
Bentakan dari luar ruang sidang itu membuatku tersenyum,jebakan yg ku buat betul betul jitu,mengundang oknum oknum yg tak bertanggung jawab itu,secara tak langsung,aku menyeret mereka ke ranah hukum yg memang seharusnya mereka ikut terlibat
"Saudara malarana,atas dasar apa menuduh kami ikut terlibat dalam kasus klien anda?", tanya salah satu dari mereka yg baru datang
"Tentu atas dasar bukti yg berhasil saya himpun di lapangan pak", ucapku tegas
Meski sebenarnya aku ciut dengan mereka yg punya pengaruh besar di daerah ini.tapi aku tak boleh menampakkkan rasa gentar ke mereka yg berani memanipulasi hukum.
"Itu bohong pak hakim", ujar mereka langsung menghadap ke hakim ketua
"Maaf saudara saudara mohon tenang,kami hanya menerima bukti yg kuat bukan asumsi yg tak jelas", ucap hakim ketua
Aku menyerahkan rekaman CCTV dan beberapa rekaman obrolan dari beberapa saksi yg sengaja di sembunyikan identitasnya.
Suasana menjadi riuh saat supriadi dinyatakan tidak sendiri melakukan perbuatan kriminal,bahkan ia tidak terbukti melakukan pemukulan dan hanya dijadikan kambing hitam.
"Saudara zumardi,kenapa berbohong menuduh supriadi yg melakukan penganiayaan tunggal pada anda?", tanyaku pada korban yg tertunduk ketakutan saat ku introgasi
"Karena takut pak,saya diancam jika membeberkan kebenarannya", ucap zumardi
"Kalau begitu,saudara juga saya berikan pasal pencemaran nama baik karena anda sudah memutar balikkan kenyataan", ucapku
Suasana sidang mendadak jadi panas,para orang tua kasus pengeroyokan menjadi geram padaku dan melontarkan berbagai ancaman
"Saya tidak takut akan ancaman manusia,tapi saya lebih takut pada Allah yg telah menciptakan hukum,", ucapku
Hukum ternyata masih sangat lemah di kawasan ini,membuatku sangat banyak menerima berkas yg harus di revisi ulang.
Aku bekerja sebagai kuli hukum di daerah ini,membuatku jadi sangat dikenali,ada yg suka tapi lebih banyak yg membenci
Krekkk!!!!
Kurasa pintu kamar kostanku terasa ada yg mencoba merusak kuncinya
"Siapa itu?", tanyaku
Tak ada sahutan,tapi jelas terdengar ada derap langkah yg mengendap endap.
"Mungkin tetangga kostan", ujarku,mencoba untuk tidak berprasangka buruk.
Ku mencoba memejamkan lagi mataku,tiba tiba plafon kamarku terasa ada yg akan membongkarnya,membuatku bersiap siap melawan.
"Ini pasti ada yg mencoba mencelakaiku", ucapku dalam hati
"Aaaaaccchhh sakiiiit sakiiiittt!", suara kesakitan terdengar dari atas plafon
Membuat para penghuni kost menjadi panik
"Siapa itu?", tanya mereka
"Sepertinya suaranya dari atas plafon", ujar salah satu dari anak kost.
Mendengar hal itu,pemilik kost memanjat,memastikan sumber suara itu yg ternyata bapak dari salah satu anak yg kuhadirkan dalam persidangan.
"Ampun pak,saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi", ucap bapak itu
Ia ternyata mengaku di cakar kucing pada mata dan wajahnya hingga babak belur
"Sepertinya ia mau berbuat padamu nak", ucap pemilik kost itu padaku
"Allah yg membalasnya pak,karna aku hanya ingin meluruskan kekeliruan", ucapku seadanya.
"Saudara harus ikut ke kantor polisi", kata polisi pada orang yg telah memanjat plafon itu.
"Saya tidak bersalah pak", ucapnya membela diri
"Anda sudah jelas bersalah memasuki rumah orang tanpa seizinnya,pasti ada rencana kan", ucap polisi
__ADS_1
Tak terasa 7 bulan aku mengabdi di daerah ini dengan berbagai peristiwa yg berhasil ku lalui meskipun harus berjalan diatas kerikil kerikil tajam.
"Ternyata jadi jaksa itu susah juga ya*, ucap bu merlin,seorang jaksa juga
"Kenapa bu?", tanyaku
"Banyak yg benci", ucapnya sambil tertawa.
"Biarkan mereka membenci bu,asalkan kita kerja pada jalur yg benar", ucapku
"Kita mahh begini begini begini aja ra,sementara yg lainnya udah beli mobil dan rumah mewah", ucap Silva,serang jaksa muda yg menjadi sahabatku
"Jangan cemburu dengan kesuksesan orang sil,biarin ajalah mereka,yg penting kita harus menjadi jaksa yg bebas KKN", ucapku
"Kemarin ada yg mau menyogokku ra,hampir aja aku terbuai dengan tumpukan uang itu,untung aku ingat nasehat orang tuaku", kata silva
"Alhamdulillah kalau begitu sil,di zaman ini,sangat susah memperoleh para kuli hukum yg bebas dari sogokan,tetaplah ingat yg diatas sil", ucapku
"Wahh,ternyata kamu cerdas ra,cakep lagi,sayangnya masih jomblo melintir", ucap silvs meledekku.
