
Sarah berdiri menatap Heru tajam, sungguh Sarah gak nyangka Kalau Heru bisa menilai nya sebagai perempuan penghibur . tampa bicara apa-apa, Sarah berlari ke kamar Rini meninggal kan Heru yang menatap nya dengan tatapan Hina.
Sarah masuk keruangan Rini dengan nafas memburu, gak nyangka Heru sanggup berkata lancang. Sarah menangis sambil bersandar di pintu, hati nya sakit.
kenapa kak? "... tanya Rini yang terbaring, Rini gak tau apa yang sudah terjadi yang Ada di fikiran Rini pasti Dokter sudah mengatakan tentang penyakit nya.
Kak Jangan nangis ya?, apa-pun itu Rini bisa terima ".... ucap Rini sendu. Sarah melihat Rini sambil menghapus air mata Sarah mendekati Rini.
Rin ini gak Ada hubungan nya dengan penyakit kamu, Dokter sangat baik gak Ada ngomongin penyakit kamu kok"....Sarah menjelaskan sambil menangis.
Kalau Dokter itu baik kenapa Kakak menangis!? "....tanya Rini, Sarah menatap Rini ingin rasa nya Sarah bilang tentang hinaan Heru tapi Sarah gak mau bikin Rini ngedrop.
udah lah Rin Kakak gak apa-apa kok!? "... jawab Sarah, ohhh Rini tau pasti Kakak ganteng yang tadi telpon ya!? "....Sarah tersipu Saat Rini menyebut Ifan Kakak ganteng. seketika senyum Ifan melintas di fikiran.
Ifan sampai di kediaman orang tua nya, masuk areal halaman Ifan jelas nampak Ada Mobil Papa jovanka terparkir. Ifan menarik nafas dalam apa-pun terjadi Ifan tidak akan mau seandai nya kedua orang tua nya memaksa harus meninggal kan Sarah.
Ifan turun dengan langkah panjang nya Ifan masuk kedalam rumah, Jovanka menyambut kedatangan Ifan. Saat Jovanka ingin meraih tangan nya , Ifan berlalu begitu saja melewati Ifan. hati Jovanka sakit Ifan memperlaku kan nya seperti Itu, tapi Jovanka memilih Tetap tenang.
Fifian menghampiri Putra semata wayang nya, Fifian tidak akan memaksa seandai nya Ifan menolak pernikahan. bagi Fifian masa depan Ifan, biar lah Ifan yang menentukan sendiri.
sudah pulang Sayang ".... Fifian menyapa Putra nya, Ifan memeluk perempuan yang sudah melahir kan nya.
Ma Ada apa ini!? "....bisik Ifan Saat memeluk Mama nya.
kamu selingkuh dengan Sarah kan? kenapa Jovan bisa tau!? ".... jawab Fifian juga berbisik sambil memeluk erat putra nya.
__ADS_1
Ifan kemari !!".... panggil Adiyaksa, Fifian mengedip kan mata tanda agar putra nya segera bergabung dengan Adiyaksa Dan keluarga Jovanka.
Ifan duduk bersebrangan dengan calon Mertua juga Jovanka , Adiyaksa memperhatikan Putra nya.
Fan Papa Dan orang tua Jovanka sudah mengatur tanggal pernikahan kalian, gak perlu nunggu sampai Jovanka selesai kuliah"....ucap Adiyaksa.
Ifan bangkit tampa bicara sengaja Ifan meninggal kan tamu Dan orang tua nya tampa Hormat, Ifan gak Habis Fikir kenapa Adiyaksa selalu mengatur Hidup nya.
Liat anak gak punya sopan santun, menyapa calon Mertua tidak apa lagi tunangan nya".... Adiyaksa bicara dengan lantang Ifan mendengar tapi pura-pura budek Tetap pergi ke kamar nya. kedua orang tua Jovanka hanya melihat punggung Ifan dengan tatapan tidak suka.
Udah Om Jangan marah-marah biar Jovanka susul Kak Ifan ya!? ".... pinta Jovanka gak perduli Mama juga Papa nya menatap dengan tatapan marah.
