
"Mas Viko, Lara? Tenyata kalian ada disini juga ya." Ucap Vani sambil berjalan menghampiri suaminya dan Lara.
"Vani, sekarang katakan kamu dengan jujur. Zahra itu anak siapa?" Tanya Viko sambil berbicara datar.
"Kamu itu apaan sih Mas, kenapa menanyakan seperti itu. Tentu saja, Zahra itu anak kamu Mas." Jawab Vani.
"Vani, sekali lagi aku bicara sama kamu. Zahra itu anak siapa hah?" Tanya Viko sambil menatap tajam Vani.
"Ya ampun Mas, aku sudah bilang sama kamu Mas. Kalau Zahra itu anak kamu Mas. Kenapa Mas Viko malah bertanya seperti itu hah? Mas Viko tidak percaya kalau Zahra anak kamu iya hah?" Vani membalas tatapan tajam suaminya.
"Kamu bilang, Zahra anak saya hah? Nih coba kamu lihat." Viko sambil memberikan selembar kertas putih kepada Vani.
"Apa ini Mas?" Tanya Vani.
"Coba saja kamu lihat sendiri." Jawab Viko.
Lalu dengan segera Vani pun membukakan kertas tersebut dan betapa terkejutnya saat melihat apa yang di lihatnya.
"Kenapa kamu membohongiku hah? Dan kenapa kamu tidak bilang, kalau Zahra itu bukan anakku Vani!" Bentak Viko kepada Vani dengan penuh amarah.
"Mas, aku bisa jelasin Mas. Kalau-" ucapan Vani terputus saat Viko memotong pembicaraannya.
"Sudahlah Vani, cukup! Kamu tidak perlu menjelaskan apalagi Vani. Dan semuanya sudah jelas Vani, ternyata selama ini kamu telah membohongiku." Ucap Viko.
__ADS_1
"Mas, aku minta maaf Mas. Dan asal mas tahu, aku melakukan semua ini agar aku bisa hidup bersamamu selamanya. Kalau tidak aku melakukan rencana ini, mungkin kamu tidak akan terus bertahan denganku. Dan bakal menceraikanku. Sungguh sakit Mas hatiku. Mas lebih percaya dan sayang sama Lara, tapi tidak denganku yang sudah banyak membantu dari perusahaanmu yang hampir bangkrut Mas." Vani sambil meneteskan airmatanya.
"Tapi caramu itu salah Vani, kamu tidak seharusnya membohongiku dengan seperti itu. Aku benar benar kecewa sama kamu Vani. Selama ini aku bertahan denganmu demi Zahra. Tapi maafkan aku, mungkin aku tidak bisa bersamamu kembali dan aku ingin kita bercerai!" Ucap Viko sambil menatap Vani.
"Apa?" Vani merasa terkejut dengan ucapan suaminya. "Tidak Mas, aku tidak mau Mas! Kenapa sih Mas demi perempuan mandul ini, kamu ingin menceraikanku hah?"
"Jaga, ucapanmu Vani. Kamu bilang, Lara mandul? Kata siapa Vani, justru sekarang Lara sedang mengandung anakku." Ucap Viko.
"Apa?" Vani dan Bu Ria merasa terkejut dengan ucapan Viko.
"Apakah benar Lara, apa yang dikatakan Viko kalau kamu lagi hamil Lara?" Tanya Bu Ria sambil menatap menantunya.
"Iya Bu." Jawab Lara sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Ya ampun sayang, ini sungguh keajaiban yang luar biasa. Padahal dokter sudah memvonis kamu tidak akan hamil. Tapi apalah kalau Sang Maha Kuasa sudah menghendaki. Selamat sayang." Ucap Bu Ria sambil memeluk Lara.
"Tidak, ini tidak mungkinkan? Bagaimana bisa Lara bisa hamil. Sungguh mustahil bagiku. Lagian kalau mandul, ya tetap saja mandul, jangan mengada- ngada." Gerutu Vani sambil menatap sinis Lara.
Plakk' satu tamparan mengenai pipi kanan Vani.
"Jaga mulutmu Vani! Kamu jangan bicara seenaknya. Mulai hari ini juga, kita akan bercerai!" Ucap Viko.
"Kenapa demi wanita itu, kamu tega menceraikan aku Mas? Lagian aku melakukan ini, karena aku merasa iri sama Lara! Kamu begitu perhatian, sayang bahkan selalu mempertahankan Lara. Tapi kenapa dengan aku, kamu malah sebaliknya hiks hiks." Vani tiba tiba menangis.
__ADS_1
"Dan asal kamu tahu Vani, perusahaanku dulu bangkrut karena ulah Ayahmu sendiri yang sengaja membuat perusahaanku bangkrut! Makanya Ayahmu mau membantuku dan sengaja menjodohkan kamu dan aku agar menikah." Ucap Viko.
"Tidak Mas, ini tidak mungkin. Ayahku tidak mungkin seperti ini Mas." Vani benar benar tidak percaya kalau mendiang Ayahnya melakukan seperti itu.
"Kalau tidak percaya, ini buktinya." Viko sambil memberikan bukti bukti dan video cctv kepada Vani.
Deg. Vani pun merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Ayahnya. Bagaimana bisa, Ayahnya melakukan itu tanpa Vani ketahui. Lagian kenapa juga Ayahnya dulu harus menjodohkan Vani dan Viko yang sudah beristri, walaupun Vani sebenarnya sudah jatuh cinta sama Viko waktu dulu.
Namun tiba tiba datanglah Zahra, menghampiri mereka dengan memakai kursi roda di temani oleh Bi Sri.
"Ibu...." panggil Zahra kepada Lara.
"Zahra?" Ucap Lara merasa terkejut dengan keadaan Zahra.
Bersambung....
***** jangan lupa kasih likenya ya kakak dan terima kasih yang sudah mampir.
****
Izin promo nih kak, dari karya teman saya yang sudah senior nih. Pastinya ceritanya seru dan bikin kita baper. Jangan lupa, kita kepoin yuk karyanya
Nama author : Black Rose.
__ADS_1
Judul karya: The ugly Duckling