
detik, menit terus bergulir, Ifan dan Sarah melupakan waktu, mereka duduk saling menaut kan jemari satu sama lain.walau Ifan tidak berbuat lebih, dengan sentuhan hangat yang menjalar dari telapak tangan sudah cukup buat Sarah melambung dan lupa akan waktu.
berat berpisah. itu yang di rasa Ifan, ingin membawa Sarah pulang agar tidak berjauhan lagi, tapi bagaimana dengan kedua orang tua nya juga Jovanka apa yang harus Ifan katakan kalau keluarga tunangan nya tau?, Ifan membuang jauh-jauh fikiran itu yang terpenting sekarang Sarah.
tuntutan pekerjaan yang mengharus kan Ifan pulang. " Sarah bisa kah kita seperti ini terus.!?" tanya iifan seakan ngomong tampa sadar, Sarah menatap sepasang mata elang yang tajam, beralis tebal. " Sarah gak mau jauh dari Kakak"....ucap Sarah dengan penuh perasaan.
mendengar ucapan Sarah, Ifan menarik Sarah kedalam pelukan nya. sarah mengangkat wajah nya untuk melihat jauh kedalam bola mata Ifan, tatapan mata mereka saling mengunci hingga Ifan menunduk untuk mengecap bibir tipis yang sedari tadi menggoda nya.
sesaat mata Sarah membola, sesapan lembut Ifan berhasil buat Sarah seakan terbang di antara bunga-bunga yang sedang bermekaran Sarah membuka mulut karena Ifan menggigit bibir nya ,tampa merasa bersalah Ifan menguasai setiap inci rongga mulut sarah mengecap manis nya sarah. sekian waktu sarah menolak dada ifan, oksigen di paru-paru nya hampir habis, nafas sarah terengah,-engah.
Ifan tidak kecewa malah memberi waktu Sarah untuk menghirup udara, terus memandangi bibir tipis Sarah sungguh ini candu bagi nya, tampa aba-aba Ifan kembali melahap rakus bibir Sarah.
Sarah ingin menjerit berkata cukup, tapi tubuh nya berhianat, Ifan benar-benar menumpah kan segala rasa. yang membuat Sarah, panas dingin dengan tubuh gemetaran menahan rasa. Ifan semakin lancar menyentuh leher jenjang Sarah, melenguh **** merdu di telinga Ifan seakan memberi ijin untuk berbuat lebih.
__ADS_1
Ifan semakin nakal, Sarah semakin mabuk merasakan geleyar aneh tapi justru Sarah sangat menikmati keaneha itu. Ifan mulai menyesap leher jenjang Sarah menyisakan stempel kepemilikan, ntah sejak kapan jilbab tidak lagi menutupi kepala Sarah.
saat tangan Ifan mulai bergerilya, Sarah tersadar kalau apa yang mereka lakukan adalah kesalahan. Sarah langsung mendorong ifan dengan kuat, " Kak... "... panggil Sarah dengan bibir bengkak akibat ulah Ifan.
Ifan menatap sayu wajah Sarah hasrat kelakian nya sudah bangkit ,ingin rasa nya Ifan menuntas kan sekarang juga. Sarah kembali memakai jilbab nya, Sarah juga sebenar nya gak rela rasa-rasa itu berhenti tapi makin kesini Sarah merasa takut. Sarah menunduk malu Karena Ifan menatap nya intens.
ifan mengusap wajah kasar , ada apa dengan diri nya hingga bisa kelepasan gak tau diri".. rutuk ifan pada diri nya sendiri. " sarah kakak minta maaf ya? "....ucap ifan dengan suara berat, " iya Kaka gak pa-pa !"...jawab Sarah singkat. Ifan merasa bersalah, tapi jawaban sarah barusan kayak orang yang sudah terbiasa melakukan itu. " apa sarah sering melakukan afair kiss,".... fikir ifan. tapi gak mungkin lah sarah masih bodoh contoh nya tadi dia gak bisa ngimbangi ciuman ku!"..... fikiran Ifan udah kemana-mana.
hari semakin sore banyak pertanyaan untuk Sarah, tapi gak mungkin di tanyakan sekarang yang akan membuat Sarah menghindar.Ifan mengajak pulang Sarah, tidak menyahut Sarah masih teringat kejadian barusan, mengingat itu pipi Sarah memerah bak tomat busuk.
