
Ayam berkokok tanda nya sudah siang, Rosita mulai sibuk mengurusi keperluan Anak-anak asuhan nya. perasaan gelisah dan waktu tidur yang kurang membuat kepala Rosita pusing, tapi Anak-anak harus tetap di urusi.
sambil menahan rasa pusing Rosita menyiap kan sarapan pagi, kalau biasa ada Sarah sekarang Rosita harus turun tangan sebab Sarah tidak pulang teringat Sarah, Rosita mendesah.
Ibuk ngapain Buk?"....tegur Heru muncul di pintu, Rosita menoleh untuk melihat Heru. " Ibu buat sarapan Ru sini kamu bantu"....jawab Rosita meletakan pisau kepala nya semakin terasa pusing.
Sarah mana Buk? "...tanya Heru lagi, Rosita diam tidak menjawab di karena kan rasa pusing yang kian mendera. Heru menghampiri Rosita karena ingin jawaban atas pertanyaan nya, sedang Rosita menarik kursi untuk duduk sebab hoyong karena pusing.
Ibu kenapa Buk?....tanya Heru karena melihat Rosita memejam kan mata, " gak tau Ru kepala Ibu pusing sejak bangun tadi"...jawab Rosita. " Sarah mana Buk kan biasa Sarah yang nyiapin sarapan pagi!?"....Heru belum puas masih terus bertanya.
Rosita bangun dari duduk nya "Ru terusin ya Ibu kekamar "...ucap Rosita sudah gak kuat menahan pusing ingin meninggal kan dapur, " duh Ibuk di tanya lain jawab lain"...Heru membatin. Rosita melangkah tertatih ingin pergi ke kamar, tapi baru beberapa langkah Rosita jatuh.
Heru meletakan kembali pisau yang baru saja Ia pegang, " Buk... Ibuk... kenapa!? "....Heru sedikit berteriak sambil menghampiri . Rosita mencoba bangun dengan sisa tenaga yang ada, " bantu Ibu kekamar Ru"....pinta Rosita merasa tidak sanggup lagi untuk berdiri.
Heru membantu dan memapah Rosita sampai ke kamar, sampai di kamar Heru membantu Rosita naik ke atas tempat tidur dan menyelimuti nya.
Heru kembali kedapur tapi sebelum sampai kedapur Heru mengintip kamar Sarah terlebih dahulu, " kemana anak itu apa Dia gak pulang semalaman "....monolok Heru dalam hati setelah melongok kedalam ternyata Sarah gak ada. membuang nafas kasar, sambil kembali menutup pintu kamar Sarah.
__ADS_1
Heru kembali ke dapur menggantikan Rosita, gak butuh waktu lama Heru sudah selesai membuat nasi goreng sosis. masak dengan porsi jumbo bukan lah satu hal sulit bagi Heru, memasak dan mengurus adik-adik yang kecil sudah kerjaan rutin bagi Anak-anak panti yang sudah dewasa.
mereka tidak pernah tergantu pada tukang masak, walau pun tukang masak di bayar.Rosita selalu mengajar kan Anak-anak nya untuk hidup prihatin dan mandiri.
selesai menata piring-piring berisi nasi goreng sosis di atas meja, Heru bergegas memanggil semua adik-adik nya untuk sarapan pagi. rasa haru menyeruak relung hati Heru, saat melihat Adik-adik nya makan dengan tertib.
kembali Heru teringat masa-masa kecil saat bersama Sarah sering berebut warna piring.
Aku pake piring warna pink ya Buk? "...pinta Sarah, belum sempat Rosita menjawab Heru udah duluan mengambil piring milamin warna pink tersebut.
Sarah merajuk tidak mau makan gara-gara Heru memakai piring kesukaan nya, seharian penuh Rosita membujuk Sarah. Heru juga gak luput dari omelan Rosita karena sudah mengganggu anak kesayangan nya, mengingat Itu semua Heru tersenyum.
kemana kamu Rah, apa kamu masih marah sama Aku"....lirih Heru dengan rasa bersalah. selesai makan adik-adik kecil meletakan piring kotor di baskom yang sudah di sediakan, Heru mengambil uang jajan yang sudah di sediakan Rosita.
