Cinta Lara

Cinta Lara
84. Ada apa hubungan Lara dan Andri?


__ADS_3

"Ibu kenalkan ini namanya Om Andri, yang Zahra maksud." Ucap Zahra. "Tapi kayaknya Ibu sudah tahu ya, sama Om andri?"


"Ibu? Maksudnya, dia Ibu yang kamu maksud?" Tanya Andri.


"Iya Om, dia Ibuku." Jawab Zahra. " Tapi kayaknya Om kenal sama Ibu ya?" Tanya Zahra.


"Tentu saja kenal sayang, dia teman masa SMA dulu." Ucap Andri.


"Iyakah begitu Ibu?" Tanya Zahra.


"Iya sayang." Jawab Lara sambil tersenyum terhadap Zahra.


"Apa kabar Lara? Senang bisa ketemu sama kamu lagi. Setelah sekian lama kita tidak ketemu." Ucap Andri.


"Baik kok Ndri. Iya." Jawab Lara.


"Ternyata kamu tidak pernah berubah Lara dari dulu, kamu semakin cantik." Ucap Andri.


Lara pun hanya tersenyum tanpa membalas perkataan Andri.


"Apakah dia anak kamu?" Tanya Andri basa basi.


"Tentu saja, dia memang anak aku kok." Jawab Lara.


"Ibu, ternyata disana ada tempat bermainnya. Bolehkan Zahra main dulu disana?" Tanya Zahra.


"Tentu saja, boleh kok sayang." Jawab Lara.


"Asyik, terima kasih Ibu. Ya sudah Zahra mau kesana dulu ya Bu."


"Iya silahkan Nak." Jawab Lara.


Dengan segera Zahra pun, berjalan menuju tempat bermain. Dan kini hanya ada Lara dan Andri berdua.


"Lara?" Panggil Andri yang kini sedang duduk di kursi berhadapan dengan Lara.


"Iya kenapa Ndri?" Tanya Lara.


"Kamu bilang, kalau Zahra anak kamu?" Tanya Andri.


"Iya, emang dia anak aku kok, walaupun sebenarnya dia bukan anak kandung aku.Tapi saya sudah menganggap dia sebagai anakku." Jawab Lara.

__ADS_1


"Begitu ya. Kasihan sekali nasibmu Lara." Andri sambil menatap Lara.


"Maksud kamu apa berbicara begitu?" Lara sambil menatap Andri.


"Iya kasihan saja sama kamu, harus di madu. Dan kok kamu mau maunya ya di duakan oleh suamimu." Sindir Andri.


"Kamu tahu dari mana, tentang semua itu?" Tanya Lara merasa terkejut saat Andri mengetahuinya.


"Ya tentu saja dari Zahra. Dia menceritakan semuanya sama saya, walaupun saya tidak meminta Zahra untuk menjelaskan semuanya." Ucap Andri.


"Lagian itu urusan pribadiku, jadi kamu jangan ikut campur dalam rumah tanggaku." Ucap Lara sambil menatap Andri.


"Lara, saya cuma kasihan saja sama kamu. Kenapa kamu tidak ceraikan saja suamimu? Dan kita bisa bersama lagi seperti dulu, saya juga mau kok menikahi kamu." Ucap Andri.


"Sudahlah Andri, yang lalu biar berlalu jangan kamu ungkit lagi. Lagian saya tidak mungkin bisa bersama kamu lagi. Karena saya tidak memiliki perasaan apa apa lagi terhadap kamu Andri!"


"Iya itu kamu. Tapi bagi aku, kamu adalah wanita satu satunya yang sangat berarti dalam hidupku Lara. Ternyata susah ya mencari wanita yang setia, pengertian dan jujur sepertimu Lara." Ucap Andri.


"Sudah cukup Andri. Aku yakin disana masih banyak wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. Jadilah jangan menyerah mendapatkan wanita yang sesuai tipemu."