Ifan semakin erat menggenggam tangan Sarah, melihat beberapa pemuda tak berkedip menatap Sarah. bahkan ada yang berseru " cantik weeh"... Ifan cepat-cepat melangkah meninggal kan tempat itu gak perduli kalau Sarah susah mengimbangi langkah nya.
kak jalan nya pelan-pelan dong " Sarah mencebik kaki udah terasa sakit, "maaf kan kakak".... ucap Ifan mengangkat tubuh Sarah.
__ADS_1
Sarah menjerit karena tubuh nya tiba-tiba melayang." kak ih turuni "... Sarah protes tapi Ifan menatap tajam wajah nya, Sarah bergidik melihat tatapan Ifan." yaudah lah ngalah "... desis Darah membenamkan muka di dada Kfan malu lihat sekeliling pasti semua orang sedang melihat mereka sekarang.
ketika sampai di parkiran Ifan menurun kan Darah, " pak ifan!"... teriak seseorang dari seberang jalan. laki-laki paruh baya itu berlari nyebrang untuk menyambangi Ifan, " wah ketemu di sini Pak Ifan" ucap nya ketika tiba di depan Ifan.
Ifan diam tidak menyahut, menerima uluran jabat tangan lelaki paruh baya tersebut dengan senyuman di paksakan. lelaki paruh baya itu melihat Sarah sekilas, Sarah tertunduk sambil menaut-naut kan jari nya.
wah calon istri direktur cantik ya Pak" lelaki paruh baya itu niat nya ngajak Ifan seloroh, tapi justru dapat lototan dari Ifan, hingga ia merasa ketakutan. dengan berat hati laki-laki paruh baya itu berlalu dari hadapan Ifan.
Ifan muda dalam bisnis, cara Ifan menerap kan disiplin dan cara Ifan bersaing itu sangat perlu di pertimbangkan pengusaha lain. kepintaran Ifan sama persis seperti Adiyaksa ayah nya, aura dingin dan tegas itu selalu terpancar di setiap langkah-langkah seorang ceo.
Sarah masih tertunduk, dalam hati Sarah bertanya-tanya siapa Ifan sebenar nya sekarang. ingin bertanya tapi kemudian Sarah mengurung kan niat nya takut salah bicara." udah yuk Jangan bengong"....Ifan menarik tangan Sarah naik ke mobil mewah, Sarah menurut dan mengunci mulut nya rapat-rapat.
setelah masuk kedalam mobil Sarah terperangah isi dalam mobil tersebut sangat lah mewah, hanya ada dua tempat duduk di belakang bisa di katakan mirip sofa lebar plus nyaman kalau di pake tidur. setelah menutup pintu Ifan duduk memerintah kan untuk segera jalan, Sarah begidik ngeri membayangkan kehidupan Ifan yang bagaimana. sering Sarah baca novel pengusaha plus mafia sesaat bulu kuduk Sarah meremang, berharap ifan gak sama dengan laki-laki yang ada di novel.
__ADS_1
ifan menarik pinggang Sarah agar duduk rapat dengan nya, Ifan bingung kenapa bisa terhipnotis dengan seorang Sarah. adik kecil paling bawel dan paling cengeng, memang dulu Ifan sempet sakit saat tau Sarah di bawa Ibu nya keluar kota, Ifan demam tidak bertemu Sarah sehari serasa waktu nya mati berhenti semua. sering dulu Ifan bermimpi ketemu Sarah, namun saat Ifan terbangun ternyata hanya mimpi. sekarang Ifan gak mau jauh dari Sarah.