
Sarah tertidur tampa menutup panggilan yang masih tersambung, Ifan dapat mendengar dengkur halus Sarah . ifan juga tertidur tidak mematikan sambungan itu masih berlanjut sampe mereka bangun. subuh sarah bangun pertama yang di lihat wajah Ifan di layar ponsel, Ifan tidur dengan nyenyak. " ganteng jadi pengen dekat terus" ucap Sarah, gak sadar kalau suara nya dapat di dengar , karena Ifan menggunakan hansfree." coba ulangi" ucap Ifan buat Sarah kaget setengah mati, Sarah menutup wajah nya malu. kenapa bisa gak ingat Kalau Ifan pakai hands free , mulut asal nyeplos aja"... omel sarah pada diri nya sendiri.
" kak Ifan udah bangun?"....tanya Sarah mengalih kan rasa malu tadi yang sempat bikin Sarah mau sembunyi di bawah tempat tidur, " belum !"... jawab Ifan, Sarah cemberut masak orang tidur bisa ngomong, udah ah Sarah mau siap-siap pergi sekolah, matiin ya Kak?! ".... Ifan tegak seketika cemburu nya kumat, gak rela kalau sarah menutup panggilan itu," sarah kamu jangan nakal, saya gak mau dengar kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain".....Ifan langsung bicara sebelum sambungan benar-benar di matikan Sarah . sarah tidak menjawab masih bertanya apa masud dari kata-kata ifan tadi, Ifan ngerti Sarah gelisah Karena takut telat pergi kesekolah .
mau mandi udah sana jangan di matiin"....ucap ifan tegas, " tapi kak batre nya udah mau lobet Sarah harus carging dulu " Sarah mulai gak suka dengan sikap ifan seolah mengatur.
gak usah bantah bisa gak sih Rah, tinggal colok trus Kamu tarok di mana yang penting Saya bisa liat kamu!"... ucap Ifan tak terbantah kan. Sarah jadi menyesal kenapa mau terima ponsel pemberian Ifan, kalau ujung-ujung nya Ifan jadi kamera kemana ia bergerak.
Sarah gak perduli lagi, turun dari tempat tidur, mengambil carging untuk di colokan keponsel nya. kemudian Sarah menaruh di atas kepala tempat tidur, karena memang cuma di situ yang ada stok kontak.
Sarah meraih handuk lalu keluar dari kamar, mandi secepat kilat ntah kenapa walau kesel tapi Sarah gak tega ninggalin ifan terlalu lama. saat Sarah masuk lagi ke kamar, Ifan sempat melihat sepintas. Sarah hanya mengenakan handuk, seketika jakun Ifan turun naik fikiran sudah trafeling, tapi buru-buru sugesti pada diri nya agar fikiran nakal nya gak malampaui batas.
Sarah sudah selesai berpakaian," kak Sarah tutup dulu ya mau berangkat nih "....ucap Sarah heran kenapa Ifan terus pantengin layar ponsel tapi Tetap berusaha memahami Ifan.
__ADS_1
yaudah jangan nakal belajar yang rajin ya?, Kakak sayang Kamu !"....ucap Ifan sambil memberi kiss bibir dari seberang.sarah malu dengan pipi merona.
jam delapan pagi Ifan baru sampe , satu malam perjalanan lumayan bikin tulang nya remuk. Ifan masuk terlebih dahulu mencari cinta abadi nya, yaitu Fifian ibu yang sudah melahir kan nya." udah pulang ?!"... tanya Fifian saat Ifan merebah kan kepala di paha fifian sebagai bantal. " iya ma, papa tuh gak bisa liat orang senang selalu aja gitu!".... ucap Ifan gaya merajuk, " apa Kamu bilang tadi, gak bisa liat Kamu senang"....Adiyaksa yang juga berada di situ tidak senang mendengar ucapan Ifan.
udah dong, pa anak baru pulang juga ".... Fifian membela anak semata wayang nya." belain trus biar tambah gak ngerti tanggung jawab !".... ucap Adiyaksa meninggal kan anak dan istri nya yang sedang asik bercengkrama.