"Kata siapa aku jomblo sil,aku ada cewek rahasia kok,kamu bakalan kaget sil,kalau tiba tiba aku mengenalkannya padamu", ucapku
"Siapa takut", ucap silva
"Silva,aku duluan pulang ya", ucapku
"Iya ra, hati hati ya", ucap silva melambaikan tangannya.
perutku tiba tiba merasa keroncongan,kulihat beberapa warung makan yg sudah dipenuhi para siswa putih abu abu.
"Ternyata masih ada yg sepi pengunjung", bathinku
Aku segera masuk dan mengambil tempst duduk di pojokan,mataku tertuju pada seorang wanita yg mengenakan seragam PGRI tapi kelihatan masih sangat muda dan mengenakan kacamata
"Wajah yg tak asing", bathinku
Aku mencoba mereka reka,sosok cantik itu,tiba tiba ingatanku melayang ke beberapa tahun yg lalu
Wanita cantik itu memandangku de gan rasa heran,aku yakin ia pasti cinta.
"kamu cinta kan?",Tanyaku
"Iya,saya cinta,anda siapa?", tanyanya
Membuatku sedikit kecewa,rupanya cinta telah melupakanku
"Coba ingat,aku siapa?", ucapku,mencoba menguji daya ingatnya.
Kulihat ia berpikir keras,dan menatapku lagi
"Sungguh kecantikan cinta makin sempurna", bathinku
"kak lara!?", tunjuk cinta ke arahku dan aku tersenyum
"Ya Allah,kak lara ternyata kita masih bisa bertemu", ucap cinta dengan rasa gembira
Saking gembiranya,ia sampai memelukku
"Kak lara tugas disini ya?", tanya cinta.
"Iya cinta", jawabku
"Kiki mana kak?", tanya cinta
"Aku bukan bapaknya atau kakaknya,kok malah tanyain kiki, ke aku sih", ucapku mencoba bercanda
"Iyakan ceweknya kak lara", ucap cinta
__ADS_1
Aku malah tertawa,membuat cinta nerengut,yg membuatku jadi gemas dan mencubit hidungnya yg mancung.
"Aku gk pernah kok pacaran ma kiki", ucapku
"kak lara serius?", tanya cinta
"Untuk apa bohong cinta,gak ada gunanya,kiki aja udah menikah dengan dani", ucapku.
"Maaf ya cinta,dulu aku tak bermaksud menyakitimu,semua kulakukan karena lingga sangat mencintaimu,kamu mengerti kan cin,lingga itu sahabatku dari kecil", ucapku
Pertemuan tak terduga ini rupanya menumbuhkan rasa cinta yg pernah hilang.
"Akupun tak mencari cinta selain kak lara", ucap cinta
"benarkah cinta?", tanyaku serius
"Aku serius kak,selama ini aku terus menye diri,beberapa cinta yg datang kutolak,rupanya kita ditakdirkan bertemu kembali", ucap cinta.
"Terima kasih telah setia menantiku cin,ku yakin Allah kan meridhoi hubungan kita", ucapku.
Aku sangat bahagia dengan gadis yg sebenarnya sangat kucintai,tapi atas nama persahabatan,ku rela menyerahkan cinta untuk lingga,yg ternyata membuat cinta menjadi marah dan pulang kampung.
"Pacarmu ya ra?", tanya silva saat melihatku bergandengan tangan dengan cinta di sebuah taman bunga di sore hsri.
"Iya silva,kenalkan",jawabku
Namun silva menampakkan wajah tak bersahabat yg membuatku heran
"Apa ada yg salah dalam ucapanku tadi,hingga membuat silva tersinggung", tanyaku pada diriku sendiri.
"Silva,kamu kenapa?", tanyaku pada silva yg ngeloyor pergi begitu saja.
"Selamat ya ra", ucap silva dan berlari meninggalkanku
"Silva kenapa sih?", tanyaku dalam hati
"Sepertinya ia cemburu kak ", ucap cinta
"Tidak mungkin cin,ia hanya teman kerjaku,sesama jaksa", ucapku
Tapi sepertinya ucapan cinta ada benarnya,semenjak kukenalkan cinta pada silva,ia tak mau lagi ku ajak bicara.
"Silva,kamu kenapa sih?", tanyaku saat ku mencoba tau permasalahan yg buat cinta menghindar terus
"Aku tidak apa" lara,oh yaa pacarmu cantik juga ya", ucap silva
Tapi aku melihat,ada kekecewaan di sudut matanya..
"Raa,nanti ke ruanganku ya", ucap susandi
Ia salah satu panitera di pengadilan negeri disini
"Iya sand", ucapku
"Ada apa memanggilku?", tanyaku
"Silva mencintaimu ra,kenapa menyakiti hatinya", kata susandi
Saat aku sudah duduk di depannya,sungguh tak kuduga ia bisa berkata begitu,padahal aku selama ini,merasa jika silva hanya rekan kerjaku
"Maksudnya aku menyakiti hatinya bagaimana sand?", tanyaku
"Karena ia menaruh hati padamu ra", ucap susandi
"lalu masalahnya apa denganku sand?", tanyaku makin tak mengerti maksud susandi
"ia cemburu,saat melihatmu bersama seorang cewek ra", kata susandi
__ADS_1
Ternyata silva menyimpan rasa suka untukku,sayangnya cintaku hanya untuk cinta,dan aku bukan type cowok pengobral cinta
.