Siapa yang pergi kesekolah"....tanya Heru setelah Adik-adik nya kembali duduk, beberapa dari mereka mengangkat tangan. Heru menghitung ada lima orang yang berangkat sekolah," udah sana kembali ke kamar pake baju ini ambil uang jajan"...ucap Heru setelah melirik jam dinding .
" baik kak"...jawab mereka kembali kekamar untuk memakai seragam, masih ada waktu untuk mereka bersiap. Heru membawa anak lain ke halaman samping, mereka terlihat sangat bahagian walau tampa orang tua.
__ADS_1
jam sembilan pagi Ifan terbagun karena suara ponsel yang terus berdering, agak kesulitan saat ingin mengapai ponsel karena Sarah menindih sebelah badan nya. Ifan ingin bergerak takut sarah bangun, ahir nya Ifan menggeser Sarah karena ponsel berdering lagi.
" Bos di mana, gak jadi kemari!?"...terdengar suara Davit dari seberang, " Udah sampe dari kemarin Vit"...jawab Ifan. " ckk udah sampe di mana?!"....tanya Davit, " siapa kak?"...tanya Sarah dengan suara serak, Ifan belum sempat menjawab Davit.
Davit terdiam Heran dengan pendengaran nya, apa mungkin telinga nya mulai konslet sejak kapan Ifan punya perempuan, " Vit nanti Aku hubungi lagi ya?"....Ifan langsung mematikan sambungan. Davit diam ternyata kuping nya masih bagus bener suara tadi, berarti Ifan sedang bersama perempuan. "siapa dia kenapa Ifan gak pernah cerita sebelum nya"....monolok Davit sendiri.
Ifan bangun membiar kan Sarah tidur kembali, setelah selesai mandi Ifan sengaja keluar dari kamar untuk menelpohone Davit sekaligus memesan sarapan bergizi untuk bumil . setelah memesan makanan, Ifan duduk di cafe penginapan untuk menghubungi Davit.
Ckk... kemana lagi nih anak "....Ifan berdecak kesal nomor ponsel Davit kembali gak aktif, Ifan kembali ke kamar dengan perasaan jengkel pada Davit, baru beberapa langkah ponsel nya berdering. melihat no kontak ternyata Davit, dalam hati Ifan bertanya-tanya apa sebenar nya yang di lakukan Davit di kota ******.
apaan sih Lo maen kucing-kucingan"...ucap Ifan setelah menerima panggilan Davit. " sory Bos "....jawab Davit dari seberang. " temui Saya siang nanti "...ucap Ifan, " Ok Bos sesuai perintah sherlok aja Bos "...ucap Davit. "yaudah".....Ifan mematikan sambungan telephone.
uh dasar kepala batu, belum juga nanyak udah maen mati-matiin aja Untung sumber duit "....Omel Davit.
sampai di kamar Ifan melihat ternyata Sarah masih tidur, " apa memang begini kalau perempuan hamil muda. tidak ingin mengganggu tidur Sarah, Ifan duduk di sofa memain kan ponsel. Ifan menjelajah tentang wanita Hamil lewat Google, membaca serta menonton live Dokter-Dokter ahli kandungan.
Ifan bergidik saat melihat vidio life melahir kan, bertepatan dengan bangun nya Sarah. Sarah Duduk sambil memegang selimut menutupi dada, Sarah menikmati wajah tampan Ifan yang kini sedang asik menonton vidio proses persalinan.
__ADS_1
Kak"....Sarah memanggil dengan suara serak khas bangun tidur, Ifan mengangkat Wajah nya. " udah bangun sayang, sana mandi bu mil gak boleh males nanti anak nya ikut males"...ucap Ifan meniru dari Google.