Ifan dengar Mama, Papa udah gak muda lagi dan Mama juga gitu Kami udah tua"....ah Mama masih cantik kok "... timpal Ifan langsung, Fifian tersenyum mendengar kata-kata Ifan lalu menasehati putra nya.
Mama ingat tante Marini?"... tanya Ifan, " ya Mama ingat kenapa?" berarti Mama juga ingat Sarah!?".... hhhmm ingat"... sahut Fifian, gak tau kenapa Ifan bertanya tentang Marini dan Sarah.." Ifan ketemu Sarah tapi sekarang Sarah tinggal di panti asuhan "....Fifian menatap Putra nya, " mama gak percaya !?" tanya Ifan karena Fifian hanya menatap nya.
Mama percaya, trus kok kamu tau anakarini di panti asuhan !?"....Ifan menceritakan tentang pertemuan nya dengan Sarah. Fifian hanya jadi pendengar yang baik.
trus pemilik panti itu siapa ?".... tanya Fifian, sebab Ifan tadi menyebut nama perempuan yang sempat menjalin hubungan dengan suami nya dulu. " ibu rosita !"....jawab Ifan, Fifian diam jadi selama ini rifal nya ada di kota lain.
__ADS_1
Mama kenapa ?!"....tanya Ifan melihat wajah Fifian merung seketika setelah Ifan menyebut nama Rosita." gak mama gak kenapa, kamu mandi gih bau tau "....ucap Fifian agar Ifan meninggal nya, bukan gak suka anak semata wayang nya bermanja, tapi Fifian resah setelah mendengar nama Rosita.
jam istirahat Sarah memegangi ponsel pemberian Ifan, ingin rasa nya Sarah mengirim pesan bertanya Ifan sudah sampai apa belum . takut mengganggu, Sarah memasukan kembali ponsel kedalam tas, tapi baru saja ponsel masuk kedalam tas satu notif masuk, sarah mengambil kemabali ponsel nya.
Sarah lagi apa !?".... isi pesan Ifan, Sarah senang, " lagi jam istirahat kak!"... ketik Sarah lalu kirim. Ifan tersenyum karena bisa melakukan panggilan vidio, Sarah bingung terima atau tidak ketika Ifan memanggil nya.sempat mati karena Sarah masih ragu terima, tapi beberapa detik berikut memanggil nya sekali lagi. Sarah menggeser tombol hijau." gak keluar!?"... tanya Ifan begitu melihat wajah Sarah.
gak Kak males".... jawab sarah. " kenapa!?" Ifan melupakan sesuatu, " malas aja kak" jawab Sarah lesu. Ifan baru ingat setelah liat muka lesu Sarah, " Sarah kamu punya rekening gak ?! "....tanya Ifan ingin membantu Sarah." gak punya Kak".... jawab Sarah terus terang " yaudah nanti..."... kata-kata Ifan gantung tidak tersambung Sarah buru-buru matikan karena Desy muncul.
cie yang punya ponsel baru boleh dong pinjem buat selfi "....Desy mengolok Sarah, bukan Desy sengaja mengolok memang Desy begitu adat nya, Sarah udah tau gimana sifat Desy hanya dengan senyuman menanggapi omongan Desy. " permisi " ...ucap Reka di depan pintu kelas Sarah.
Sarah dan Desy hanya melihat Reka yang masuk langsung tampa di persilah kan." Sarah ini ada titipan, besok saya jemput kamu pulang sekolah ya ?"...ucap Reka sambil menyodor kan amplop.
Sarah menerima dan langsung memasukan amplop tersebut kedalam tas. " hhhmm apa itu Rah ?!" jiwa kepo Desy kumat setelah Reka berlalu pergi.
__ADS_1