulan" Sarah muncul karena tadi juga mendengar teriakan Heru memanggil Rosita. Rosita diam tak ada yang bisa ia lakukan, malu pada Sarah iya, rasa bersalah pada Sarah iya, syok kondisi Rini juga iya. Rosita memilih diam ahir nya membiar kan anak-anak nya bertindak, kecewa dengan diri nya sendiri ahir-ahir ini yang gampang sekali marah dan tidak bisa berfikir jernih.

__ADS_1


ambulan di panggil heru sampe, Supir ambulan dan satu orang Perawat membantu Heru dan Sarah membawa Rini keluar dari kamar. Sarah dan Heru ikut mobil ambulan mengantar Rini ke rumah sakit, Rosita diam saat ini Rosita merasa diri nya Ibu yang tidak berguna. ambulan sampe di rumah sakit, Rini segera dapat penanganan, sedang Sarah dan Heru tidak di perboleh kan masuk karena Rini masih di tangani Dokter. satu jam Dokter sudah selesai periksa dan Rini tunggu di pindah kan ke ruang rawat baru boleh di jenguk. Rini di pasangi beberapa alat membuat Sarah dan Heru sedih, memang Rini sering sakit dan terlihat lemah tapi Heru dan Sarah tidak menyangka kalau sakit Rini benar-benar parah.


pintu ruangan terbuka " keluarga pasien!"... panggil perawat dari depan pintu, " ya saya"... jawab Sarah, kemudian mendatangi perawat. " Mbak ikut saya ya?"...ajak Perawat dengan ramah, Sarah mengikuti langkah perawat melewati beberapa kamar vip ada satu Perempuan yang jadi perhatian Sarah sesaat.


Sarah di antar perawat ke ruangan Dokter" silah kan duduk", ucap Dokter ketika Sarah sudah berada di depan nya. Sarah duduk jantung nya berpacu lebih cepat kenapa Dokter ini tampan sekali, Sarah menggeleng kan kepala membuang jauh fikiran gila nya, " ini hasil dari pemeriksaan saudari Rini" Dokter memberi map coklat berisi hasil pemeriksaan Rini,dokter tidak perlu lagi memeriksa lebih sebab baru kemarin Rini melakukan beberapa tes.sesaat dokter melihat Sarah, mata dokter tak lepas dari wajah Sarah perempuan berwajah bule sangat cantik ucap Dokter dalam hati.


Dok tolong lakukan yang terbaik untuk saudari saya," ucap Sarah sambil menyodor kan map itu kembali pada Dokter. Dokter kembali menatap Sarah sama hal nya juga Sarah dan mata mereka bertemu Sarah buru-buru menurun kan pandangan malu bersitatap, Dokter tau sarah belum membuka map untuk melihat hasil dari pemeriksaan Rini" tapi Nona harus tau Nona Rini perlu di oprasi secepat mungkin" ucap Dokter, " saya mohon dokter kasih yang terbaik untuk saudari saya" Sarah memohon mengatup kan kedua telapak tangan nya Sarah terlihat sangat imut.


ya saya akan berusaha semampu saya bantu dengan doa" ucap Dokter tampan di depan Sarah, sambil memegang tangan Sarah, sesaat kedua nya seperti beku.Sarah buru-buru menarik tangan nya dengan rona kemerahan di pipi Sarah. Dokter tersenyum karena bisa gak sadar pegang-pegang tangan Sarah.

__ADS_1


Sarah permisi kembali ke ruang rawat Rini, Sarah masih deg degan dengan kelakuan Dokter tadi." huf untung ganteng" decak Sarah sambil ketawa, " kenapa senyum-senyum" tanya Heru ketika Sarah kembali dengan wajah berseri dan senyum terkembang. " ah gak papa " jawab Sarah kikuk, Heru mengamati Sarah lebih dalam, Heru terus mengharap jawaban Sarah


__ADS_2