
Tidak perlu waktu lama pesawat jet milik Ifan sudah landing mendarat di atap gedung perusahaan , Ifan di sambut Eko " Ko kenalin ini Istri saya "...Ifan memperkenalkan Sarah pada Eko orang kepercayaan nya.
Eko membungkuk memberi Hormat, Sarah juga ikut membungkuk Ifan tersenyum melihat Sarah ikutan hormat.
" Oh ya Ko kamu kumpul semua staf di ruang miting abis itu Kamu antar Mama saya pulang ya"...ucap Ifan menggandeng tangan Sarah.
Ifan sengaja tidak pulang dulu, mau memperkenal kan Sarah pada seluruh staf nya.
Fifian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Putra nya, Fifian mengikuti langkah Anak dan menantu nya dari belakang.
"Ma...Mama ikut ke ruangan Ifan"...tanya Ifan pada Fifian, " Gak Mama tunggu Eko di lobi aja"...ucap Fifian melangkah menuju lobi sedang Ifan membawa Sarah ke ruangan nya.
Tiba di ruangan, Sarah mengedar kan pandangan tidak ada yang istimewa sama seperti ruang kantor-kantor lain umum nya hanya ruangan Ifan mungkin lebih luas.
Ifan membiar kan Sarah melihat tumpukan berkas lumayan menjulang tinggi, Ifan langsung duduk untuk menyelesai kan beberapa.
Melihat Suami nya fokus dengan berkas-berkas, Sarah duduk di kursi tidak ingin mengganggu kesibukan Iafan. Sarah mengambil majalah yang ada di bawah meja,
membolak balik beberapa majalah isi nya tetap sama semua soal bisnis. merasa bosan Sarah meletakan kembali majalah-majalah tersebut di tempat semula.
Sesaat Sarah melihat Suami nya, Sarah kagum selain ganteng ternyata Suami nya pekerja keras.
Mengurangi rasa bosan Sarah berselancar di ponsel, sambil bersandar Sarah menatap layar ponsel. lama-lama kelamaan Sarah di serang kantuk, Sandaran yang empuk membuat Sarah tertidur.
Eko sudah mengabari ke semua staf agar berkumpul di ruang miting, " Ada apa Pak Eko kok rapat nya mendadak!?"...Eko hanya mengangkat bahu karena memang gak ada penjelasan dari atasan kemudian berlalu keruangan Ifan.
Eko mengetuk pintu terdengar perintah masuk, setelah membuka pintu Eko gak jadi masuk karena melihat Sarah yang tertidur di kursi.
__ADS_1
Ifan baru tau Sarah tidur saat Eko datang, Eko yang memang sopan tidak jadi masuk saat melihat Istri atasan nya tertidur di kursi.
Ifan menghampiri Eko setelah membenahi blues Sarah yang sedikit tersingkap , " Pak semua udah kumpul di ruang miting"....ucap Eko sambil menunduk.
" Ya makasih Ya Ko, lima menit lagi Saya kesana" ....ucap Ifan, " Baik Pak Saya pamit mau antar nyonya besar"...sekali lagi Eko membungkuk.
Ifan menutup pintu setelah Eko pergi, Ifan menghampiri Sarah, " Sayang bangun".... Ifan membangun kan Sarah. " udah jam berapa Kak!? "...Tanya Sarah, " Mau di hukum ya"... Ifan balik tanya karena Sarah sudah memanggil lagi dengan sebutan Kakak.
Sarah duduk tegak, karena ingat ini bukan di kamar melain kan masih berada di ruangan kerja Ifan.
" Kenapa sih masih panggil Kakak, Saya gak mau nanti di pikir Orang Kamu adik Saya"...Ucap Ifan terus menatap. Sarah balas menatap Ifan dan menangkup kedua pipi suami nya, " Sarah panggil Mas Ifan aja boleh kan!"...Sarah menaut kan bibir mereka.
