
Setelah Ifan menceritakan apa penyebab Ia mendiami atau mengabai kan Sarah selama dua hari, ahir nya Sarah mengerti dan memaafkan Suaminya dengan segala ketulusan hati, Sarah juga merasa bersalah karena sempat berfikir kalau Ifan punya simpanan atau telah suka dengan perempuan lain.
Sarah juga minta maaf dan minta Ifan jujur dan selalu terbuka kalau ada masalah agar tidak ada kesalah pahaman lagi diantara mereka, Ifan menyetujui dan bersyukur. ternyata biar pun usia masih sangat muda tapi Fikiran Sarah lebih dewasa dari pada Dirinya.
Pagi hari saat bangun Sarah tidak menemukan Ifan di tempat tidur, ingin beranjak tapi Sarah merasa sangat malas. sambil telentang fikiran Sarah teringat akan sikap over Ifan yang terlalu berlebihan dalam menjaga kandungannya.
Memang tujuan nya baik Sarah tersenyum saat terbayang perhatian hangat, tapi kemudian Sarah murung Sarah peraturan itu terlalu berlebihan terkadang Sarah merasa dunia nya berubah sembilan puluh derajat.
Ifan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang, "Mas mau kemana?? "...tanya Sarah sambil mengagumi lekuk tubuh Suami nya, Sarah masih bermalas-malasan di atas tempat tidur.
"Jemput Heru Yank"...jawab Ifan memakai pakaian yang sudah Ia persiapkan " Sarah ikut ya Mas"...pinta Sarah. Ifan menoleh sesaat menghentikan kegiatan nya " jangan ya Sayang kamu di rumah aja Mas gak mau kamu kenapa-napa "... jawab Ifan lembut memberi pengertian pada Sarah
"ckk"...Sarah berdecak kesal, melengos kenapa Ifan selalu beranggapan kalau Dirinya sakit, Sarah duduk dengan wajah ditekuk, Ifan Benar-benar kelewatan kalau tidak mengajak nya kali ini Sarah akan Benar-benar protes atas semua sikap Ifan.
" Yank senyum dikit napa, jelek tau muka cantik-cantik ditekuk gitu".. goda Ifan saat melihat Sarah cemberut bermaksud mencandai, Sarah merasa dada nya sesak seketika mendengar Ifan sudah mengatakan kalau Diri nya jelek.
Ntah kenapa hati Sarah jadi sedih setelah mendengar kata jelek dari Ifan, gak mau melihat Ifan lagi, Sarah menutup muka dengan selimut lalu menangis tersedu-sedu.
Ifan menggaruk kepala yang gak gatal " nyesel "...gumam Ifan lalu menghampiri Sarah, " Yank hey... jangan nangis Mas bercanda Yank"...ucap Ifan menarik selimut yang menutup wajah Sarah.
__ADS_1
" Sana jangan dekat-dekat Aku memang jelek sebentar lagi Aku kayak badut "...pekik manja Sarah sambil menutup muka dengan telapak tangan membuat Ifan melongo, Ifan merasa geli tapi plus kesel karena Sarah sudah berani membahasakan diri nya dengan sebutan Aku di depan suami.
" Maafin Mas sayang "...ucap Ifan menarik tangan Sarah, karena memang salah lupa kalau perempuan hamil perasaan nya akan sangat sensitif Ifan mengusap kepala Sarah, " gak ada maaf maaf"...bentak Sarah memukul tangan Suami nya.
Ifan mencoba mengerti dengan sikap istri nya yang sedang hamil " apa yang harus Mas lakuin biar Kamu maafin "...tanya Ifan, " Sarah ikut jemput Heru"...jawab Sarah mencebik lalu turun dari tempat tidur dan berlalu kekamar mandi.
" Pokok nya harus ikut jemput Heru"... teriak Sarah, ketika sudah berada di depan kamar mandi.
Ifan menggigit bibir bawah , rasa gemas menghadapi kelakuan Sarah. Ifan melihat arloji yang melingkar di tangan, kalau menurut waktu pasti Heru sudah sampai di terminal lima belas menit yang lalu.
