CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
MUNTAH-MUNTAH


__ADS_3

Prov Sarah.


Aku memandangi layar ponsel yang tiba-tiba mati, masih mikirin kak Ifan. Aku menarik nafas panjang rasa mual ahir-ahir ini begitu menyiksa, tubuh ku terasa lemas seperti tidak bertulang. Aku gak tau penyakit apa yang menyebab kan rasa badan ku seperti ini.


Aku berbaring berharap Kak Ifan menghubungi Aku, kepala ku terasa pusing sampai pandangan Ku rasa nya berputar-putar. lama-lama Aku ketiduran, mual dan bolak balik kebelakang cukup menguras tenaga ku. sengaja Aku muntah jauh kebelakang sebab kalau di kamar mandi Aku takut Ibu dengar dan merasa khawatir dengan kesehatan Ku.


Aku gak mau orang menatap ku hiba, tapi di balik itu semua Aku mulai takut dengan apa yang Ku rasa ahir-ahir ini. lelah otak ku berfikir hingga Aku tertidur, berapa lama Aku tertidur Aku juga gak tau. tiba-tiba aja Aku terbangun karena suara dering ponsel ku, dengan Mata yang masih ngantuk Aku meraba ponsel yang berada di samping bantal Ku.


dengan pandang kabur Aku melihat no kontak yang menghubungi Aku, ternyata Kak Ifan Aku langsung bangun.


terlihat senyum manis kak Ifan begitu Aku terima panggilan nya, " hayy Sarah, kamu di mana? "...sapa kak Ifan celingak celinguk kekiri kekanan.


di rumah kak"....jawab Ku sambil nguap.


Keluar lah Kakak di ruang tamu" ....ucap kak Ifan membuat mata Ku melek sempurna.


yang bener kak, ruang tamu mana!? "....tanya Ku gak percaya . kak Ifan memutar kamera nya, Aku terkejut kak Ifan menyorot Ibu Rosita yang sedang membawa napan berisi segelas teh. Aku langsung turun dari tempat tidur, Aku melangkah keluar kamar untuk memastikan .


Aku ngintip dari balik dinding benar ternyata Kak Ifan ada di rumah Ku, sedang ngobrol dengan Ibuk. Aku senang ternyata Ibuk menyambut Kak Ifan dengan baik, bergegas Aku balik ke kamar untuk merapikan diri. gak mungkin lah, aku temui Kak Ifan dengan keadaan Ku yang kusut abis bangun tidur.


di ruang tamu, Ifan menyampai kan maksud kedatangan nya untuk melamar Sarah. Rosita menatap Ifan sesaat, karena permintaan Ifan ini dadakan. Rosita gak tau harus jawab Apa.

__ADS_1


Sarah masuk ke ruang tamu, hati nya berdebar Ifan terlihat sangat berwibawa dengan setelan jas hitam. Sarah terpukau hingga lupa kalau harus duduk, melihat Sarah Ifan udah gak sabar ingin peluk karena sangat rindu. tapi mereka harus menekan perasaan mereka, sebab gak mungkin Rosita ada di tengah-tengah mereka.


Sarah... Hey Sarah.. Duduk"....Rosita memanggil Sarah sampe berulang, dengan malu Sarah segera duduk karena masih ada rasa pusing.


Sarah Nak Ifan datang dengan niat mau melamar kamu"....ucap Rosita terdengar dingin, Sarah menatap Rosita lalu beralih menatap Ifan. sedang Ifan mengangguk tanda membenar kan ucapan Rosita, sekuat tenaga Sarah menahan gejolak dari dalam perut nya.


baik lah nak Ifan ngobrol dulu dengan Sarah, Ibu kedalam dulu".....ucap Rosita meninggal kan Sarah dan Ifan di ruang tamu. Sarah gak tau kebetulan atau memang sengaja, Rosita meninggal kan mereka.


Ifan langsung mendekat dan meraih tangan sarah, sedang Sarah apa pun cerita nya tetap sudah gak tahan pengen muntah.


