Cinta Lara

Cinta Lara
Pergi tak kembali


__ADS_3

Bertugas di pedalaman,memang butuh kesabaran dan keterbukaan pada masyarakat yg masih awam dengan hukum hukum yg di terapkan pemerintah,begitu pun halnya disini yg punya tradisi menikahkan anak di bawa umur,yg sangat bertentangan dengan hukum


"Muridku makin hari makin sedikit aja kak", ucap cinta,saat kami bertemu di warung sari laut saat sama sama pulang kerja


"Kenapa emang?",kataku penasaran


"Murid cewekku rata rata di nikahkan kak,aku jadi prihatin,kok umur masih muda begitu sudah dinikahkan", ucap cinta.


"Itulah susahnya,jika tradisi sudah melekat", ucapku pula


Aku jadi ingat,betapa banyak kasus pernikahan dini yg harus berakhir dengan perceraian,dan angka kematian melahirkan juga sangat tinggi.


"Kak lara,aku pulang duluan ya,capek banget nih", ucap cinta


Aku belum beranjak dari tempat dudukku,aku teringat kata kata cinta barusan.


Sebagai seorang guru,sepantasnya ia merasa prihatin akan kondisi muridnya yg harus putus sekolah demi perjodohan,tapi banyak juga yg bukan karna faktor perjodohan tetapi akibat pergaulan bebas.


*******


[ Harap segera pulang ke toraja,ada sesuatu yg sangat penting] isi pesan ibuku yg mendadak menyuruhku pulang


[ Tidak bisa besok bu,cinta kan harus izin cuti dulu] balasku


[ Iya nak,kalau begitu] ucap ibu


Aku khawatir,jangan jangan terjadi sesuatu di toraja,tak biasanya ibu segitu pentingnya memanggilku.


"Kenapa mendadak begitu izinnya bu,ansk anak kan udah dekat semester", ucap kepala sekolah,saat kuajukan cuti


"Saya juga kurang tahu pak,karna ibuku tak memberi tahu alasannya", jawabku.


"Kalau begitu,bu guru cinta boleh pulang,tapi tolong sebisanya pulang cepat", kata kepala sekolah.


Akupun mengemasi pakaianku yg tak seberapa,hanya beberapa lembar pakaian,setelah itu ku telpon kak lara untuk mengabari kepulanganku yg mendadak


"Kok tiba tiba begitu cinta,apa ibu sakit?', tanya kak lara


"Entahlah kak,hanya ku khawatirkan ibu sakit keras", ucapku


"Jangan jangan ada yg melamarmu cinta", ucap kak lara


"Ahh,itu tak mungkin kak,aku sudah dewasa", ucapku lagi tak percaya


"Ya udah,cinta,hati hati dijalan ya,titip salam ke ibu", ucap kak lara


*******


Dari tempatku tugasku ke toraja hanya membutuhkan waktu 3 jam saja.hingga tiba di toraja sebelum Azan dhuhur di kumandangkan.


"Syukurlah kamu akhirnya datang juga nak", ucap ibu,menyambutku


Ia memelukku dengan penuh kerinduannya dan ia terisak isak dalam pelukanku


"Untung kepala sekolah mau beri izin bu,karena semester sudah dekat", kataku


Aku segera mandi dan berganti pakaian,setelah itu makan.


"Cinta,kemarilah nak,ibu ingin berbicara sesuatu padamu", kata ibu


Kutatap wajah ibu yg sepertinya akan mengatakan sesuatu yg sangat penting


"Ibu ingin mengatakan apa?", tanyaku


"Cinta,kamu masih ingat daniel kan?", ucap ibu


Aku tersentak,feelingku mulai mengatakan jika aku akan dijodohkan.


"Tentu bu,daniel kan saudara sepupuku,ia ponakannya almarhum ayahku", ucapku meyakinkan kata kata ibu

__ADS_1


"Ia baru pulang dari berlayar nak", kata ibu


"Lalu masalahnya apa bu,wajar kan kalau daniel pulang,kan ada orang tuanya", ucapku


Aku mulai tidak senang dan menangkap gelagat yg kurang baik menurutku.


"Cinta,daniel melamarmu,karena sesuai pesan ayahmu,kamu di jodohkan sejak kecil", ucap ibu


"Tidak bu,cinta tak mau di jodohkan", ucapku tegas


"Cinta jangan permalukan ibu nak,ibu sudah menerimanya", ucap ibu,matanya sudah memerah


"Salah ibu,kenapa tidak meminta persetujuan dulu dari cinta", ucspku


Sesak mulai terasa menghimpit bathinku,sungguh aku telah jatuh dalam masalah.


"Cinta pikirkan sekali lagi nak", ucap ibu


"Aku tak perlu memikirkan sesuatu yg menurutku,tidak sesuai hati nuraniku bu",Ucapku


**********


"Cinta,kamu masih ingat aku kan?", ucap seorang cowok yg berdiri tegap didepanku


Aku menatapnya penuh rasa heran,masa iya ini daniel sepupuku,rasanya daniel itu dulunya pendek,gemuk dan hitam,sekarang yg didepanku,sosok bertubuh atletis,wajah yg sangat tampan dan kulitnya yg bersih


"Daniel,kamu kah itu?", tanyaku takjub dengan sosok daniel yg sekarang.


"Betul,kamu cerdas cinta dan masih terlalu cantik,membuatku tak bisa ke lain hati", ucap daniel,dengan rayuan pulau kelapanya.


