Cinta Lara

Cinta Lara
Eps.29


__ADS_3

"Selamat pagi semuanya?" Sapa Levi yang tiba tiba datang.


"Pagi juga. Wih cantik benar yang adik Kakak, mau pergi bekerja sudah begitu rapih, wangi lagi." Puji Lara.


"Iya harus gitu dong Kak. Apalagi hari pertama saya bekerja, jadi harus begini cantik, rapih dan wangi." Ucap Levi tersenyum.


"Tapi bukan cuma modal itu doang, otak sama akalnya tuh dipakai kalau bekerja alias kudu pinter." Ucap Viko.


"Itu mah sudah pastilah Kak. Lagian siapa sih orang yang berani meremehkan kepintaranku." Ucap Levi.


"Ck, pede sekali ini orang. So pintar lagi." Ucap Viko dengan sinis.


"Heh denger iya Kak Viko, masa Kakak sendiri kayak tidak tahu saja, kalau adiknya ini siswi terbaik dan terpintar di kampus hah?" Ucap Levi menatap tajam Kakaknya.


"Sudah, sudah. Kalian ini kenapa sih berantem mulu, kalian itu saudara sekandung loh tidak seharusnya kayak begini." Ucap Lara memisahkan perdebatan Kakak Adik tersebut.


"Habisnya Kak Viko yang duluan Kak." Ucap Levi.


"Ya sudah sekarang kamu makan, nanti keburu kesiangan." Ucap Lara.


"Iya baik Kak." Jawab Levi.


"Kamu juga nih makan Mas. Nanti kesiangan Mas." Ucap Lara sang Istri.


"Iya sayang." Jawab Viko.


Lalu mereka pun menikmati sarapan paginya.


"Karena Levi sudah habis makannya, Levi berangkat kerja dulu iya Kak." Ucap Levi.

__ADS_1


"Iya Lev, hati hati dijalannya iya Lev." Ucap Lara.


"Iya Kak siap." Ucap Levi. Lalu pamit pada Kakaknya dan Kakak Iparnya.


"Assalamualaikum.. " Ucap Levi.


"Walaikumsalam." Ucap Lara dan Viko bersamaan.


Lalu Levi pun pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju pekerjaanya.


"Ya sudah, kalau begitu Mas permisi juga iya sayang." Ucap Viko.


"Iya silahkan Mas." Jawab Lara.


Lalu Lara pun mencium punggung tangan suaminya.


"Walaikumsalam.. " Jawab Lara.


"Hati hati iya Mas dijalannya, semoga selamat sampai tujuan Mas." Ucap Lara.


"Iya pasti sayang. Kamu juga jaga diri kamu baik baik iya sayang, sehat selalu sayang bersama baby kita." Ucap Viko sambil mencium pucuk rambut Istrinya.


"Iya Mas." Jawab Lara.


Lalu Viko pun pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju perusahaan miliknya.


Sebenarnya saya jenuh harus dirumah mulu, pingin main, pingin jalan jalan, pingin ini, itu semuanya deh, tapi Mas Viko melarangnya katanya nanti saja kalau Mas Viko libur bekerja keluar rumahnya dan sekalian belanja bareng Mas Viko. Lagian apa salahnya ditemenin sama bi inah saja. Dia juga malah nyuruh saya untuk keluar kerja lagi. gerutu Lara dengan napas kasar Lalu berjalan ke kamar.


Eh iya, kayaknya ada yang ketinggalan nih handphoneku di ruang makan. Gerutu Lara lalu berputar balik untuk menuju meja makan untuk mengambil handphone nya. Namun tiba tiba ketika mau turun tangga, sesuatu pun terjadi Lara terjatuh dari tangga.

__ADS_1


"Ahhhhh..... " Teriak Lara lalu terjatuh dari atas tangga sampai ke bawah hingga tidak sadarkan diri.


Namun karena ada sesuatu yang berteriak dan merasa mengenali suara itu, Bi Inah pun langsung pergi menuju kamar Lara.


"Non Lara?" Ucap Bi inah merasa terkejut dan kaget melihat majikannya tergelentak dibawah tangga dan penuh darah dari bawah kaki.


Non Lara, bangun Non. Non Lara bangun. Ucap Bi inah mencoba membangunkan Lara.


Aduh gimana ini? Non Lara pingsan. Mana darahnya bertambah banyak. Eh iya saya tahu, sekarang juga harus cari mang Ujang dan Pak Eman untuk membantu Lara membawa ke rumah sakit. Gerutu Bi Inah. Lalu berjalan dan berlari mencari orang di maksud.


"Mang ujang, Pak Eman sini." Teriak Bi inah.


"Ada apa Bi Inah?" Tanya Mang Ujang.


"Iya ada apa Bi inah memanggil kita." Ucap Pak Eman ikut bertanya.


"Itu Non Lara.. Majikan kita.. " Ucapan Bi Inah tidak dilanjutkan lagi karena begitu sesak dan susah tiba tiba untuk berbicara.


"Apaan sih Bi inah, Non Lara emangnya kenapa hah?" Tanya Mang Ujang.


"Iya Bi inah yang jelas kalau ngomong, emangnya majikan kita kenapa hah?" Tanya Pak Eman.


"Di-dia pingsan, banyak mengeluarkan darah!"


"Apa?" Ucap Mang Ujang dan Pak Eman merasa terkejut.


"Ayo cepat bantuin bawa Non Lara ke rumah sakit, bukan malah bengong gitu." Ucap Bi Inah.


"Ya sudah, ayo kita kesana."

__ADS_1


__ADS_2