
Fifian sudah di boleh kan pulang oleh Dokter, Ifan dan Sarah juga Heru pergi menjemput Fifian dengan menggunakan mobil yang biasa di pakai Adiyaksa.
" Eh.. Ru Aku liat kamu senyum-senyum terus...kayaknya bahagia banget"...tanya Sarah setelah memperhatikan Heru dari kaca spion, Ifan yang mendengar melirik Sarah sesaat lalu fokus pada jalanan.
" Enggak kok Rah, Aku lagi ingat suasana di panti"....jawab Heru tergagap bohong, gak mungkin ngomong ke Sarah kalau habis telefonan dengan Rosita yang membuat suasana hati nya berbunga-bunga.
Sarah diam kembali melihat kearah depan, menarik nafas dalam kangen suasana panti juga. sesaat Sarah melihat lagi Heru dari kaca spion, " huff... ntah lah cuma dia yang tau..."... gumam Sarah menghembus kan nafas kasar karena memang gak tau apa yang berubah dari Heru.
" Ada apa sayang?"...tanya Ifan karena mendengar samar gumaman Sarah, " ah gak kok Mas...Sarah gak ada ngomong apa-apa kok "...jawab Sarah bohong sambil noleh melihat Ifan.
Di belakang Heru terus berhayal kalau Ifan adalah diri nya dan Sarah adalah Rosita, pasti akan sangat bahagia. tampa Sadar Heru tertawa dengan hayalan konyol nya, mendengar tawa Heru. Ifan dan Sarah sama-sama menoleh saling melempar senyum, mereka sama-sama gak tau apa yang ada diotak Heru.
Ifan kaget ketika melihat dua motor hampir terserempet mobil nya, "Ciiiiittt.."... Ifan ngerem mendadak, mobil berbelok menabrak pembatas jalan.
Sarah kaget menjerit terantuk dasbor begitu juga Heru mengaduh terantuk sandaran kursi, walau tidak luka. wajah Sarah pucat pasi ketakutan sambil merasakan sakit di bawah perut. Ifan marah memukul stir mobil sungguh kejadian ini membuat nya shock sesaat, dua motor itu persis berhenti didepan mobil Ifan.
" Sayang... Kamu gak apa-apa kan? "...tanya Ifan khawatir dengan Sarah, Ifan mengerut kan alis melihat mata Sarah terpejam dengan wajah pucat. " Yank... Yank.. Kamu kenapa.. !?"...Ifan panik.
Heru kamu juga gak apa-apa kan? "...tanya Ifan melihat Heru di belakang, "Alhamdulillah gak Kak Heru baik-baik aja"... jawab Heru sambil membenar kan posisi duduk yang tadi sempat terjengkang.
__ADS_1
" Sayang Kamu gak apa-apa kan? "....tanya Ifan lagi, belum sempat Sarah menjawab pintu mobil di gedor dari luar, " Hey... turun"...bentak seseorang dari luar, " Mas... jangan turun ya... "...pinta Sarah memegang lengan Ifan dengan suara lemah. Sarah punya firasat tidak baik, Ifan tersenyum menanggapi ucapan Sarah.
Ifan melihat keluar jendela, mencoba mengenali salah satu dari empat oranh yang sengaja menghadang.
Jendela kaca mobil terus digedor Ifan geram tidak lagi menghiraukan permintaan Sarah, dengan emosi Ifan turun membuka pintu dengan cara dorong sekuatnya. seorang laki-laki yang berpakaian serba hitam, dengan kepala tertutup helm jatuh karena terkena dorongan pintu mobil.
" Rah kamu diam di situ"...ucap Heru turut geram karena hampir celaka, Heru turun setelah menemukan besi di bawah tempat duduk.
" Bi******..cari mati Kau ya.. "...Laki-laki itu bangkit ingin menyerang Ifan tapi di tahan oleh salah satu teman nya, yang berbadan lebih basar. setelah menutup kembali pintu mobil Ifan memperhatikan ke empat orang yang menghadang mobil nya.
