CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
MAHLIGAI MIMPI


__ADS_3

sampe di dalam ku lihat Sarah terduduk di depan pintu kamar mandi Reka, ingin ku mendekat tapi takut di katai bau. lihat wajah nya semakin pucat Aku semakin khawati, gak perduli lagi Aku biar mau di kata bau atau apa Aku angkat Sarah Ku gendong .


jantung ku dag dig dug takut Sarah nolak trus ngelawan, kan bisa jatuh dari gendongan ku. ternyata Aku salah Sarah malah nyembunyi kan muka nya di di dada ku, gak ngerti Aku apa maksud nya.


saat mau ku letak kan di kursi Sarah malah mengalung kan kedua tangan nya di leher Ku, " udah Lu bawak Sarah ke dalam biar Dia istirahat "....ucap Reka ngagetin itu anak udah kayak setan sering muncul tiba-tiba.


Aku bawa masuk Sarah kekamar yang di tunjuk Reka, gak tau lah ntah Dia memang sengaja ngasih tempat buat Aku dan Sarah. sampe di dalam Sarah tetap tidak melepas kalungan tangannya di leher ku, Aku terpancing tapi Aku mempertahan kan kesadaran. Ku ***** sekilas bibir Sarah, " sayang tunggu ya kakak bicara sebentar dengan kak Reka"....ucap Ku Sarah mengangguk dengan pandangan sayu.


Aku meninggal kan Sarah, " udahan cepet amat lo!? "....tanya Reka, " apaan Sih lo"...jawab Ku jenggah Reka tertawa .


Ka lo bantu Gua cari jalan buat masalah Ini"...ucap Ku, saat kami udah sama-sama duduk di ruang tamu.


jalan satu-satu nya lo segera nikahi Sarah "...Reka tampa berfikir sangat serius membakar nikotin nya, " ya memang Gua mau nikahi Sarah tapi gak sekarang, Lo kan tau Sarah belum selesai ujian, lagian Sarah masih terlalu muda untuk jadi seorang Ibu"....ucap Ku, Reka memandang Ku dengan pandangan sinis.


Lo tau apa yang Lo bilang barusan itu kata-kata pecundang, kalau Lo bisa mikir sampe segitu kenapa waktu Lo enak-enak gak mikir akibat nya"....Reka kesal tampak dari raut wajah nya kalau Ia marah.

__ADS_1


Sarah udah Gua anggap Adik Gua awas Lo kalau nyia-nyiain Sarah Lo berhadapan Sama Gua , Gua tanya lo cinta gak sama Satah? jangan lo bilang Itu rasa sayang dari semasa kecil karena bagi Gua cinta dan sayang itu berbeda"...ucap Reka lagi kali ini Reka beda dari biasanya yang suka ngebanyol.


Aku diam karena apa yang di bilang Reka benar, Aku tanya hati ku apakah Aku cinta pada Sarah. jawaban nya iya Aku cinta bahkan cinta itu sudah ada dari semenjak kami masih sama-sama kecil.


bukan takut dengan ancaman Reka, Tapi benar kenapa Aku gak mikir jauh saat melakukan nya. Fikiran ku sangat kacau belum selesai masalah Papa, kini bertambah lagi dengan masalah yang Aku buat sendiri.


prov Rosita.


kenapa Sarah ahir-ahir ini berubah lebih pendiam dan terlihat lebih sensitif seperti orang hamil, ya Tuhan jangan sampai anak ku hamil di luar nikah. kedatangan Ifan yang tiba-tiba melamar Sarah menguat kan dugaan Ku dengan apa yang di alami Sarah beberapa hari ini.


Sampai bawa Sarah ke rumah sakit pun Aku masih menaruh curiga kalau Sarah hamil, tapi setelah Aku mendengar hasil periksa Dokter Diki anak angkat ku. Aku lega ternyata fikiran curiga ku beberapa hari ini salah, semakin kuat tekat ku untuk menjodoh kan Sarah dan Diki.


ini sudah pukul sembilan malam kemana Si Ifan bawa Sarah, Aku khawatir kalau Ifan berbuat yang tidak-tidak pada Sarah. melihat kedekatan mereka sebenar nya Aku gak suka, tapi Apa yang musti Aku bilang. sejak Ifan datang ke panti banyak sudah bantuan nya untuk Anak-anak panti ,hingga Aku gak bisa sembarangan berbuat karena Ifan sudah jadi donatur tetap untuk panti dan Aku harus pertahankan demi masa depan Anak-anak asuh Ku.


Aku resah menunggu Sarah pulang tapi sampe tengah malam Sarah gak pulang juga, Aku gak tau kemana Harus cari Anak ku. bodoh nya Aku kenapa gak mintak no kontak Ifan, hingga pukul dua pagi Aku nunggu Sarah gak juga di antar ahir nya Aku ketiduran.

__ADS_1


setelah Dari Rumah Reka Ifan membawa Sarah kepenginapan yang pernah mereka nginap dulu, Mereka meluap kan rasa rindu Ifan terus menyirami benih yang sudah tumbuh dalam rahim Sarah. Ifan lupa dengan maksud Awal yang ingin menemui Davit, pukul dua pagi Ifan terbangun.


Ifan memandangi wajah bantal bumil muda yang kini berada dakam pelukan nya sangat damai kala tertidur, Ifan mengusap pipi chaby Sarah dengan penuh kasih sayang.


karena elusan di pipi Sarah terbangun, Ifan orang pertama di lihat nya saat membuka mata. " ohh Tuhan mau nya setiap hari seperti ini"...batin Sarah.


jam berapa ini Kak"....tanya Sarah makin erat memeluk Ifan, " jam dua sayang"....jawab Ifan setelah melihat waktu di ponsel. Ifan mencium kening Sarah penuh kasih sayang dan cinta, Rasa nya Ifan ingin setiap hari Sarah berada dalam pelukan nya.


Sayang besok kamu masih ada ujian!?".....tanya Ifan teringat tentang ujian Sarah sambil membenarkan posisi, " besok libur kak "....jawab Sarah . " yaudah tidur lagi besok pagi-pagi kita pulang kakak akan minta mama datang untuk melamar kamu ya? "...ucap Ifan mengecup kening Sarah, Sarah merasa jadi orang paling bahagia di muka bumi.


Ifan yang tadi nya sempat tidak punya pendirian, kini menetap kan pendirian setelah Reka habis-habisan menceramahi nya. Ifan meraba perut rata Sarah, perasaan Ifan menghangat. " buah cinta ku yang ada di dalam sehat terus berkembang lah dengan baik"....lirih Ifan dalam hati terus meraba perut rata Sarah.


Sarah menerima setiap sentuhan Ifan dengan segala rasa bahagia, dalam lautan bahagia mereka kembali melanjutkan pendakian ke puncak tertinggi indah nya surga dunia. suasana kamar penginapan di penuhi riak bahagai dari kedua nya, tidak ada lagi keraguan di hati Ifan hingga pendakian semakin di rasa nikmat.


di rasa begitu berbeda dan penuh gairah hingga usai, mereka kembali tertidur setelah merasa puas dan letih akibat pendakian panjang mahligai mimpi mereka arungi bersama.

__ADS_1


__ADS_2