CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
FOYA-FOYA


__ADS_3

drama indah antara Ifan dan Sarah berlangsung dua jam, setelah itu Ifan mengantar Sarah pulang ke panti.


Sayang.... jaga diri ya jangan capek-capek, jagoan juga lady queens nanti ikut capek kalau Mama nya capek"... ucap Ifan meraba perut rata Sarah, " Kak geli tau, ini di taxi kak gimana kalau supir nya liat"... Sarah berbisik sambil memindah kan tangan Ifan dari perut nya.


Tapi Ifan yang lagi senang perasaan, bukan nya menyingkir kan tangan malah semakin memasukan tangan dalam baju Sarah. dengan wajah masam Sarah membiar kan apa yang ingin di lakukan Ifan, " larang jugak percuma".....lirih Sarah.


tak berselang lama mereka udah sampai di gerbang panti, kedua nya turun tampa melepas genggaman tangan.


baik Sarah atau Ifan lupa kalau di dunia masih banyak manusia lain, mereka mengabaikan tatapan orang-orang yang lewat.


Heru mendengar Suara mobil berhenti di depan gerbang, kebetulan Heru sedang membersih kan kembang permintaan Rosita.


Heru merasa dada nya sesak saat melihat siapa yang datang, susah payah Heru mengatur gemuruh di dada. ingin rasa nya Heru menarik tangan Sarah, membawa masuk kedalam agar tidak berdekatan lagi dengan Ifan.


Heru di kuasai api cemburu dada nya semakin panas, Heru menendang pot bunga dengan kuat untuk meluap kan segala amarah cemburu nya.


Rosita terkejut saat mendengar suara pecahan keras, susah payah Rosita bangun untuk pergi melihat apa yang terjadi. sampai di depan pintu, Rosita melihat Heru sedang berdiri melihat pot yang sudah pecah.


Ifan dan Sarah terpaku tepat di depan gerbang saat suara pot pecah akibat tendangan Heru, Sarah menggenggam erat tangan Ifan.


Ifan merasa sesuatu yang tidak baik, " tenang sayang jangan takut apa pun yang terjadi kita akan hadapi bersama"....ucap Ifan menenangkan Sarah.

__ADS_1


Ifan membuka gerbang, nampak lah Heru yang sedang membereskan pecahan pot. Sarah berdiri di belakang Ifan, Rasa takut mendera teringat akan kemarahan Rosita. Sarah merasa bodoh kenapa harus berbuat kedua kalinya, bayangan luapan marah Rosita membuat sarah bergidik.


apa kabar Her!? "....sapa Ifan berbasa basi, Heru mengabaikan sapaan. Ifan menarik tangan Sarah, sementara Heru terus membersih kan pecahan pot dengan rasa jengkel dan cemburu, merasa percuma karena Sarah tentu tidak akan mau memaaf kan nya.


Sarah semakin takut saat melihat Rosita berdiri di depan pintu, Ifan mengangguk dan melempar senyum saat melihat Rosita. Ifan dapat merasakan telapak tangan Sarah yang dingin, " pasti karena takut"....lirih Ifan dalam hati.


Yok sayang kita masuk".....ajak Ifan menepuk-nepuk tangan Sarah agar tenang, Sarah mengangguk mengikuti langkah Ifan.


sayang-sayang udah macam laki bini "...celetuk Heru, Ifan berhenti begitu juga Sarah. menoleh melihat wajah Heru," apa sebenar nya mau anak ini"...batin Ifan geram.


udah kak biarin aja gak usah di ladeni"....bisik sarah memeluk sebelah tangan Ifan. Sarah gak mau Ifan ribut dengan Heru, melirik Heru sekilas Sarah menarik Ifan ke teras untuk menemui Rosita.


sampai di teras Ifan menoleh lagi untuk melihat Heru, tapi Heru sudah tidak kelihatan. " Kak Sarah takut"....bisik Sarah masih memeluk sebelah tangan Ifan, " gak usah takut Kakak ada di samping kamu"...ucap Ifan meyakin kan Sarah. kebetulan Rosita masuk saat Sarah dan Ifan akan sampai ke teras.


tenang sayang jangan panik kita selesai kan ini hari, Mama sudah di jemput ".....ucap Ifan menenang kan. Sarah tetap gak mau masuk, pasti Rosita sudah menunggu di ruang tamu.


