
Sarah dan Heru buat perjanjian bergantian menjaga Rini. setelah sepakat Sarah duluan tidur, Heru berjaga. tiga jam mereka akan bergantian. setelah lebih tiga jam Heru sudah beneran ngantuk tapi untuk bangun kan Sarah, Heru gak tega. Sarah tidur nyenyak sampe subuh, sedang Heru Kini tidur dengan posisi duduk, kepada tertunduk.
Sarah bangun lupa Kalau tidur di rumah sakit, Sarah berguling ternyata Kini tempat tidur nya jadi begitu keras. "hooomm".....Sarah nguap selebar nya, seluruh tubuh nya terasa sakit, lamat-lamat Sarah membuka mata nya secara perlahan.
setelah mata Sarah terbuka lebar, Sarah melihat Heru." ya Tuhan kenapa gak di bangunin nya " Sarah merasa bersalah Karena tidur terlalu nyenyak hingga melupakan Heru yang juga butuh tidur.
"Her... Heru, bangun " Sarah membangun kan Heru. Heru mengangkat kepala terasa sakit di bagian leher, Karena terlalu lama menunduk Saat tidur.
Sarah kasian liat Heru, tak sampai hati melihat Heru memijat leher nya. Sarah inisiatif sendiri mengulur kan tangan nya, membantu Heru memijat leher yang sakit. Heru merasakan kelembutan jemari lentik Sarah, di tengkuk jantung Heru bertalu. perhatian Sarah menyembuh kan leher Heru.
Sarah membantu Heru memijat tengkuk sambil ngomel memarahi Heru " udah janji gantian kenapa gak bangunin, kapok kan rasain jadi sakit?!!"....Sarah ngomel. " iya sory gak tega Aku bangunin kamu " ucap Heru.
__ADS_1
di kediaman adiyaksa
Ifan dan Fifian sedang minikmati sarapan pagi " Ma, Ifan hari ini keluar kota Ada urusan " ucap Ifan saat sedang sarapan pagi. "emang kamu mau kemana " Tanya fifian pada putra semata wayang nya." Ifan Ada urusan Ma "...jawab Ifan. Fifian diam, menatap putra nya sudah cukup dewasa Dan cukup bisa menjaga martabat keluarga. masalah tunangan dengan jovanka, sebagai seorang ibu fifian tidak akan merestui. seandai nya Ifan benar-benar akan menikah dengan jovanka, itu bukan keinginan fifian melainkan keinginan Adiyaksa Papa Ifan.
Ifan sudah selesai sarapan, tak ingin telat sampai Ifan harus segera berangkat. " Ma, Ifan berangkat ya..?" Ifan bangkit mendekati Fifian untuk Salim dan minta Ijin. " Yaudah Jangan ngebut hati-hati ".... ucap Fifian, melepas putra nya pergi. Ifan tancap gas, tak punya banyak waktu Karena Ia harus kembali besok. satu jam di perjalanan ponsel Ifan berdering , Ifan meraih ponsel, harapan Sarah lah yang menghubungi nya. tapi Ifan harus kecewa bukan nama Sarah yang tertera, tapi nama Jovanka.
dengan malas Ifan menggeser tombol hijau," Halo Jo ada apa !? "....ucap Ifan. Jovanka tercengang mendengar sapaan dingin Ifan, walau sikap dingin Ifan. sudah pernah di rasa nya, tapi itu dulu awal mereka bertunangan. " Ada apa ini "....tanya Jovanka dalam hati. " Jo, kamu masih di situ !?" Tanya Ifan Karena Jovanka cuma diam. " ya... udah dulu ya kak, mau ke kampus " Jovanka segera mengahiri panggilan. Ifan melempar ponsel nya kebangku penumpang. " gak Ada kerjaan pagi-pagi ganggu orang aja " sungut Ifan, sambil terus focus menatap jalanan.