Ingin Ifan segera pergi, tapi mengingat Sarah masih di kamar mandi Ifan mengurungkan niat nya untuk pergi, takut terjadi sesutu pada Sarah, jatoh terpeleset karena Ifan tidak ingin terjadi sesuatu pada janin nya dan Sarah.
Jakun Ifan turun naik pamandangan yang hampir seminggu gak di lihat nya, " Yank kamu sengaja ya?? "...ucap Ifan menghampiri Sarah yang lagi cari pakaian di lemari.
" Udah jangan dekat-dekat pokoknya Sarah ikut"... ucap Sarah tampa melihat Ifan. gak bisa di pungkiri Ifan, semua yang ada pada Istrinya seperti candu yang wajib Ia reguk setiap waktu.
Tampa permisi Ifan langsung memeluk Istrinya dari belakang, dua pepaya mengkal jadi tempat mainan tangan Ifan. Sarah hampir terbawa arus, bayangan kebutralan Ifan yang lalu menyadarkan Sarah.
" Mas udah ya kita jemput Heru dulu ya?? "... ucap Sarah karena tubuh nya mulai meremang, " Yank sebentar aja ya "... bisik Ifan ditelinga Sarah dengan hasrat yang sudah setinggi gunung, hembusan nafas Ifan sungguh sangat mendominasi. Sarah kesel otak nya mencoba sadar, tapi tubuhnya merespon setiap sentuhan Suami nya.
__ADS_1
Ifan menggila setiap inci leher Sarah penuh dengan kecupan kissmark, Sarah merasa kupu-kupu sedang berterbangan dengan indah. otak nya mencoba sadar tapi ntah kenapa sensasi itu begitu indah dan sulit di tolak.
Ifan Benar-benar lupa kalau Heru sedang menunggu di terminal, saat Sarah Benar-benar sudah terbawa permainan dering ponsel mengaget kan dan menghentikan kegiatan mereka.
Sarah kembali mengenakan handuk yang tadi dilempar Ifan keatas kursi, sementara Ifan bicara dengan Heru di ponsel, Sarah buru-buru mengenakan pakaian nya.
" Mas Sarah ikut "... ucap Sarah setelah Ifan selesai bicara dengan Heru, " Kamu masih belum sehat Yank"...tolak Ifan karena khawatir dengan kandungan Sarah, sarah membalikan badan untuk melihat wajah Suami nya. " Mas Sarah udah gak sakit "....jawab Sarah dengan mata melebar ngotot pengen ikut.
Sarah menangis seperti anak kecil yang gak dapat mainan, Ifan meraup wajah nya dengan kasar. " ahh. ..kenapa sulit sekali ngadapi perempuan hami harus punya tenaga ekstra nih" monolok Ifan dalam hati.
Sarah kesal ternyata Ifan mengganggap nya orang sakit, yang harus di jaga hingga gak boleh ini itu. sambil nangis menahan kesal, Sarah kembali melucuti pakaian nya satu persatu.
Ifan tau Sarah marah. " Udah dong jangan nangis gimana Mas mau pergi kalau Kamu menangis terus"...Sarah membuang muka dan melihat ke lemari untuk cari pakaian harian.
Ifan akan terus mengurung nya seperti burung peliharaan, " liat sini!! "... ucap Ifan meraih dagu Sarah. Ifan menatap wajah Sarah "mau ikut!?? "....tanya Ifan gak sampe hati lihat air mata istrinya, Sarah mengangguk.
"Beneran !?"....tanya Ifan lagi, Sarah mengangguk pasti. " apa hadiah nya kalau Mas ijinin kamu ikut!? "....tiba-tiba aja ide konyol tentang hadiah terfikir oleh Ifan.
" Mas mau ngapain aja Sarah kasih".... jawab Sarah asal yang penting bisa ikut, " Ok Yank "...Ifan tersenyum samar.jadi gak sabar ingin segera mendapat kan, Hadiah yang di janjikan Sarah.
__ADS_1
setelah Sarah selesai mereka pergi menjemput Heru, sepanjang perjalanan tak henti-henti nya Ifan mengingat kan Sarah tentang hadiah