
Aku terduduk di deretan kursi panjang yang ada di depan ruangan Dokter Diki, Aku galau bingung juga sedih. memang Aku mencintai Sarah bahkan sangat mencintai, tapi masalah kehamilan nya Aku merasa bersalah. Sarah masih terlalu muda untuk jadi seorang Ibu, " ya Tuhan apa yang harus Aku lakukan"...ucap ku dalam hati sambil menengadah menatap langit-langit koridor rumah sakit.
terbayang dan teringat janji ku saat Aku ambil milik Sarah yang paling berharga, rasa nya sangat manis dan masih dapat ku rasakan di sekujur tubuh ku. harus kah Aku mundur agar orang mengecam ku sebagai laki-laki pencundang,
Tidak Aku tidak ingin kehilangan Sarah apa pun yang terjadi. Aku tenggelam dalam fikiran dan lamunan tentang hidup kedepan, Sarah keluar dari Ruangan Dokter Diki pun Aku bisa gak tau kapan Dia keluar.
Kak kok ngelamun"....tanya nya, menyadar kan Aku dari lamunan. " ya ngelamunin kamu sayang"...ucap Ku tersenyum sambil membenar kan duduk. " Kak Sarah kangen"....ucap nya tertunduk, " Kakak juga kangen Sayang "....jawab ku mengenggam tangan nya.
Ibu Rosita keluar dari ruangan Dokter Diki, Aku buru-buru melepas genggaman ku. kulihat wajah Ibu Rosita sumringah kayak orang dapat kabar baik, gak tau apa yang Dia bicara kan di dalam dengan Dokter Diki .
Sarah kamu pulang dengan Nak Ifan ya ibu ada keperluan, Nak Ifan Ibu titip Sarah ya? ".. .ucap Ibu Rosita dengan senyum, Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
kenapa Ibu?!"...tanya Ku pada Sarah saat Ibu Rosita meninggalkan kami kembali masuk keruangan Dokter Diki.
gak tau kak mungkin Ibu ada urusan dengan Dokter Diki masalah Rini"....jawab Sarah Aku sih cuma mengiayakan.
Yaudah yuk kita pulang, tebus obat kamu dulu ya"....ucap Ku bangun menarik tangan Sarah. kami jalan berdampingan melewati banyak ruangan, hingga sampe di bagian farmasi.
__ADS_1
selesai tebus Obat Aku ajak Sarah kerumah Reka, Aku udah siap kalau nanti Ibu Rosita marah karena Aku gak langsung bawa Sarah pulang. kami naik taxi sepanjang jalan Sarah terus menyandar kan kepala di bahu ku, Sedang Aku terus mengenggam tangan nya sampai tepat di depan rumah Reka. Aku turun duluan baru kemudian Sarah, Aku suruh Sarah masuk duluan ke teras rumah Reka sedang Aku membayar ongkos taxi.
Aku bergegas masuk setelah membayar ongkos taxi, sarah udah jongkok di samping pot bunga besar. kasian ku lihat Sarah muntah-muntah cuma air yang keluar dari muntahan nya, Aku coba memijit bagian tengkuk agar Sarah merasa lebih ringan.
Reka sampai ketika Aku sedang memijit tengkuk Sarah, seperti dapat filing kalau Aku datang Reka pulang tampa ku beritau kalau Aku datang kerumah nya.
Kenapa Sarah Fan!? ".. Tanya Reka sambil nyagak motor nya, Aku diam gak tau jawab apa .
Ayo bawa Sarah masuk "... ucap Reka setelah membuka pintu rumah nya. Aku ajak Sarah masuk, " ni gosok di tengkuk ama leher biar ngurangi rasa mual "....Reka nyerahin sebotol minyak kayu putih. Aku menerima sambil heran kok Reka bisa tau, Apa mungkin Reka juga tau kalau mual-mual Sarah karena hamil.
Udah Sarah baring Sini pasti pusing kan!? "... ucap Reka, Aku liat Sarah masih bersandar. dengan bantuan Ku Sarah baring di atas lantai beralas kan selimut tebal , " ayok Fan kita kebelakang Biar Sarah istirahat ".... ajak Reka setelah menutup Pintu.
Aku nurut ngikutin Reka dari belakang, gak ku duga Reka berani pegang kerah baju ku dengan kedua tangan nya. dapat ku lihat kilat marah dari sorot mata Reka, Aku pegang tangan nya yang masih genggam kerah baju ku.
lo apain Sarah, kalian udah ngelakuin kan waktu di penginapan, lo harus tanggung jawab Fan"....ucap Reka terus menatap mata ku dengan nanar. Aku bingung kok Reka udah tau sih siapa yang kasi tau Dia soal Sarah hamil, tapi Aku gak bisa ngelak karena yang di bilang Reka benar.
Udah lepas lah, Aku akan bertanggung jawab "....ucap ku menepis kedua tangan nya di kerah baju ku. kami duduk nampak dari raut wajah Reka seperti menahan marah, Aku santai mengambil sebatang Rokok milik reka.
__ADS_1
Aku gak nyangka Fan Lo gak bisa tahan hasrat, Lo harus tanggung jawab kasian Sarah kalau harus nangung sendiri hasil perbuatan kalian. kenapa sih Lo gak mikir semestinya Lo gak harus melakukan Itu sebelum kalian Nikah, Aku ngerti kalian berdua saling mencintai. Gua fikir Lo yang lebih dewasa bisa berfikir lebih jernih, tapi kenyataan lain Lo gak lebih sama seperti Abg yang baru ngerti cinta "... ucap Reka menumpah kan kesal nya terhadap Ku.
Aku gak ngelak dengan ucapan Reka, memang benar harus nya aku yang lebih dewasa bisa mengontrol Diri. tapi gak juga bisa nyalah kan kami berdua yang larut dalam lautan cinta karena yang kami rasakan begitu indah hingga kami melakukan yang tidak seharusnya.
Lo gak nyesel Fan Lo tau kan Sarah umur berapa!? "....Reka lagi-lagi menyudut kan Aku.
Ya Aku tau Ka, Aku akan tanggung jawab gak akan Aku biar kan Sarah tanggung sendiri "...ucap Ku yakin.
Tanggung jawab apa kak? "....tiba-tiba Sarah udah nyusul kami kebelakang, Aku dan Reka saling lihat. Reka mengangkat kedua bahu lalu pergi meninggalkan kan AKu dan Sarah.
Aku menatap wajah pucat Sarah mata nya yang sayu Mengerjab menunggu jawaban Aku, " sayang "...ucap Ku lirih membawa nya kedalam pelukan Ku. Aku menciumi seluruh wajah nya, " kak lepas Sarah gak sanggup cium kakak bau... huuueekk "...tiba-tiba Sarah menolak ku halus dengan ngatai Aku bau.
kesal setengah mati sejak kapan badan Aku bau, apa Sarah mulai tidak mencintai Aku. Sarah udah lari kedalam dapat ku dengar suara Reka melarang Sarah lari, Reka keluar lagi kebelakang wajah nya tersenyum seolah menertawai aku.
sabar bro bawaan bayi ya gitu, Papa nya ngalah dong sama anak"....ucap Reka sambil terkikik, sementara Aku bingung dengan omongan nya.
udah jangan begong sana urusin anak bini lo kasian Dia"....Reka dorong Aku untuk nyusul Sarah. sambil masuk Aku berfikir benarkah orang hamil bisa gak suka bau tubuh, sangking penasaran nya Aku sampe ngendus kemeja yang ku pake juga ketiak ku sendiri ternyata gak ada bau.
__ADS_1