Ifan menyambut dengan senang hati, Ifan lupa kalau Staf nya sudah nunggu di ruang miting.
ohhhh... Masss... sshh
Ifan mengangkat Sarah menuju ruangan khusus yaitu ruangan Istirahat, Sarah kagum baru tau ternyata di dalam ruangan ada ruangan. seperti di film yang pernah Ia tonton atau novel yang pernah Ia baca, Sarah di baringkan Ifan di atas spring bad king size.
Ifan tidak memberi waktu Sarah, untuk sekedar menikmati melihat-lihat apa aja yang ada di ruangan tersebut.
Ifan mulai beraksi, Sarah mengimbangi ritme yang Suami nya suguh kan. gerakan Ifan sangat mendominasi Sarah, kamar itu penuh dengan suara ri****** kenikmatan.
Ifan benar-benar lupa kalau semua staf nya sudah berkumpul, sebagian menggerutu karena Ifan tidak kunjung datang keruang miting.
Suara riuh masing-masing ngobrol tampa mengecil kan suara, tapi mereka juga tidak berani keluar dari ruangan miting kalau belum ada perintah.
Dua puluh menit berlalu Atasan yang mereka tunggu belum juga muncul, tak dapat di elak kalau sebagian staf nya mengutuk sang Atasan.
__ADS_1
Tiga puluh lima menit Ifan dan Sarah baru muncul di ruang miting, ruangan yang semula riuh seperti pasar tiba-tiba senyap seperti tidak ada manusia.
Kharima seorang Atasan seperti Ifan, mampu membuat sekian banyak Staf duduk rapi tampa bersuara. Sarah semakin kagum pada suami nya, ternyata selain tampan Suami nya cukup di takuti dan di segani oleh semua bawahan.
Dengan Langkah santai Sarah berjalan di sisi Suami nya, staf laki-laki kagum dengan kecantikan Sarah.
Ada beberapa pasang mata tidak suka melihat kehadiran Sarah, apa lagi Ifan menggenggam erat tangan Sarah.
" Maaf ya membuat kalian menunggu lama".. ucap Ifan kepada semua staf, Mereka semua kompak menunduk. saat Ifan melewati mereka, sebagian bisik-bisik karena lihat rambut Atasan masih basah menetes kan air.
" Saya kumpul kan kalian semua untuk memperkenal kan Istri Saya"...ucap Ifan semakin mempererat genggaman nya di tangan Sarah, sedangkan Sarah tertunduk.
Mereka semua mentap Sarah," Kapan resmi nya Pak kok Kami gak di undang".. salah satu staf laki-laki bersuara.
" Ya nanti Saya pasti undang kalian semua saat acara resepsi"...Ucap Ifan, " Pak resepsi nya buat di sini aja pak"...usul salah satu staf perempuan.
Ifan tersenyum " ya nanti Saya pertimbangkan" jawab Ifan. Mereka maju satu persatu menyalami Ifan dan Sarah sambil mengucap kan selamat untuk Ifan dan Sarah.
setelah Mereka selesai menyalami, " terimakasih untuk semua nya, hari ini kalian bisa pulang lebih awal. Ifan membubar kan mereka dan memberi waktu pulang lebih awal.
Ifan megajak Sarah keluar dari rungan miting, Sarah sempat melihat ada beberapa pasang mata menatap nya dengan pandangan tidak biasa, bahkan salah satu staf perempuan menatap nya sinis.
Dalam hati Sarah menebak paati Staf perempuan itu menaruh hat pada suami nya, " Mas kita mau kemana!?"...tanya Sarah karena tau mereka lewat lorong lain.
" Mas tas Sarah ama ponsel tinggal di rungan Mas"...Sarah menghentikan langkah, " yaudah kita balik"...ucap Ifan.
" Mas gak pernah pacaran sama Staf-staf cewek di sini!? "....tanya Sarah penasaran teringat saat salah satu staf yang menatap nya sinis.
__ADS_1
Ifan melirik Sarah di sampingnya " gak lah sayang ".. jawab Ifan