
Desy pulang dengan senyum terus terukir di wajah nya, tak urung sesekali pipi nya merona merah mengingat geleyar yang begitu memabukkan. sampai dirumah pun Desy senyum-senyum sendiri suasana hatinya sangat bahagia.
Setelah menuntas kan keinginannya Rian membersih kan diri, begitu lega Rian tersenyum sambil menatap pantulan diri nya yang polos dari cermin yang tergantung di kamar mandi.
"Syukur lah Des kita gak jadi melakukan nya"...ucap Rian sambil menatap dan mengoyang-goyang areal sensitif nya, kemudian Rian menyudahi kegiatan di kamar mandi. gimanapun saat ini tubuh nya benar-benar merasa berenerji penuh layak nya batre yang habis di carging seratus persen.
Rian mencampakan dirinya ke atas tempat tidur, fikiran nya di penuhi tentang Desy dan Desy. lama-lama Rian di serang kantuk " bye bye Desy sayang kita lanjut dalam mimpi"...ucap Rian terkikik kemudian memeluk bantal.
Begitu Juga Desy lelah senyam senyum, ahir nya tidur sambil peluk guling menganggap guling itu Rian. mereka sama-sama merangkai mimpi.
Di panti
Semua penghuni udah pada tidur, kecuali Rosita dan Heru yang masih duduk merenung di kamar masing. Rosita memikir kan soal Sarah, kabar soal Sarah sakit sangat mengganggu fikiran nya.
Walau bibir nya berulang kali mengucap benci tidak suka pada Sarah, Tapi di lubuk hatinya Sarah punya tempat paling tinggi dari pada Anak-anak nya yang lain. ingin rasa nya Rosita seperti dulu tidur di samping Sarah saat Sarah sakit, tapi sekarang semua itu hanya akan jadi angan belaka.
masih dapat di bayangkan Rosita beberapa hari lalu, Sarah selalu ketakutan saat melihat Dirinya. " Ya Tuhan ternyata Aku sudah menanamkan kebencian pada anak Ku "...lirih Rosita sambil menghapus air matanya.
" Maaf kan Ibu nak seandai nya kamu tidak berhubungan dengan anak dari laki-laki masa lalu Ibu, tentu Ibu akan membuat Mu jadi wanita paling bahagia "....monolok Rosita sambil terus menangis.
__ADS_1
Rosita memukul dadanya yang terasa sesak karena merindukan Sarah, menyesali semua keegoisan yang telah membuat Sarah semakin jauh dari nya.
Di kamar lain, Heru duduk di atas tempat tidur nya, walau malam telah larut Heru gak bisa tidur bayangan wajah Sarah selalu hadir di pelupuk mata.
Karena tidak bisa memejamkan mata sama sekali Heru memilih duduk di luar, berharap setelah kena angin malam matanya akan segera mengantuk.
Heru keluar dari kamar bersamaan Rosita yang juga keluar dari kamar nya, " mau kemana Ru"...tanya Rosita kaget , " duduk di luar Bu dikamar gerah"... jawab Heru memperhatikan mata Rosita yang bengkak " pasti Ibuk abis nangisin Sarah"...batin Heru.
Rosita melangkah kedapur, sedangkan Heru pergi keluar dengan perasaan gundah. "ternyata Sarah memang punya kedudukan lebih dihati Ibu"...lirih Heru kemudian menertawai Diri nya yang juga gak jauh beda dengan Rosita sama-sama mikirin Sarah.
Selesai dari dapur Rosita nyusul Heru kedepan, " Ibuk ngapain keluar Buk udah malem loh"... ucap Heru. " kamu sendiri ngapain keluar ".... jawab Rosita duduk bersebrangan dengan Heru.
Heru diam menatap lurus kedepan, " Her kamu mau gak pergi tempat Sarah liat gimana keadaan Dia"... ucap Rosita tiba-tiba aja fikiran itu muncul dikepala. Heru menatap heran Rosita, " Ibuk mungkin kesambet waktu kedapur tadi"...ucap Heru dalam hati sambil terus memandangi wajah Rosita.