Walau wajah mereka tidak nampak Ifan yakin pasti mereka punya urusan dengan Adiyaksa, " Mau apa kalian"...tanya Ifan santai.
Ternyata benar seperti yang di fikir kan Ifan, mereka komplotan musuh Papa nya. mengingat Sarah di dalam Ifan memutar otak untuk menghindari perkelahian dengan ke empat preman yang punya urusan dengan Papa nya.
Heru berdiri di samping Ifan sambil menyembunyikan besi di belakang badan nya, "Saya gak tau mobil siapa ini!"...jawab Ifan santai mencoba sesantun mungkin karena sangat menghawatir kan Sarah.
Heru melirik mendengar jawaban Ifan, kenapa pula Ifan gak tau mobil siapa. jelas mobil di ambil di bagasi rumah nya monolok Heru dalam hati. gak ngerti kenapa Ifan menjawab seperti itu.
Di dalam mobil Sarah semakin merasa kesakitan, sambil merintih menahan sakit mata Sarah melihat ponsel Ifan. tampa berfikir banyak Sarah menekan kontak Eko, meminta Eko untuk datang melalui pesan singkat.
__ADS_1
" Benar Kamu gak tau siapa pemilik mobil ini!? "...tanya Laki-laki itu menghardik, " Hajar aja Bos "....ucap yang lain. Ifan dan Heru merasa darah menyembur ke ubun-ubun, Heru bergerak kepalanya panas saat salah satu kawanan itu suruh menghajar Ifan.
Ifan memegang tangan Heru agar Heru tidak gegabah, Ifan tau Heru tersulut emosi. tapi yang di pikirkan Ifan saat ini adalah Sarah, " Saya gak kenal siapa kalian dan Saya gak punya urusan dengan kalian, masalah mobil ini Saya pinjam....jadi biar kan saya pergi! "...ucap Ifan tidak ingin mengulur waktu lagi.
" hhmm... Lebih baik mengalah"...desah Ifan dalam hati, " apa-apaan ini"...desah Heru melirik Ifan masih gak ngerti kenapa Ifan berdalih.
" Ya Boleh kamu pergi tapi tinggal kan mobil itu disini"...ucap laki-laki itu masih tenang, Ifan menatap sinis ke empat laki-laki berhelm itu. ingin rasa nya Ifan maju untuk menghajar mereka, tapi Ifan mencoba tetap tenang dan sabar fikiran nya terus tertuju pada Sarah.
" Maaf kan Saya gak mungkin mobil ini Saya tinggal karena saya minjam"... Ifan terus berusaha agar tidak terjadi perkelahian.
Gak tau keberuntungan atau memang kebetulan Davit melintas di areal tempat Ifan di cegat, setelah mastikan kalau yang di lihat nya benar Ifan.
" Pak saya turun di sini"...ucap Davit menyerahkan selembar uang seratusan lalu turun dari taksi, " pasti ada yang gak beres ni"...ucap Davit karena melihat kerah baju Ifan sedang di pegang laki-laki berhelm.
Davit mempercepat langkah heran juga kenapa Ifan diam, " Hey Bung jangan main tarik sembarangan".. ucap Davit geram menarik paksa tangan laki-laki itu agar melepas kerah baju Ifan.
Laki-laki itu menatap kesal karena Davit ikut campur, tampa basa basi melayangkan bogem tepat kemuka Davit. tapi sayang belum sempat bogemitu sampai kemuka, Davit sudah lebih awal menendang.
Tidak bisa di elak tawuran empat lawan dua berlangsung dibadan jalan, Heru yang awal nya menggebu emosi hanya menonton tampa berani bergerak. sedangkan Sarah tidak berani melihat perkelahian itu karena ketakutan, Sarah menutup wajahnya.
__ADS_1
Gak perlu waktu lama Davit dan Ifan sudah berhasil melumpuhkan lawan, bertepatan dengan datang nya Eko membawa beberapa orang anggota kepolisian.