CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
DAUN UBI


__ADS_3

Rosita duduk di taman kecil yang ada di depan panti, perasaan nya tidak tenang karena belum ada kabar dari Heru. memijit kening sambli menengadah menatap langit fikiran nya tertuju pada Heru.


Dua hari sudah Heru pergi tapi kenapa tidak berkabar sudah sampai apa belum, Rosita gelisah bayangan yang tidak-tidak melintas begitu saja di benak nya.


Rosita memejamkan mata takut dengan hayalan nya sendiri, " Ibuk itu Tatak yini yatang"...teriak Dede bersorak karena melihat kedatangan Rini.


Rosita tersentak karena suara Dede, " Jangan lari-lari Dek nanti jatoh"...teriak Rosita memperingat kan Dede. Rosita bangkit mengikuti Dede dari belakang, kesel Dede suka berlari.


Rini menurun kan Dede dari gendongan saat Rosita sampai dekat mereka, " Buk... "...Rini menyalami dan mencium punggung tangan Rosita. " Sehat kamu nak"... Rosita menanykan kabar Rini, " Alhamdulillah Rini sehat Buk ini juga berkat Ibuk kan"...jawab Rini dengan senyuman terkembang.


" Yaudah Kamu masuk gih Ibu mau kesamping ambil sayuran yang tadi ibu petik"...ucap Rosita memerintah kan Rini masuk, " Ya Buk ayok Dek kita masuk"...Rini menggandeng tangan Dede.


Sementara Rosita pergi ke kebun samping, Rini kesempatan mencari Heru tapi sayang Heru gak kelihatan. karena tidak menemukan Heru, Rini duduk di bale bambu yang ada di belakang dapur. hati nya gelisah karena tidak menemukan Heru, " kemana Kak Heru ya?"...Rini bertanya sendiri.


" Rin... sini bantu Ibuk bersihin sayur"...Rosita manggil dari dalam, Rini tersadar dari lamunan. tidak menyahut tapi langsung bangun pergi kedalam, " Rin Kamu ada bawa ponsel!? "...tanya Rosita. Rini diam sesaat sambil menatap Rosita lalu mengangguk.


" Yaudah cobak kamu hubungi Heru udah sampe belum ke tempat Sarah"...ucap Rosita takut Heru kenapa-napa, Rini mematung jantung nya berpacu lebih cepat. karena mendengar Heru pergi menemui Sarah, timbul rasa cemburu.


Rini merasa semua impian nya kandas, sudah tidak ada harapan lagi untuk menggapai Heru, Rini bengong persaan nya hancur. Rosita mengamati wajah Rini sungguh gak ngerti dengan ekspresi Rini saat ini, " Rin Hey kamu kenapa kok bengong ada apa "...tanya Rosita.

__ADS_1


" Ah.. iya Buk gak ada apa-apa "...jawab Rini gagu, Rosita menelisik wajah Rini tapi tetap gak ngerti apa yang terjadi pada Rini. " Ini Buk"...Rini menyerahkan ponsel ketangan Rosita, " loh kok malah kasi Ibuk ya Kamu telephone langsung "...ucap Rosita menyerahkan balik ponsel tersebut.


" Tapi Buk.., Tapi apa Rin... ya tinggal kamu telepon aja kok susah sih tanya udah sampe apa belum trus tanya gimana keadaan Sarah... kata kamu Sarah sakit kan"...Rini jadi sangat menyesal sudah cerita soal Sarah, kalau ujung nya malah Heru yang di suruh pergi lihat keadaan Sarah. Rini menarik nafas dalam..bodoh... ucap Rini dalam hati.


Malas dengar omelan, Rini langsung menghubungi nomor kontak Heru. " Ada apa Rin"..Heru, langsung bertanya setelah menerima panggilan Rini.


" Ini Kak ngomong sama Ibuk aja ya? "...Rini langsung kasih ponsel ketangan Rosita, " Udah sampai kok gak ngabarin Ibuk sih Ru!! "...tanya Rosita. " Ya ampun maafin Heru B... Buk"...jawab Heru hampir manggil Rosita dengan sebutan beb.