"Tapi Lara, aku tidak bisa Lara. di hatiku, cuma ada kamu. Cuma menginginkan kamu. Dan aku menyesal telah mensia siakan kamu Lara. Ternyata kamu begitu berarti dalam hidupku Lara." Andri sambil memegang tangan Lara.


"Andri, kamu itu apa apaan sih. Aku ini sudah menikah. Jadi tidak mungkin kita bisa kayak dulu lagi. Sudahlah Ndri, kamu jangan terlalu berharap kalau aku bakal bersama kamu lagi." Lara sambil menghempaskan tangan Andri dengan kasar. Kemudian pergi meninggalkan Andri dan berjalan menghampiri Zahra yang kini, sedang asyik bermain.


"Loh kok cepat banget pulangnya Bu? Lagian Zahra masih betah disini Bu."


"Tapi lama lama disini, tidak baik sayang. Kan kamu masih sakit. Nanti kalau kamu sudah sembuh, bisa mau main sepuasnya juga." Ucap Lara.


"Baiklah kalau begitu Bu."


"Ya sudah, ayo kita pulang Bu." Ajak Lara sambil mengais Zahra dipangkuannya.


"Bu boleh enggak, Zahra pingin main ke kantor Ayah." Ucap Zahra.


"Emangnya Zahra mau ngapain ketemu sama Ayah?" Tanya Lara.


"Pingin main saja Bu ke kantor Ayah, sekalian makan siang bersama Ayah. Soalnya Zahra pingin merasakan lagi makan bertiga dengan Ibu dan Ayah." Jawab Zahra.


"Mmz.... baiklah kalau begitu. Ibu akan mengabulkan permintaanmu."


"Asyik, makasih Bu." Ucap Zahra.

__ADS_1


"Sama sama sayang. Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil." Ajak Lara saat sudah sampai di mobil miliknya.


Kemudian Zahra dan Lara pun, pergi meninggalkan taman kota tersebut dan pergi berjalan menuju kantor suaminya.


'Ternyata dia penyayang sama anakku. Lara kamu belum tahu ya, kalau Zahra itu anakku. Ini kesempatan bagus untuk bisa ketemu Lara setiap hari, kalau nanti semua tahu kalau saya, Ayahnya Zahra' ucap andri tersenyum penuh arti. Sambil menatap mobil Lara yang kini semakin menjauh.


***jangan lupa kasih likenya ya kakak.


***sekalian mau promo nih\, karya punya temanku yang kece badai dengan cerita novelnya sangat menarik dan bikin baper. Yuk mampir dan intip karyanya.


Judul: Stuck Marriage (Season 1&2)


Karya; Tyatul


Season 1


Rencana menyelamatkan diri dari musuh keluarganya membuat Ariana Delta terjebak dalam ikatan pernikahan dengan seorang sopir taksi bernama Alex Bara.


Setelah terbiasa hidup bersama membuat benih benih cinta diantara mereka tumbuh.


Ariana dan Alex memiliki rahasia yang tak diketahui masing masing. Hingga kebenaran terungkap, apakah keduanya tetap bisa saling mencintai?


Season 2


Menceritakan kisah anak pertama Ariana dan Alex siapa lagi kalau bukan Albian Ivander Bara dengan segala pesonanya.


Judul: Stuck Marriage (Season 1&2)


Karya; Tyatul


Season 1


Rencana menyelamatkan diri dari musuh keluarganya membuat Ariana Delta terjebak dalam ikatan pernikahan dengan seorang sopir taksi bernama Alex Bara.


Setelah terbiasa hidup bersama membuat benih benih cinta diantara mereka tumbuh.


Ariana dan Alex memiliki rahasia yang tak diketahui masing masing. Hingga kebenaran terungkap, apakah keduanya tetap bisa saling mencintai?


Season 2


Menceritakan kisah anak pertama Ariana dan Alex siapa lagi kalau bukan Albian Ivander Bara dengan segala pesonanya.

__ADS_1



__ADS_2