Huueeekk... "....Sarah muntah tepat saat Ifan merangkul pundak nya, Ifan juga tidak bisa ngelak terpaksa terima muntahan Sarah yang menyembur di Jas nya.


maaf Kak gak sengaja "....ucap Sarah dengan muka pucat kemudian bersandar memejamkan mata. Ifan melihat wajah Sarah lebih pucat , Ifan mengangguk kemudian mengambil tisyu untuk membersih kan muntah Sarah.


beberapa detik kemudian Sarah ingin muntah lagi, " kamu kenapa Sarah!? "....tanya Rosita tiba-tiba muncul. dengan refleks Ifan melepas genggaman nya pada jemari Sarah, sedang kan Sarah kembali tegak .


kamu kenapa nak? "....tanya Rosita lagi, " gak tau buk mungkin masuk angin "....ucap Sarah menahan gejolak perut nya.


sebaik nya saya bawa Sarah kerumah sakit Bu biar berobat".....sela Ifan.


Ya nak Ifan, sebentar Ibu ambil tas"....Rosita tidak melepas Sarah pergi bersama Ifan.

__ADS_1


Kamu kenapa Yank? "...tanya Ifan saat mereka kini tengah berdua.


gak.. tau..kak....ahir-ahir ini badan Sarah sering lemes juga cepet cape Sarah gak tau kenapa"....jawab Sarah lemah terbata.


udah yuk nak kita bawa Sarah! "...ajak Rosita sudah rapi. Rosita di bantu Ifan memapah Sarah, mereka bawa Sarah ke rumah sakit dengan menggunakan taxi.


Sampai di rumah sakit Sarah langsung di tangani, Ifan dan Rosita menunggu di luar ruangan. Rosita senang Dokter Diki yang menangani Sarah, ada niat di hati Rosita ingin menjodoh kan Dokter Diki dan Sarah.


Dokter memeriksa sarah, kemudian tanya kapan Sarah terahir kali menstruasi. Sarah bingung dengan pertanyaan Dokter, ingat kalau bulan ini Ia belum kedatangan tamu bulanan .


Dokter meletakan alat periksa di bagian perut sebelum Sarah sempat menjawab pertanyaan, Sarah melihat dahi Dokter Diki mengerut tanda sedang berfikir serius.


Saya sakit Apa Dok? "...tanya Sarah nyaris tak terdengar. Dokter Diki menatap Sarah, gak percaya dengan diaknosa nya sendiri. Dokter Diki menyudahi periksa Sarah, Sarah turun dari tempat tidur periksa.


Duduk Sarah "....ucap Dokter Diki saat Sarah sudah melangkah lebih dekat ke meja nya, Dokter Diki menatap Sarah dengan Intens. Sarah boleh Saya tanya sesuatu"....ucap Dokter Diki setelah Sarah duduk, " Ya Dok"...jawab Sarah melihat sekilas lalu menunduk.


Kamu punya pacar!? "....tanya Dokter Diki, Sarah yang masih merasakan pusing tidak sempat berfikir lebih hanya mengangguk sebagai jawaban. Dokter Diki menghela nafas berat, seberat hati nya yang kandas karena pengakuan Sarah.


Sarah kayak nya kamu hamil"...ucap Dokter Diki, Sarah beku detak jantung nya tidak beraturan dada nya terasa sesak. sungguh saat ini Sarah merasa dunia runtuh, wajah Sarah pucat pasi seakan tidak di aliri darah.


Kamu kenapa!? "....Dokter Diki bangkit menghampiri Sarah, Sarah merasa tidak bertulang. Sarah pingsan, Dokter Diki mengangkat Sarah keatas brankar periksa.

__ADS_1


Dokter Diki ingin bertanya tapi justru tidak menemukan Rosita di luar, Ifan yang saat itu berdiri di luar menahan pintu agar Dokter Diki tidak menutup Pintu. Ifan menerobos Masuk untuk melihat keadaan Sarah, Dokter Diki membiar kan Ifan masuk dengan Perasaan jengkel.


Apa yang terjadi Dok kenapa Sarah!? "....tanya Ifan, Dokter Diki mengingat siapa Ifan.


__ADS_2