Cinta Lara

Cinta Lara
Hukum jangan beli dengan uang


__ADS_3

Aku mempunyai rutinitas baru,yaitu ikut nongkrong di suatu tempat yg menjadi tongkrongan para anak pejabat dan mahasiswa.


"Ardien kemana sih?", tanya beno anggota geng mereka.


"Ardien,kerumah pak rafid", ucap hendra yg anak seorang polisi perwira,tapi kesehariannya tak nampak seorang anak polisi,karena gayanya yg urakan.


Kupasang telingaku baik baik,tapi pura pura tak menyimak obrolan mereka .


"Apa mungkin pak rafid bisa menghapus kasusmu?",bisik beno pada hendra,tapi bisikan itu bisa kudengar walau samar samar.


"Tenang aja,pak rafid,bisa segala galanya,asalkan ada MR X", ucap hendra.


Sontak ku menjadi kaget oleh kata kata geng ini barusan,jadi kecurigaanku pada pak rafid benar.


Di sebuah ruangan ber AC di kantor kejaksaan,nampak seorang pemuda tengah membicarakan sesuatu dengan pak rafid sambil berbisik bisik.ia menyodorkan sebuah amplop berisi uang.


"Saya tidak mau kasus ini berlanjut pak,kalau bisa dihentikan sekarang juga", ucap anak muda yg bernama ardien.


"Tenanglah,gadis itu takkan bisa menjeratmu dalam hukum,ia tak punya bukti kuat untuk menjebloskanmu ke dalam penjara", ucap pak rafid.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan jaksa baru itu pak,kabarnya kaila datang menemuinya", ucap ardien.


"Pak Malarana itu gampang dien,tenanglah", ucap pak rafid yg melihat ardien sudah gelisah dan takut takut.


"Kita akan memberi ampolop untuk para jaksa,hakim dan semua yg berwenang dalam hal kasus ini", ucap pak rafid lagi.


"Tolong ya pak,Insya Allah,,soal itu itunya gampang ", ucap ardien,lalu pamitan pada pak rafid.


Pak rafid tersenyum senyum saat melihat nominal uang yg ada di amplop yg berjumlah Rp 25.000.000 juta.


"Tenanglah ardien,kecoa yg mengganggumu itu,akan kusentil ke selokan", ucap pak rafid dalam hatinya.


"Silahkan masuk pak", ucapnya dengan penuh hormat.


"Iya pak",ucap lara.


Lara memberitahu kaila dan bapaknya agar tidak usah mengunjunginya lagi di kantor kejaksaan untuk menghindari kecurigaan,pihak pihak yg melindungi perbuatan hendra dan ardien.


"Baik lah pak,terima kasih banyak sudah peduli ke rakyat kecil seperti kami",ujar bapaknya kaila

__ADS_1


"Iya pak,sudah seharusnya kami sebagai penegak hukum membela yg tertindas dan meratakan keadilan ", ucap lara.


Dan Iapun pamit pulang menuju kontrakannya.


Lara merasa ada sesuatu yg mengintainya tapi,ia tak bisa memastikan itu apa.ia menyadari sikapnya yg mementingkan rakyat kecil,banyak tak disukai orang yg haus dengan harta dan kekuasaan.


"Lara", panggil seseorang yg rupanya sedang mengintainya


"Kamu siapa?", tanya lara


"Jika pak lara,ingin bekerja lebih lama disini,tolong jangan terlalu mencampuri urusan disini", ucap lelaki bertopeng itu.


"Saya hanya menjalankan tugas pak,tolong jangan halangi saya untuk menebar keadilan", ucap lara.


Tiba tiba orang itu melayangkan pukulan kerah lara yg cepat ditangkis lara,adu kekuatanpun tak dapat dielakkan dan muncul beberapa orang bertopeng lagi yg membuat lara kewalahan,namun entah bantuan dari mana datangnya,para lelaki bertopeng iru ada yg memukuli dari jarak jauh dan saling bertubrukan hingga terdengar jerit dari mereka yg tak dimengerti lara.


lara pun pergi dari tempat itu.Ia merasa itu adalah orang orangnya ardien dan hendra.


"Ternyata ada saja aparat negara yg melakukan kecurangan dengan memanipulasi hukum", bathinku

__ADS_1


__ADS_2