"Gombal,kebanyakan berpetualang dari hati ke hati yg lain,makanya kamu makin pintar merayu", ucapku


"Sumpah,aku belum pernah pacaran cinta,aku selalu teringat dirimu yg rupanya dijodohkan denganku sejak kita masih kecil", ucap daniel


"Daniel,jangan berpikiran sempit begitu,mending kita cari jodoh yg lain agar keluarga kita makin meluas", ucapku


"Dasar songong cowok ini,apa ia kehabisan stok cewek", ucapku dalam hati


"Tolong jangan kecewakan aku cin", pinta daniel


Matanya menatapku sungguh sungguh,terlihat ia sangat mengharapkan ku terima lamarannya


******


Sementara itu,lara terlihat kurang semangat bekerja ia selalu teringat cinta yg pulang mendadak ke toraja.


"Kok diam terus ra,sepertinya kamu ada masalah?", tanya susandi yg kebetulan meja kerjanya bersebelahan mejaku.


"Cinta mendadak pulang toraja sand,aku khawatir ia akan di jodohkan orang tuanya",ucapku


"Pemikiranmu picik sekali bro,masa iya orang semandiri cinta mau dijodohkan,kalaupun ia menerima perjodohan itu,masih banyak cewek yg antri menunggumu lara", ucap susandi


Tapi kicauan susandi tak kuhiraukan,aku lebih fokus pada Silva yg terus mengamatiku dari jauh,bila ku tatap,ia pura pura mengalihkan pandangannya,saat aku pura pura tak mdlihatnya,maka pandangannya mengarah padaku.


"Silva kenapa ya,dari tadi melihatku,tatapannya aneh lagi", ucapku dalam hati


pikiranku kembali mengembara ke toraja lagi,dimana pujaan hatiku sedang berada disitu.


"Kak lara maafkan aku,aku tak bisa menolak keinginan keluargaku untuk menikahkan ku dengan saudara sepupuku", ucap cinta


Ia seolah berdiri di depanku,mengenakan baju slayer putih


"Kamu tidak sedang bercanda kan cinta?", ucapku


"Tidak kak lara,aku sungguh sungguh", ucap cinta,lalu ia menjauh dariku


"Cintaaaaaa,tungguuu!", teriakku


Tapi cinta semakin menjauh dan hilang tertutup kabut

__ADS_1


"Laraaaa!".tepukan di bahuku menyadarkanku,rupanya aku tengah bermimpi di siang bolong,padahal perasaanku,aku tidak tidur.


"Cinta,apa sebenarnya yg terjadi denganmu?", gumamku


***********


"Cinta bagaimana,menurutmu nak?", tanya ibu lagi


Tapi aku tetap terdiam,aku memilih tak angkat bicara,sungguh keadaan yg buatku tak bisa berkata sedang baik baik saja.


"Ibu hanya ingin yg terbaik buatmu nak", ucap ibu


"Daniel pemuda yg cukup mapan,ia bisa membuatmu bahagia", ucap ibu


"Itu belum tentu bu,kebahagiaan bukan diukur dari kemapaman,karena bahagia tanpa harus banyak materi", ucapku


"Ingat nak,patuhi pesan almarhum bapakmu", kata ibu


***********


Aku jalan jalan menyusuri keramaian di toraja yg mempertontonkan budayanya yg unik,banyak wisatawan mancanegara yg simpang siur mengabadikan moment dengan berfoto.


"Cinta,kamu disini juga ya", kata daniel


Ia rupanya sedang berada di tempat ini juga.


"Iya niel,esok aku harus balik ke tempat tugas lagi",ucapku


"Lalu bagaimana dengan lamaranku cinta,aku ingin kepastianmu",tegas daniel


"Beri aku kesempatan niel", ucap daniel


"Kenapa harus menunggu jika niatmu emang mau terima lamaranku cin,itu alasan yg tidak masuk akal bagiku", ucap daniel


Ia lalu pergi meninggalkanku begitu saja.


********


"Mau kemana cinta?", tanya ibu,saat melihatku pagi pagi sudah siap


"Cinta harus,segera kembali bu,izinku sudah lewat 1 hari", ucapku


"Bagaimana dengan daniel,apa ia sudah tau kepulanganmu", ucap ibu


"Sudah bu", jawabku ringkas.


Mudah mudahan daniel,mengurungkan niatnya menikahiku.


"Cinta,aku takkan melepasmu pergi tanpa memberiku kepastian", ucap daniel


Ia memegang tanganku kuat kuat


"Lepasin niel,sakit!", ucapku


"Beri aku kepatian", ucap daniel .


"Kepastiannya,aku tak mau menerimamu niel,aku tak mencintaimu!", ucapku lantang


Plakk!!


Satu tamparan mendarat di pipiku dari seorang wanita yg selama ini bersikap lembut dan penuh kasih sayang padaku


"Ibuu", ucapku kaget,kupegang pipiki yg perih


"Jangan panggil aku ibu lagi cinta,pergilah!!", ibu mengusirku


Spontan kakiku melangkah keluar dari rumah,terus berjalan ke jalan raya dan menyetop mobil menuju daerah dimana aku ditugaskan sebagai seorang guru .


Hidupku terasa hampa,dan mungkin ke terakhir kalinya ku bisa berada di Negeri atas awan tercinta.

__ADS_1


__ADS_2