CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
LEBIH INTIM


__ADS_3

Robi berbalik menyimpan pertanyaan yang tadi ingin Ia tanyakan pada Ifan . Sarah masih menunggu gak tau apa urusan Ifan dengan dengan laki-laki tersebut, " ayo Kita kesana" ifan langsung rangkul, membuat sarah terlonjak kaget. " seneng banget ngagetin orang "....ucap Sarah, memanyun kan bibir , Ifan games melihat bibir manyun Sarah, gemas ingin cium itu yang di kepala ifan.


mereka sampe di dekat payung-payungan atap nya terbuat dari ijuk, sangat natural dengan lantai terbuat dari ubin serta di pagari pohon bonsay, tinggi pohon bonsay nyaris menutupi siapa yang duduk di bawah payungan itu, sarah menganggumi tempat itu." indah " itulah kata yang keluar dari mulut Sarah.


" duduk sini !"... Ifan sudah duluan duduk, lesehan di atas lantai ubin dingin itu. Sarah ikut duduk rasa kagum dengan tempat sejuk ini, membuat Sarah menarik nafas dalam. aroma khas itu memenuhi rongga dada , Ifan memandangi wajah Sarah terutama bibir "aduh Sarah bibir mu sangat menggoda" jerit batin Ifam. Sarah memejam kan mata menikmati sensasi udara yang masuk ke paru-paru nya." oh no **** ".... lagi-lagi Ifan mengupat dalam hati saat Sarah memejam kan mata.


Ifan membuang jauh-jauh fikiran kotor nya, tapi Sarah tepat di depan nya gak mungkin Ifan gak tertarik dengan Sarah gadis cantik hidung mancung bibir tipis kalau di liat-liat Sarah mirip dengan bintang turkey elcin sangu, yang terkenal itu.Ifan yakin Sarah banyak di gilai anak cowo di sekolah nya. duh Sarah Aku bisa gila dekat Kamu"....Ifan merasa kepala nya keliengan , bangkit menjauhi Sarah untuk mengatur rasa terlarang dalam diri nya. " ingat Fan dia adik Kamu"....Ifan mengsugesti diri nya, setelah tenang Ifan kembali lagi ketempat Sarah duduk.

__ADS_1


cukup lama mereka hanya duduk diam, Sarah mengagumi tempat dimana mereka duduk sekarang. tapi detik berikut suara lapar dari perut Sarah menyadar kan ifan, "kamu lapar ?!"....Ifan gak nunggu jawaban Sarah. segera merogoh saku jeans bagian depan untuk mengambil ponsel, yang sedari tadi adem ayem di tempat. " kamu tunggu di sini sebentar !"...Ifan bangkit meninggal kan Sarah. sedikit mengotak ngatik layar ponsel untuk mencari kontak Reka. " Ka lo di mana?!" tanya Ifan setelah mendapat kontak Reka langsung Ifan menghubungi nya. " gua di danaw nih, lo di mana?"... Reka balik tanya." ya gua juga di danaw !"...jawab Ifan" sebelah mana?"... Reka mengedar kan pandangan sama juga dengan Ifan tapi sayang mereka gak bisa saling lihat sebab tempat Reka sekarang agak jauh dari Ifan.


" gini aja Ka, bisa gak tolongin gua, lo bli makanan kalau bisa nasi Sarah lapar belom makan"...ucap Ifan meminta pertolongan sahabat nya. " heh ceo gilak sembarangan aja lo bawa anak orang , mana gak di kasi makan lagi " omel Reka. Ifan gak bisa bantah omongan Reka, ada bener nya juga. " udah gak usah banyak bacot lo beli gih nanti gua ganti !"....ucap Ifan memutus sambungan secara sepihak. Reka membuang nafas kasar, "gini nih kelakuan teman gak ada ahlak!!" sungut Reka melangkah untuk mencari permintaan Ifan.


Ifan balik ketempat sarah duduk, " Rah bentar ya?" sebentar lagi makanan nya datang," Ifan kembali duduk di samping Sarah. sedang Sarah menggerutu dalam hati" gara-gara Heru jadi gak sarapan gini lah jadi nya buat malu aja "...batin sarah malu dengan Ifan. tak berselang lama ponsel Ifan kembali bunyi, ternyata Reka yang memanggil. " di mana lo bangsat !!!"...teriak Reka, Ifan menjauh kan ponsel dari telinga nya suara Reka lumayan bikin kuping Kfan pengang. " ini gua di payung no tiga"....jawab Ifan, " ya dah gua kesitu"... gantian Reka yang nutup duluan sambungan ponsel mereka.gak sampe dua menit Reka udah muncul dengan peluh bercucuran.


ya elah udah kayak laki binik aja lo " Reka komentarin duduk Jfan yang nempel ke Sarah, udah kayak perangko enam ribu. " sirik aja lo"...Ifan menerima bungkusan yang di sodor kan Reka." gua numpang duduk dulu lah capek"....Reka gak langsung pergi karena kecapean Reka duduk di sisi sebelah lain.

__ADS_1


"jadi sekarang kak Ifan lagi bahagia ya?"....celetuk Sarah , Ifan garuk kepala yang gak gatal " huh ini gara-gara Reka sialan"... Ifan mengumpat Reka dalam hati. " ya Kakak bahagia bisa dekat kamu "...jawab Ifan bikin hati Sarah mekar kayak kembang sepatu.


Sarah tersenyum, senyuman Sarah membuat Ifan semakin ingin memiliki sarah sugesti adik tadi menguap. " yaudah kita makan ya?"...Ifan juga gak ngerti kenapa bisa konyol , mereka makan dalam diam. Ifan melihat ada nasi di sudut bibir Sarah, dengan lembut mengambil butiran nasi di sudut bibir . Sarah membeku sesaat ,bingun kenapa jantung nya gak bisa di atur ketika Ifan menyentuh nya.Kfan melihat pipi Sarah, yang merona gemes pengen cubit apa lagi cium, tapi gak mungkin sembarang sosor.


Sarah tidak menghabis kan nasi , terlalu banyak porsi nya bagi Sarah, begitu juga Ifan. Sarah mencuci tangan menggunakan air mineral yang di beli Reka, begitu juga Ifan. setela membuang sampah, Ifan kembali duduk merangkul Sarah dari samping ingin ngajak Sarah ngobrol lebih Intim tapi ponsel lagi-lagi jadi pengganggu.


Ifan terkesiap melihat no kontak yang tertera Papa..." desis Ifan, Sarah ingin ngintip layar ponsel Ifan tapi keburu Ifan bangun dan menjauh dari Sarah.

__ADS_1


Ifann... mau brapa lama kamu tinggal kerjaan kamu hahh!!"....triak marah Adiyaksa dari seberang, Ifan menggigit bibir bawah nya." baru dua hari Pa" jawab Ifan lemah " Papa gak mau tau kamu harus pulang sekarang juga !!" Adiyaksa menutup sambungan telephone. Ifan bengong di tempat, detik berikut Ifan kembali tempat Sarah duduk dengan wajah kusut.


Sarah mengamati wajah Jfan ingin bertanya tapi takut di bilang kepo, Sarah memilih diam hingga suasana canggung di antara kedua nya. mengurangi kecanggungan Ifan meraih jemari Sarah, membawa Sarah ke nuansa berbeda.


__ADS_2