Ifan tau Sarah ketakutan, setelah membuka sepatu nya Ifan mengajak Sarah masuk Ifan gak mau Sarah stres yang akan berakibat buruk pada calon anak nya.


dari mana kalian!? "....tanya Rosita saat Ifan dan Sarah muncul di depan pintu, Sarah gemetar ketakutan sedang Ifan putar otak mencari alasan tepat.


prov Fifian.

__ADS_1


rasa nya semakin bertambah umur semakin pula banyak cobaan, menangis pun percuma karena semua sudah terjadi. bener Aku gak nyangka Mas kamu tega hianati segala pengorbanan ku. Fifian tenggelam dalam Fikiran hingga suara dering ponsel mengahiri lamunan Fifian.


oh ternyata Ifan yang manggil"...ucap ku saat melihat no kontak si pemanggil.


Assalamualaikum Mah"....ucap Ifan terdengar suara anak ku sedang bahagia. " waalaikum salam ya ada apa Fan!? "....tanya Ku merasa senang mendengar suara Anak ku. boleh Ifan liat Mama? "....Boleh dong sayang"....jawab ku langsung Anak ku mengubah panggilan vidio.


Ku lihat wajah nya yang segar Aku senang ternyata Anak ku sudah dewasa, " Mama ku yang cantik kemarin mimpi apa ya? "....tanya nya mengingat kan aku akan mimpi kemarin sore.


ohhh.... Mama mimpi gendong cucu"....ucap Ku tertawa kecil, " kalau beneran mau gak Ma!? "...."ya mau lah sayang, kenapa-napa udah ada calon ya!? ".....Aku begitu antusias menanggapi omongan Anak ku.


Ya udah lah Ma, Ifan kan udah cerita ke Mama"...ucap nya Aku diam teringat cerita nya saat Aku ribut dengan Mas Adi, berarti Anak Ku jujur benar sudah melakukan nya. awal nya Aku pikir Anak ku cuma cerita boongan, Aku jelas lesu.


Mah maafin Ifan ya? "...ucap nya dengan wajah murung, Aku gak sampe hati liat Anak ku murung. " ya Mama udah maafin kamu! "....jawab Ku. Kami terus berbincang sampe ahir nya Ifan meminta ku untuk datang melamar Sarah hari ini juga.


semula Aku pikir Anak ku main-main dengan ucapan nya, tapi Anak ku malah suruh Aku segera siap-siap karena akan ada orang yang menjemput Ku.


Anak ku memang benar dengan ucapan nya gak sampe lima menit, selesai kami komunikasi datang orang menjemput Ku.


Aku pergi memenuhi permintaan Ifan, sempat berpapasan dengan Mas Adi di ruang tamu. Aku masih sakit hati, abaikan Mas Adi pergi tampa Ijin dari nya.


ku tau Aku pasti berdosa tidak minta ijin Suami, tapi buat apa juga ijin sedang Dia pake harta ku foya-foya selingkuh juga gak minta ijin.

__ADS_1


Aku pergi ke kota di mana anak ku berada sekarang, yang lebih bikin Aku bangga lagi ternyata Anak ku sudah punya jet pribadi. awal bingung tapi kemudian aku bangga, merasa jadi Ibu yang sangat beruntung.


punya anak yang lihai dalam berbisni juga pandai mempergunakan hasil kerja. wajar lah kalau Anak ku mau menikah, Dia sudah cukup mapan untuk jadi kepala rumah tangga, Aku bangga.


__ADS_2