Cinta Lara

Cinta Lara
83. Di sebuah cafe


__ADS_3

"Iya maksud Zahra, kalau Ayah menikah lagi selain dengan Mamih."


"Apa? Yang benar saja, kalau Ayahmu menikah lagi." Andri merasa tidak percaya.


"Iya serius Om. Makanya yang satu dipanggil Ibu dan yang satunya lagi panggil Mamih."


"Oh gitu ya jadinya."


"Iya Om." Jawab Zahra.


'Hebat benar ya si Viko. Mentang mentang punya perusahaan main nikah lagi sama perempuan lain. Tapi kenapa bisa lagi si Vani, mau maunya di duain.' Batin Andri.


"Om, kenapa bengong." Zahra menyadarkan Andri.


"Iya kenapa sayang?" Ucap Andri.


"Om, lagi mikirin apa sih. Masa ucapan Zahra enggak di dengar tadi."


"Maaf sayang, tadi Om lagi lihat cewek cantik. Jadi tidak fokus dengan ucapanmu." Bohong Andri sambil menunjuk cewek yang di maksud.


"Ih Om genit banget deh." Gerutu Zahra.


"Lagian sangat disayangkan, bila tidak melihat cewek bohay seperti dia hhaha." Andri tertawa.


"Ih Om, Zahra enggak suka ah kalau Om seperti itu." Zahra menatap kesal Andri.


"Iya maaf sayang. Lagian Om cuma bercanda kok."


"Om, Zahra haus nih pingin minum."


"Ya sudah, ayo ikut Om." Ajak Andri.


"Kemana Om?" Tanya Zahra.

__ADS_1


"Kan tadi kamu bilang haus pingin minum. Ya sudah ayo kita ke cafe."


"Tapi Ibu, gimana Om? Nanti cariin Zahra lagi."


"Sudah, jangan khawatir. Lagian enggak bakal lama kok." Ucap Andri.


"Baiklah, kalau begitu Om."


Kemudian Zahra dan Andri pun pergi ke cafe untuk memesan minuman yang tidak jauh dari tempat tersebut.


.


.


Lara yang sudah selesai dari toilet pun merasa cemas. Bagaimana tidak, saat Lara kembali ke tempat dimana Zahra bermain tadi, tidak menemukan Zahra. Lara pun mencoba menanyakan kepada orang orang yang ada ditempat tersebut tapi sayangnya mereka tidak tahu.


'Zahra kemana sih? Padahal aku tadi sudah bilang sama kamu, tunggu disini. Tapi malah tidak ada itu anak.' Gerutu Lara pada diri sendiri.


'Sudah tanyain sama orang orang, tapi mereka bilang tidak tahu lagi. Gimana ini? Bisa berabe masalahnya jika Zahra hilang. Aduh gimana ini? Aku harus cari ke tempat sana, siapa tahu ketemu dengan Zahra.' Lara sambil berjalan menuju ke sebuah cafe.'


'Nah itu bukannya Zahra ya? Akhirnya ketemu juga. Syukurlah dia ada disini.' Lara sambil berjalan menghampiri Zahra yang kini sedang asyik, menikmati minumannya dan cemilan makanan.


"Zahra." Panggil Lara, saat sudah deket denganĀ  Zahra.


"Ibu...." jawab Zahra saat melihat Ibunya memanggilnya dan mendekatinya.


"Ternyata, kamu ada disini ya? Ibu tadi cari kamu kemana mana, dan untunglah sekarang kamu ada disini."


"Maaf Bu, sudah membuat Ibu khawatir." Ucap Zahra.


"Lain kali, jangan gitu ya. Nanti kalau benar benar terjadi sesuatu gimana?"


"Iya, maaf Bu. Zahra tidak akan mengulanginya lagi kok."

__ADS_1


"Ya sudah. Kali ini Ibu maafin kamu. Oya, kamu tahu tempat cafe disini ternyata." Tanya Lara.


"Sebenarnya Zahra tidak tahu, tapi Om Andri yang mengajak Zahra kesini."


"Om Andri, siapa dia?" Tanya Lara.


"Dia-" ucapan Zahra terputus saat seseorang memanggil namanya.


"Zahra, ayo kita pulang. Maaf terlalu lama di cafenya, nanti Ibumu mencarimu lagi." Ucap Andri yang sudah beres membayar di kasir.


"Nah dia, Ibu yang membawa Zahra kesini. Namanya Om Andri." Ucap Zahra memperkenalkan Andri, saat sudah menghampirinya.


Ketika Lara dan Andri saling menatap satu sama lain, mereka sangat terkejut ternyata mereka saling mengenal.


"Lara?"


"Andri?"


Ucap keduanya bersamaan.


**jangan lupa tinggalkan jejak ya.


***sekalian mau promosiin karya punya teman saya\, yang sudah senoir nih. Yuk mampir dan intip ceritanya\, dijamin bikin kalian baper.


Judul : After Darkness


Penulis : SkySal


Hanya karena beberapa lembar foto bersama bossnya, Elsa harus terkena masalah besar yang datang dari putra bosnya yang bernama Robin Sriwijaya.


Robin menuduh Elsa sebagai salah satu simpanan ayahnya sehingga Robin balas dendam dengan menjadikan Elsa pelayan dirumahnya. Namun Elsa bukanlah wanita yang lemah seperti yang Robin fikirkan. Elsa arogan dan keras kepala yang justru membuat Robin semakin marah hingga akhirnya Elsa mengalah dan lebih memilih menyerang Robin dari hatinya.


Bisakah Elsa melakukannya?

__ADS_1



__ADS_2