CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
KALAU LO RELA


__ADS_3

Dokter diki sampai di rumah tepat pukul delapan, Rini dapat bernafas lega karena jarak sampai dirumah sepuluh menit lebih awal dari Diki. setelah mengantar Heru langsung pulang, Rini tidak perlu khawatir tentu Diki tidak akan tau kalau Rini di antar Heru.


Heru sengaja pulang jalan kaki sambil menikmati keramaian kota, saat melihat muda mudi berpasang-pasangan Heru merasa cemburu kapan bisa seperti mereka punya pasangan.


sekilas Heru teringat saat mencium Sarah manis terasa sangat manis karena itu ciuman pertamanya , " Ya Tuhan apa yang AKu fikir kan"... Heru berkali-kali menghapus bibir dengan punggung tangannya segera membuang jauh-jauh fikiran kotor nya.


Bukan jijik tapi Heru sadar kalau itu tidak perlu di ingat lagi, cukup kubur sedalam-dalam nya karena Sarah sudah tidak mungkin Ia miliki.


Heru sudah sampai di taman yang tidak jauh lagi dari tempat tinggal nya, sekedar merileks kan kaki yang lelah Heru duduk di bangku taman yang. ramai muda mudi bercengkrama dengan pasangan masing-masing, biar pun mereka tidak melakukan di luar batas tapi mereka terlihat sangat bahagia saling tukar cerita dan candaan.


Heru merasa jadi anak muda yang paling miris, karena gak punya pasangan. " hey kamu saudara nya Sarah bukan!? "... tanya seseorang dari belakang, Heru menoleh dan mengingat-ingat siapa sepasang muda mudi yang menegur nya.


"Ah...pasti kamu lupa kan..Aku Desy temen sekelas Sarah"...ucap Desy mengingat kan saat Heru bengong menatap nya, " Oh..Iya maaf Aku lupa"...Heru bangun setelah ingat siapa Desy dan ingin pergi memberi tempat duduk untuk Desy dan pasangan nya.


"Ehh.. mau kemana"... Desy ingin meraih tangan tangan Heru agar tidak pergi tapi buru-buru di tepis Rian, Desy menoleh sesaat lalu mencebik kesal.


"Saya mau pulang, kalian bisa duduk di sini"...ucap Heru ingin segera pergi merasa gak enak karena sempat liat kalau pasangan Desy posesif.


" Ehh... tunggu dulu gimana kabar Sarah!? "...Desy sedikit meninggikan suara, karena Rian menarik tangan nya lagi saat ingin mendekati Heru yang baru beberapa langkah pergi.

__ADS_1


Heru berhenti lalu berbalik " Sarah sehat sudah bahagia dengan suami nya"... ucap Heru menatap Desy, "Boleh minta no kontak Sarah, Aku gak punya soal nya tu anak pelit Aku juga lupa minta nya".... ucap Desy menunduk merasa sangat konyol kenapa saat masih sering ketemu gak minta no ponsel Sarah.


Heru mengeluar kan ponsel keluaran yang tergolong sudah out model Heru melihat daftar kontak, Desy dengan semangat juga ambil ponsel nya untuk mencatat nomor ponsel Sarah.


" Makasih ya Lo udah baik mau ngasih nomor ponsel Sarah"... ucap Desy kembali memasukan ponsel kedalam tas, " Iya sama-sama Gua balik ya tuh babang Lo udah masem muka nya".. ucap Heru nyaris tak terdengar berbalik langsung pergi.


" Udah senang kan..."... ucap Rian ketus, karena merasa di anggap patung saat Desy bicara dengan Heru. Desy melirik apa ini berarti Rian cemburu horeee Desy bersorak dalam hati tapi kemudian kembali diam takut salah memahami.


" Napa marah bukan nya kamu jugak yang nyuruh aku untuk cari nomor ponsel Sarah dan nanya keadaan Dia"...Desy gak kalah ketus ingin menguji Rian, karena Desy tau Rian masih belum sepenuh nya melupakan perasaan nya pada Sarah.


