Cinta Lara

Cinta Lara
46. Gara Gara youtobe


__ADS_3

"Maksudnya gini, kebetulan tuh ada teman Kakak tetangganya mengandung. Terus dia tidak tahu  dimana kekasihnya berada. Dia berniat untuk mengugurkan kandungannya. Nah kan kasihan bayi tidak berdosa itu digugurkan, jadi kita adopsi saja anak itu setelah dia melahirkan." Begitu maksudnya.


"Apakah dia hamil diluar nikah Kak?" Tanya Levi.


"Mungkin," Tanya Viko sambil mengindikan bahunya.


"Wah kasihan banget ya wanita itu. Mana kekasihnya tidak mau bertanggung jawab lagi. Tapi Ide kamu bagus Mas, mending kita adopsi anak yang ada diperut wanita itu dari pada digugurkan kasihan Mas," ucap Lara sambil tersenyum.


"Iya Kak, benar banget Levi setuju tuh," ucap Levi ikut menimpali.


Huh untung saja keceplosan, bisa jadi masalah besar nantinya batin Viko.


"Oya Mas, bolehkah Lara ketemu sama wanita tersebut besok?" Tanya Lara.


"Apa?!" Ucap Viko merasa kaget.


"Loh kok Mas Viko kenapa kaget begitu Mas?" Tanya Lara sambil menaikan satu alisnya.


"Lagian tidak kaget gimana, Mas juga tidak tahu orangnya. Kamu sudah ingin ketemu sama wanita tersebut. Itu juga teman Mas yang bilang. Lagian katanya dia lagi trauma dan tidak ingin ditemui. Lebih memilih menghindari karena malu," ucap Viko menjelaskan.


"Makanya berani berbuat ya harus tanggung jawab dong. Bikinnya sih enak tapi dimana sudah jadi benihnya malah ninggalin. Dasar itu cowok benar benar brengsek. Kalau saya jadi wanita itu aku bunuh dia," ucap Lara sambil mengambil pisau yang ada dimeja makan lalu menusuknya ke dalam buah buahan yang ada disana.


Lalu Viko pun menelan salivanya sendiri saat Istrinya bertindak seperti itu lalu menatap Levi yang kini Levi juga menatap Viko.


"Sayang kamu ini apa apaan sih, jangan gitu ah tidak lucu." Ucap Viko sambil mengambil pisaunya dari tangan Lara.


"Habisnya Lara kesal banget sama itu Cowok yang tidak bertanggung jawab Mas," ucap Lara sambil menatap suaminya.


"Lagian itu urusan mereka sayang. Jangan dipikirin ya sayang. Lagian disini ada Mas kok yang selalu setia, sayang dan selalu mencintai kamu," ucap Viko sambil tersenyum.


"Iya Mas, terima kasih ya Mas," ucap Lara.


"Iya sayang, oya mau tambah lagi makannya sayang?" Tanya Viko.


"Tidak ah Mas, sudah kenyang." Jawab Lara.


"Baiklah kalau begitu sayang," ucap  Viko.


"Oya Kak Lara kenapa tadi kayak yang habis nangis?" tanya Levi.

__ADS_1


"Seriusan Lara tadi menangis lev?" Tanya Viko pada sama Levi.


"Iya Kak," jawab Levi sambil menganggukan kepala.


"Sayang apakah yang dikatakan Levi benar, kamu menangis?" Tanya Viko.


"Iya Mas, tadi Lara menangis," ucap Lara dengan nada sedih.


"Loh emangnya kenapa kamu menangis? Ada orangkah yang menyakiti ku?" Tanya Viko.


"Tidak," jawab Lara sambil menggelengkan kepala.


"Terus kenapa? Apakah Mas menyakitimu?" Tanya Viko.


"Tidak Mas. Hiks.. hiks." Jawab Lara sambil mengelengkan kepala kemudian menangis.


