Cinta Lara

Cinta Lara
56. Terima kasih Lara.


__ADS_3

Mereka pun kini sudah sampai disebuah Mall terkenal.


"Ya sudah yuk Lis, kita keluar." Ajak Lara.


"Siaplah," jawab Lisa sambil membuka saltbeltnya. Lalu keluar dari mobilnya.


Lara dan Lisa pun sedang berjalan menuju sebuah Mall yang kini ramai banyak pengunjung.


"Wah ramai benar ya, tuh lihat bagus banget bajunya Lara," ucap Lisa sambil menatap baju tersebut.


"Kamu mau baju itu?" Tanya Lara.


"Ya maulah kalau ditraktir hehe," ucap Lisa sambil cengengesan.


"Ya sudah ambil sajalah kalau mau," ucap Lara.


"Serius?" Tanya Lisa dengan mata berbinar.


"Heem," jawab Lisa.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih." Jawab Lisa lalu berjalan menuju baju yang dimaksud.


Lara pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat ulah Lisa lalu berjalan mengikuti Lisa.


"Lihat nih Lara bahannya saja lembut banget, dan modelnya sangat bagus," ucap Lisa yang kini sedang memegang baju tersebut.


"Ya sudah ambil saja," ucap Lara.


"Oke, eh tidak jadi deh beli bajunya hehe," ucap Lisa cengengesan.


"Loh kenapa tidak jadi Lisa?" Tanya Lara.


"Harganya Lara, coba kamu cek wow banget," bisik Lisa. Lalu Lara pun dengan segera mengeceknya.


"Tidak masalah, ambilah." Ucap Lara sambil mengambil baju tersebut lalu meletakannya di tangan Lisa.


"Tapi-"


"Sudah ayo kita jalan ke kasir, kita kasih baju itu ke kasirnya dulu." Ucap Lara memotong pembicaraan Lisa dan mendorong tubuh Lisa.


"Emangnya kamu banyak uang ya?" Tanya Lisa.


"Banyak kok makanya suruh kamu ambil itu baju," ucap Lara.


"Nih Mbak bajunya," ucap Sang kasir. Lalu Lara pun mengambilnya sambil mengulurkan uangnya.

__ADS_1


"Terima kasih. Nih Lis ambil bajunya," ucap Lara.


"Terima kasih ya Lara. Nanti saya janji kalau punya uang bakal saya gantiin kok," ucap Lisa.


"Sudahlah Lisa tidak apa apa kok, aku ikhlas kok ngasih buat kamu." Ucap Lara sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau gitu, terima kasih ya." ucap Lisa.


"Iya Lisa." Jawab Lara sambil tersenyum.


"Sekarang mau kemana lagi nih?" Tanya Lisa.


"Kesana yuk," jawab Lara sambil menunjuk tempat tersebut dimana ada acara festival.


"Boleh tuh," jawab Lisa. Lalu mereka pun berjalan menuju ke tempat tersebut.


1 jam sudah mereka berada di tempat tersebut. Dan kini mereka berencana untuk nonton bioskop.


"Kamu tahu kan film drakor yang lagi viral sekarang Lis?" Tanya Lara.


"Tentu saja tahu, ini orang sudah tua tapi jiwanya masih muda ya masih suka nonton drakor segala," ucap Lisa.


"Ya ampun Lisa kurang ajar banget ya aku dibilang sudah tua. Wajah secantik gini dibilang tua hah?" Ucap Lara sambil menatap tajam Lisa.


"Tapi tidak lucu tahu bercandanya ah, ya sudah kita jalan ke bioskop nanti keburu banyak orang nyerbu tuh," ucap Lara.


"Siap, ayo kita jalan." Jawab Lisa.


.


.


"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Hendra yang sudah mau bekerja sama dengan Saya." Ucap Viko sambil menjabatkan tanggannya.


"Iya Pak Viko, saya juga senang banget bisa bekerja sama dengan Anda." Ucap Hendra sambil membalas jabatan tangan Viko.


"Ya sudah karena pertemuan kita sudah selesai, maka saya permisi ya Pak Viko untuk pulang," pamit Hendra sambil tersenyum.


"Iya silahkan hati hati dijalannya ya Pak Hendra." Ucap Viko.


"Iya terima kasih Pak Viko." Ucap Hendra sambil berlalu pergi meninggalkan pak Viko dan berjalan menuju parkiran mobil.


"Sekarang kita mau kemana Pak?" Tanya Edo.


"Pulang sajalah Do, saya sudah tidak tahan pingin beristirahat kepalaku sedikit pusing Do." Ucap Viko sambil menatap Edo dan memijit kepalanya yang pusing.

__ADS_1


"Pak Viko sakit?" Tanya Edo.


"Tidak Do, cuma kepalaku sedikit pusing." Jawab Viko.


"Ya sudah kita pulang saja kalau begitu Pak." Ucap Edo.


"Heem," jawab Fattan datar.


Kini mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan berjalan menuju parkiran mobil tapi harus melewati tempat bioskop tersebut.


.


.


"Lara ayo cepatan jalannya, tuh lihat mulai banyak orang berdatangan menuju bioskop nanti kita tidak bisa nonton bioskop paling depan dong," ucap Lisa yang kini berjalan duluan.


"Iya bentar Lisa napa sih," ucap Lara sambil berjalan menyusul Lisa yang berjalan duluan.


Namun tiba tiba dengan tidak sengaja Lara menubruk seseorang dari berlawanan arah hingga hampir terjatuh karena disaat itu juga lantainya terasa licin.


"Ahhh... " teriak Lara.


Lalu seseorang yang tadi tertubruk olehnya membantu menahan tubuh Lara agar tidak jatuh kebawah. Kini mata hitam mereka saling menatap satu sama lain. Dan kini mereka pun tersadar ternyata mereka saling mengenal.


"Lara?"


"Mas Viko?"


Ucap Lara dan Viko bersamaan. Lalu dengan sigap Lara segera berdiri lalu menarik tangan Lisa untuk pergi dari tempat tersebut.


"Lisa ayo kita pergi dari sini," ucap Lara sambil menarik tangan Lisa dan barlari.


"Lara jangan Lari, tunggu Saya Lara!!" Teriak Viko sambil mengikuti langkah Istrinya.


Namun Lara tidak memperdulikan perkataan Viko, dia memilih terus berlari menghindari suaminya.


"Do ayo kita terus ikuti Lara, jangan sampai kita kehilangan jejak dia Do," ucap Viko sambil terus berlari mengejar Lara.


.


.


Jangan lupa ya tinggalkan jejak, kasih like, comen dan


ย Votenya juga ya Kak. Karena dukungan Kakak sangat berarti . Maaf banyak typo dan masih berantakan nulisnya. Dan Terima kasih sudah mau mampir dikaryaku .๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2