Jovan duduk! ".... Papa Jovanka melarang agar tidak menyusul Ifan, dengan kesal Jovanka kembali duduk gak jadi pergi kekamar Ifan.
Jangan begitu Her.. Aku akan bujuk putra Ku".... Adiyaksa berusaha agar calon besan bersabar.
Tidak Adi kelihatan memang anak Mu gak suka dengan Anak Ku".... Papa Jovanka Tetap dengan keputusan Nya.
Ayo Ma, Jovan kita pulang buat apa dIsini! ".... ucap Herlambang mengajak Istri Dan anak Nya pulang.
PA Jovan biar bicara dulu ya dengan Kak Ifan?! ".... pinta Jovanka. Herlambang menatap Putri nya dengan mata berkilat.
Jovanka tau Herlambang marah, tapi Jovanka gak bisa bohongi hati Kalau Ia sudah jatuh cinta pada Ifan.
dalam kamar Ifan membuang semua bantal Dan menarik mattress ,hati nya kesal kenapa Adiyaksa selalu memaksakan kehendak. Ifan melempar diri nya di atas kasur yang sudah tidak beralas.
__ADS_1
Fifian diam tidak keluar satu ucapan pun , Saat melihat Adiyaksa Suami nya bertengkar dengan calon besan. begitu Juga jurima istri dari Herlambang, Fifian memilih diam tidak mau mencampuri Karena dari awal juga Fifian sudah menolak Kalau Ifan di jodoh kan.
pertengkaran sengit berahir dengan ungkitan Herlambang yang akan menarik kembali Saham di perusahaan yang di pimpin Adiyaksa. nasib sial bagi Adiyaksa semua perselingkuhan nya, turut di bongkar Herlambang. Adiyaksa tidak bisa berdalih Karena semua yang di ucap kan calon besan benar Ada nya.
Fifian syok mendengar Suami nya berhutang Dan berselingkuh , belum sempat Herlambang Dan keluarga pergi pulang Fifian jatuh pingsan.
Adiyaksa membopong Istri nya ke kamar tidak perduli lagi dengan calon besan, Adiyaksa merasa takut Karena Herlambang dengan terang-terangan membuka semua borok yang selama ini di tutup rapi.
Ma.. sadar Ma.. maafin Papa Ma !"... berulang Kali Adiyaksa coba menyadar kan Fifian. wajah Adiyaksa suram, hati nya tidak tenang semua perselingkuhan Dan perbuatan yang tidak pernah di ketahui Fifian Istri nya. gak tau harus bagaimana, menghadapi Fifian jika sadar semua cerita kelam bermunculan di fikiran Adiyaksa.
Adiyaksa merasa bersalah merutuki kebodohan nya, berharap borok selama ini tersimpan tapi Kini Malah sebalik nya borok itu muncul dari mulut calon besan.
dengan batin Terpuruk Adiyaksa terus berdoa semoga ketika fifian sadar, tidak akan mengusir nya. tampa sadar seorang Adiyaksa yang terkenal arogant Dan dictator Kini menangisi Diri takut di usir mentah-mentah oleh Fifian.
Adiyaksa terus berharap keajaiban Ada Saat Fifian bangun , berulang Kali Adiyaksa Menarik nafas. bayangan menggelandang di jalanan begitu saja hadir, menyesal Adiyaksa memaksa Ifan untuk tunangan dengan Jovanka. andai Adiyaksa tidak memaksa Dan pertunangan itu tidak terjadi tentu keadaan ini tidak akan terjadi.
ahir fifian Siuman Adiyaksa menghampiri Fifian lidah nya terasa kaku Saat ingin bertanya apa yang di rasakan Fifian , Adiyaksa duduk di samping Fifian yang diam tampa kata.
masih terngiang apa yang di sebut kan Herlambang Saat bertengkar masalah pertunangan tadi , air mata Fifian lolos begitu saja hati nya sakit. gak menyangka Kalau Adiyaksa yang di angkat nya dari lumpur tega berhianat , Fifian merasa diri nya hancur.
Ma... "....Adiyaksa mencoba menegur Istri nya, Ia tau Fifian sedang terluka.
Tolong tanggal kan saya sendiri! " ucap Fifian mengusir Adiyaksa.
.
__ADS_1