Rian diam apa yang di bilang Desy benar beberapa hari ini memang Rian lah yang selalu menyinggung soal Sarah, " duduk yuk berdiri terus pasti kaki Mu pegel kan!? "... ucap Rian merangkul bahu Desy untuk mencairkan suasana setelah beberapa detik mereka terdiam.


" Udah lah Des Lo gak usah marah-marah, bukan nya Lo yang mintak kalau kita jalani dulu sampai kita sama-sama bisa menyelami perasaan masing-masing. jujur Gue bilang Gue mulai nyaman di dekat Lo tapi Gue juga gak bisa bohong kalau Gue masih punya perasaan untuk Sarah"....Rian meninggal kan Desy setelah ngomong panjang lebar.


Rian menghempas kan punggung di kursi taman, Desy melihat Rian dengan pandangan berkabut. perasaan merasa bahagai saat mendengar Rian bilang kalau sudah mulai nyaman di dekat nya, Desy gak tau harus ngomong apa dada nya tiba-tiba nyesek pengen nangis.


Untuk melegakan perasaan nya Rian membakar nikotin, gumpalan asap keluar dari bibir Rian. Desy melangkah menghampiri Rian " sejak kapan Lo ngerokok "... ucap Desy menarik rokok yang terselip di bibir Rian lalu membuang nya ketanah.


"Gue gak suka ya Lo ngerokok merusak kesehatan tau"....ucap Desy menghempas kan punggung nya duduk sedikit jauh dari Rian.

__ADS_1


Rian menatap Desy, di sudut hati nya merasa senang karena sekarang udah ada yang berani melarangnya. " apa liat-liat Gue "...Desy masih sebel, " udah ah sini jangan jauh-jauh "...Rian merayu menarik Desy agar lebih dekat.


" Gak mau ahh.. Lo bau rokok"...ucap Desy ingin bergeser lagi, Rian meraih pinggul Desy " Lo geser Gua perkosa Lo disini"...gertak Rian mencoba bercanda seperti biasa nya.


"Apaaa... Lo mau perkosa Gua emang Lo udah mampu tanggung jawab "...Tanya Desy mendelik, Rian memandang wajah Desy " ternyata anak ini cantik juga"...batin Rian.


"Gue siap kok kalau Lo rela di perkosa".... Ucap Rian terkikik, Desy tersenyum baru nyadar ternyata Rian hanya bercanda.


" Ihhh... amit-amit deh gak sanggup Gue bayangin gimana wajah anak Gue kalau bapak nya Elu"....Desy terpingkal dengan hayalan nya sendiri.


" Ihh..Lo perempuan paling kejam tau gak apa mata Lo minus gak bisa liat cowok ganteng kayak Gue "...Ucap Rian, " ganteng dari mana dari hongkong".. timpal Desy Mereka sama-sama tertawa.


" Des setelah ini Lo mau ngelanjutin kemana!? "...tanya Rian mengenggam tangan Desy, " buat apa Lo tanyain itu pengumuman lulus juga belom Yan"....jawab Desy.


"Ya Gue cuma mau tau lah emang gak boleh ya!? "... tanya Rian lagi sebagian hati nya ingin selalu dekat Desy.


"blom tau Yan, sebab bokap Gue nyuruh Gue lanjut ke luar negri itu sih kalau nilai gue bagus ".... jawab Desy semakin mempererat genggaman tangan nya, Rian merasa dada pegal saat mendengar jawab Desy.


Rian muram setelah mendengar jawaban Desy hati nya sedih kalau Desy benar-benar harus pergi jauh bakal tidak ada lagi yang cerewet memperhatikan Dirinya, sesaat Desy melirik Rian di samping gak tau apa yang di pikirin Rian sampe wajah nya terlihat murung.

__ADS_1


__ADS_2