"Terus kamu kenapa sayang? Kenapa kamu jadi menangis?" Tanya Viko merasa khawatir.


"Tadi Lara menangis habis nonton youtobe ada seorang Istri curhat masalah dengan suaminya Mas ," ucap Lara sambil mengusap airmatanya yang membasahi pipinya.


"Kirain Mas nangis karena apa gitu. Ternyata karena nonton sinetron tuh," ucap Viko sambil menggelengkan kepala.


"Iya kamu coba bayangin saja bila ada diposisi wanita tersebut. Suami kamu menikah lagi saat Istrinya keadaan koma dan kemudian wanita yang dinikahi suami tersebut sampai hamil mengandung anaknya." Ucap Lara dengan Nada sedih.


Uhuk... uhuk... Viko dan Levi batuk bersamaan lalu menatap satu sama lain.


"Loh kalian kenapa?" Tanya Lara merasa cemas.


"Tidak kenapa napa kok Kak, cuma tadi gatal saja tiba tiba tenggorokan Levi hehe," ucap Levi sambil cengengesan.


"Iya Mas juga sama sayang, tiba tiba tenggorakan Mas kering dan gatal," ucap Viko dengan nada gugup.


"Oh.. jadi gara gara itu. Ada ada saja deh," gerutu Lara sambil menggelengkan kepala.


"Oya Kak karena Levi sudah beres makannya, Levi permisi mau ke kamar dulu ya Kak," ucap Levi dengan nada gugup.


"Iya Levi," jawab Lara. Lalu Levi pun langsung pergi menuju kamarnya.


"Aww.. perutku kenapa sayang?" Ucap Viko sambil memegang perut miliknya.

__ADS_1


"Emangnya dengan perut Mas?" Tanya Lara.


"Tidak tahu nih sayang, tiba tiba sakit nih." Ucap Viko.


"Loh kok bisa Mas? Ada yang salah kali ya Mas, Bi Inah masak. Bentar Lara panggilin dulu Bi Inahnya Mas." Ucap Lara sambil melangkah pergi.


"Tunggu sayang!" viko sambil memegang tangan Lara untuk menahan agar tidak pergi.


"Iya kenapa Mas?" Tanya Lara.


"Kamu jangan pergi. Lagian Mas sakit cuma pingin ketoilet kok hehe," ucap Viko cengengesan.


"Ih Mas Viko ini jorok banget deh. Sudah sana pergi tuh ketoilet ah," ucap Lara.


"Iya sayang." Ucap Viko sambil pergi menuju toilet.


Hari ini benar benar ya itu Kakak beradik sungguh menganehkan tidak seperti biasanya. Gerutu Lara pada diri sendiri.


"Bi.. ?"  Teriak Lara.


"Iya Non, ada apa ya?" tanya Bi Inah.


"Bibi sudah makan belum? Dan yang lainnya sudah makan?" Tanya Lara.


"Belum Non. Lara hehe." Ucap Bi Inah sambil cengengesan.


"Ya sudah makan dulu, sekalian panggil yang lain ikut makan bersama dengan Bibi ya. Itu mubazhir makannya masih banyak Bi," ucap Lara.


"Tapi Non... "


"Sudah jangan banyak tapi tapian, sayangkan kalau makanan itu dibuang!" ucap Lara memotong pembicaraan Bi Inah.


"Iya baiklah Non. Lara kalau begitu." Jawab Bi Inah.


"Ya sudahlah kalau begitu, Lara pergi dulu ya Bi ke kamar." Ucap Lara.


"Iya baik Non. Lara," ucap Bi Inah.


Lalu Lara pun pergi berjalan menuju kamarnya dan Bi Inah pun berjalan memangil yang lainnya untuk makan malam bersama.

__ADS_1


Begitulah sifat Lara sebenarnya. Dia begitu baik sama orang yang bekerja di rumah suaminya. Dia juga ramah dan suka menolong dan membantu para pekerja yang bekerja di rumah suaminya.


__ADS_2