" Ya syukur kalau kamu udah sampai gimana kabar Sarah!?"..tanya Rosita lagi, Heru tersenyum ternyata ucapan salah nya barusan tidak kentara jadi Rosita gak curiga.


" Sarah udah sembuh kok Buk, kata Kak Ifan cuma kecapean aja".. jawab heru menerangkan, " Syukur lah kalau gitu Ibuk senang dengar nya". ucap Rosita dengan hati gembira.


" Siapa Ru..!? "...Ifan muncul di pintu dapur, " ehh Kak ini Ibuk yang telefon "...jawab Heru pada Ifan, Rosita langsung mengembalikan ponsel ke tangan Rini.


Tampa bertanya Rini menerima langsung mematikan sambungan telefon, huff... Rosita menarik nafas sedalam dalam nya untuk meredakan debaran di dada nya.


Rini meletakan Ponsel di atas meja, mata nya terus melihat Rosita ingin minta penjelasan tentang Heru. " abis kamu kabari Sarah sakit.... Ibuk suruh Heru pergi lihat keadaan Sarah"...ucap Rosita mengatur nafas sambil membersih kan tangkai daun ubi.


Rini diam ternyata Rosita masih perduli dengan Sarah, " Ya lah anak kesayangan"...lirih Rini dalam hati, " kapan Kak Heru pulang Buk? "... tanya Rini tampa melihat Rosita.

__ADS_1


" Paling lusa udah pulang!.. kenapa?...kamu mau pergi juga lihat Sarah?".. tanya Rosita." ya gak lah Buk.. mana di ijinin sama Kak Diki ".. jawab Rini sambil mengumpul kan tangkai-tangkai daun ubi.


" eh.. ada nak Rini! "...Bu Janah baru dateng, " maaf ya Bu Ros Saya tadi kedatangan tamu dari Jauh jadi agak telat kemari nya"...ucap Bu Janah sambil ngambil tempat bumbu.


" Ya gak apa Bu Saya ngerti Kok"...jawab Rosita, " Oh Ya Buk Heru kapan pulang? "...tanya Bu Janah. " mungkin lusa Buk karena kami udah rencana mau bawa semua anak-anak jalan-jalan ke kebun binatang"...jawab Rosita membuat mata Rini berbinar seketika.


" Rini ikut ya Buk? "...pinta Rini, " Ya pasti lah Bu Janah juga ikut Kok.."...wah Saya di ajak ya Bu?"....tanya Bu Janah antusias. " iya dong Buk kalau gak ajak Ibu nanti gak ada yang bantu saya ngawasin anak-anak"...jawab Rosita lanjut ngaduk rebusan daun ubi.


mereka lanjut masak, sambil cerita-cerita menu apa aja yang akan di bawa saat pergi ke kebun binatang. suasana dapur jadi riuh dengan gelak tawa mereka.


di kota xxxx


Tepat pukul satu siang Sarah baru terbangun dari tidur, Ifan sengaja tidak membangun kan Sarah. tau pasti Sarah kecapean, contoh nya setelah pulang Sarah langsung tidur tampa mandi.


" Mas kenapa gak bangunin sih ".... omel Sarah sambil turun dari tempat tidur, Sarah berdiri di depan cermin mematut diri nya dengan penampilan kusut bangun tidur. baru sadar ternyata semalam Sarah gak mandi dan ganti baju, Sarah nyengir sendiri.


" Baru nyadar ya kalau semalam Istri Mas yang cantik Ini lupa mandi, yang lebih sakit nya lagi semalam langsung tidur tampa perduli sama suami nya yang ganteng ini"...ucap Ifan ternyata dari tadi memperhatikan kelakuan Sarah.


" Udah ah Mas... Sarah mau mandi bau tau"...Sarah membuka tangan Ifan yang melingkar di perut nya, " siapa bilang bau justru kamu wangi Sayang"...jawab Ifan malah mencium leher Sarah.

__ADS_1


" Mas... Ihh lepas ahh.. orang bau maen cium aja"...kesal Sarah.


__ADS_2