Jovanka berdiri di balkon apartemen, hati nya sedikit kurang baik sapaan Ifan yang dingin membuat Jovanka bergidik sendiri. " Ada apa dengan Kak Ifan, apa sebaik nya mengajukan cuti pulang biar tau kenapa sikap Kak Ifan kembali dingin "..... Jovanka bicara pada diri nya sendiri sambil menghapus titik air mata di sudut mata nya.
Anak mu itu sama seperti Mu! "....suara keras dari dalam, Sarah menghentikan langkah terdiam mendengar suara Rosita ,jantung Sarah serasa ingin jatuh. Sarah memutar kepala ke Kiri dan ke kanan mencari keberadaan Rosita, jelas Ia tidak akan menemukan Karena Rosita sedang bertengkar di dalam.
__ADS_1
huffff... " Sarah menarik nafas lega, jelas Rosita gak Ada di luar. perlahan Sarah jalan ke sudut teras agar dapat nguping Dan ngintip dengan siapa Rosita marah.
Ros kamu gak perlu marah anggap lah Sarah darah daging sendiri "..... Sarah mendengar tapi tidak tau itu siapa.
cukup.... Marini selama ini kamu kemana aja, apa Kamu merasa sudah jadi Ibu yang baik" terdengar lagi suara Rosita penuh emosi .
Ya.. Aku tau Aku bukan Ibu yang baik, tapi apa kamu lupa dulu kamu yang pertahan kan anak Itu ketika aku akan membuang nya.." suara seseorang Itu cukup bisa meledak kan jantung Sarah. mendengar bahwa Ada orang yang tidak menginginkan nya hadir di dunia. wajah Sarah pucat terkejut Karena mendengar perkataan barusan, mata Sarah panas hati nya bergolak antara sedih Dan pilu yang tidak bisa di ungkap dengan kata-kata.Sarah menangis sambil menutup mulut nya.
Perlahan Sarah bergeser agar dapat mengintip, dengan siapa Rosita marah Saat ini. dengan berhati-berhati Sarah mengintip, seketika mata Sarah, membulat setelah lihat salah satu tamu yang bertengkar dengan Rosita. tampa sadar Sarah mengucap kata Mama dengan cukup jelas, hingga ketiga manusia yang Ada di ruang tamu menoleh ke jendela. Sarah tak mengira mereka mendengar suara nya, Sarah memilih pergi dari tempat itu, tak ingin bertemu dengan Marini yang sama sekali tidak mengingin kan nya lahir kedunia.
Sarah tunggu Nak.."...Marini berlari keluar mengejar Sarah yang Lari sambil menangis. Sarah terus berlari, hati nya sakit setelah mendengar pertengkaran Rosita Dan Marini. terkoyak sudah harapan Sarah, Kalau Marini akan menjemput nya dari panti asuhan milik Rosita. angan-angan dapat curahan kasih Sayang dari Marini hilang lenyap seketika. sedang Marini sudah kehilangan jejak Sarah, dengan bingung ahir nya Marini kembali ke tempat Rosita.
__ADS_1
Sarah terus berlari dengan semua sesal di dada hingga tak tau arah , " ciiiiiiiitttt.... Bugggg" Tubuh Sarah menabrak kendaraan dan langsung tidak sadar kan diri. si pengendara yang ternyata Ifan langsung turun tidak tau siapa yang di tabrak nya Karena, begitu cepat. Ifan menginjak rem dengan mata terpejam, " Heh... Kamu harus tanggung jawab "....seorang laki-laki langsung menarik kerah jaket yang di pake Ifan.
Ifan menatap laki-laki yang Kini di hadapan nya, terlihat sorot sangat arogant. ingin rasa nya Ifan memukul laki-laki yang Kini begitu garang memegang kerah jaket nya. Ifan menarik nafas membuang ego Karena menyadari Kalau Ia juga salah, lebih baik menolong korban daripada meladeni preman sok jago"...fikir Ifan menyingkir kan tangan laki-laki itu dari kerah jaketnya.