" Kalau kamu gak mau nanti Ibuk suruh Rini aja".... ucap Rosita karena gak ada jawaban dari Heru, " Ya jangan Buk biar Heru aja sesekali kan boleh Heru jalan-jalan liat dunia luar".. ucap Heru senang berharap Rosita tidak berubah fikiran, Rosita sekilas menatap nya tajam.
Heru bergidik karena Rosita menatap nya horor, Rosita menurunkan pandangannya. benar ucapan Heru barusan Anak-anak di panti tidak pernah keluar kecuali pergi sekolah, " Buk... Ibuk marah sama Heru".. tanya Heru karena Rosita nampak sedih.
"Gak Ru Ibuk gak marah memang sedari kalian kecil sampe kamu udah segede ini Ibu gak pernah bawa kalian keluar untuk sekedar jalan-jalan atau refresing maafin Ibuk ya Ru!? "...ucap Rosita menyadari kekurangan nya.
__ADS_1
"Buk Heru cuma bercanda, Heru udah cukup bersyukur kok Ibu mau rawat Heru sampe segede ini"...Heru mengklarifikasi ucapan nya. " Gak Ru apa yang kamu bilang itu benar kalian juga butuh hiburan"...Rosita merasa dadanya sesak.
" Buk gimana kalau minggu depan kita bawa Adek-adek ke kebun binatang dipinggir kota, kayak nya seru Buk"...ucap Heru mengusul kan. " bener jugak Ru kita ajak Bu Janah untuk bantu awasi Anak-anak "....jawab Rosita tersenyum.
Ntah apa yang ada di otak Heru, malam ini Rosita kelihatan cantik dalam diam Heru sesekali melirik dan coba mengukir wajah Rosita dari kening, mata hidung bibir dan dagu.
Rosita gak sadar kalau anak yang di asuh nya dari kecil sedang memandang nya dengan kagum, bukan kagum sebagai Ibu tapi kagum sebagai lawan jenis.
" Buk masuk yuk"... ajak Heru karena udara mulai dingin Heru memegang kedua pundak Rosita dari belakang, Rosita menepuk halus tangan Heru menganggap perhatian seorang anak pada Ibunya.
" Yaudah yuk masuk "....Rosita bangun kemudian berlalu masuk setelah menepuk dan melempar seulas senyum kepada Heru.
Heru membuang nafas kasar demi apapun otaknya mulai kotor, perasaan itu hadir begitu saja. " Ya Tuhan kenapa otakKu"... desis Heru kemudian masuk dan mengunci semua pintu.
Rosita langsung tidur dengan senyum di wajah usulan Heru tadi membuat suasana hati nya jauh lebih baik, beda Heru yang masih tidur telentang menatap langit-langit kamar.
Heru membuang jauh-jauh fikiran kotornya, heran sejak menatap kagum Ibu asuhnya bayangan Sarah hilang begitu saja. Heru telungkup menutupi kepala nya dengan bantal lalu berteriak memaki dirinya sendiri.
Lama-lama ahir nya Heru ketiduran juga, Heru mimpi bercengkrama dengan Rosita. dalam mimpi nya berkali-kali Heru bersegama dengan Rosita Ibu yang sudah mengasuh nya sedari kecil.
__ADS_1
Siang menjelang Rosita mencari keberadaan Heru yang gak nampak batang hidungnya, " Bu Janah ada liat Heru!? "...tanya Rosita pada Bu Janah saat kedapur. " Gak ada Bu mungkin udah keluar dari mulai datang Saya gak liat Heru"... jawab Bu Janah lanjut mengatur piring-piring karena sudah hampir jam makan siang.
Rosita termangu sesaat memikir kan kemana perginya Heru " Ah... coba lihat di kamarnya"...gumam Rosita lalu pergi kekamar Heru.