Cinta Lara

Cinta Lara
90.Rencana Vani dan Andri.


__ADS_3

Di tempat lain.


"Gimana Om, sudah tidak sakit perut lagi kan?" tanya Zahra saat Andri berjalan menghampiri dirinya.


"Tidak sayang. Asyik benar yang dari tadi main barbie."


"Tentu saja Om, apalagi tadi main sama Bibi makin seru mainnya," jawab Zahra.


"Sekarang, Bibi kemana?" tanya Andri.


"Lagi ke dapur dulu Om, katanya sebentar lagi mau nyiapin untuk makan malam Om," jawab Zahra.


"Oh gitu ya." Jawab Andri.


"Oya Om bentar ya, Zahra mau ke kamar dulu mau ganti baju dulu," ucap Zahra.


"Iya silahkan sayang." Jawab Andri.


Kemudian, Zahra pun berjalan menuju kamar. Tiba-tiba datanglah seseorang, berjalan menuju ballroom. Betapa terkejutnya Vani, saat mengetahui ada Andri disana.


"Andri?" Vani, merasa terkejut.


"Hei Vani," panggil Andri.


"Kamu mau ngapain disini hah? Kamu ini, benar-benar gila ya. Kalau semua orang tahu, kamu adalah ayahnya Zahra gimana hah?" Vani berjalan menghampiri Andri dan berbicara pelan.


"Loh, emangnya kenapa Vani? bukannya itu bagus ya."


"Tapi ini bukannya waktu yang tepat, untuk kasih tahu mereka," Vani merasa kesal.


"Lagian, mereka sudah pada tahu kok kalau aku, Ayahnya Zahra," ucap Andri.


"A-apa?" Vani merasa terkejut. "Yang benar saja, kalau bicara. Emangnya sejak kapan mereka tahu hah?" Vani sambil menatap tajam Andri.

__ADS_1


"Tadi siang di restoran. Saya langsung kasih tahu saja mereka. Lagian percuma kita sembunyiin Vani, yang akhirnya mereka pasti bakal tahu," ucap Andri.


Deg. tiba-tiba jantung Vani pun merasa lemah. Kini Vani langsung duduk di sofa.


"Kamu itu, benar-benar tidak mengerti perasaan saya ya Andri." Vani merasa kecewa.


"Justru aku mengerti dengan perasaan kamu Vani. Makanya, aku datang kesini dan meminta untuk tinggal disini. Sekaligus, kita menjalankan rencana."


"Rencana? Maksudnya?" tanya Vani merasa tidak mengerti.


"Kamu, begitu sangat mencintai Viko. Aku pun sama mencintai Lara. Jadi apa salahnya, kita membuat mereka berpisah," ucap Andri.


"Aku setuju dengan rencanamu, Andri. Tapi, tunggu dulu! Bagaimana bisa, kamu langsung mencintai Lara? Bukannya, kamu baru ketemu dia."


"Asal kamu tahu, Lara adalah mantan kekasih saya dulu, dia adalah orang yang aku cintai dan sayangi," jawab Andri.


"Yang benar saja, kalau Lara itu ... , tapi baguslah kalau begitu," ucap Vani.


"Jadi gimana? Kita sepakatkan, untuk menjalani rencana kita," tanya Andri.


"Baguslah kalau begitu."


Lihat saja Viko, Lara, dengan rencana kita. Jika aku tidak bisa memiliki Mas Viko, jangan harap kamu, Lara bisa memilikinya. Aku akan membuat kalian, agar tidak bisa bersatu kembali dan akan membuat hubungan kalian hancur batinVani sambil tersenyum penuh arti.


"Ya sudah, kalau begitu aku mau ke kamar dulu." Ucap Vani.


"Iya, silahkan." Jawab Andri.


Kemudian Vani pun, berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.


Tiba-tiba datanglah Bu Ria, yang kini sedang berjalan menuju ballroom.


"Maaf, anda siapa ya? Apakah anda temannya Viko?" tanya Bu Ria.

__ADS_1


"Saya Andri, iya bisa dibilang gitu Bu. Tapi lebih tepatnya saya, Ayahnya Zahra," ucap Andri.


"A-apa?" Bu Ria merasa terkejut dan syok saat mendengar ucapan Andri sambil memegang dada nya. Kemudian duduk di kursi.


"Ibu, baik-baik sajakan?" tanya Andri merasa khawatir sambil berjalan menghampiri Bu Ria.


"Iya, saya baik-baik saja kok. Saya tidak salah dengarkan dengan ucapanmu." tanya Bu Ria, sambil menatap Andri.


"Tidak Bu, lagian emang benar. Kalau Zahra itu anak saya." Jawab Andri.


Kemudian Bu Ria pun, menarik napas dan mengeluarkan dengan pelan-pelan.


"Jadi, Zahra itu hasil hubungan kamu dengan Vani gitu?" tanya Bu Ria.


"Iya benar Bu." Jawab Andri.


"Terus, ngapain kamu disini? Mending kamu, bawa pulang saja Vani untuk tinggal bersamamu."


"Saya disini, sengaja agar Zahra nanti bisa langsung menerima saya, kalau Zahra tahu siapa Ayahnya yang sebenarnya. Tidak mungkin kasih tahu langsung begitu saja. Butuh waktu untuk mengatakan semuanya kepada Zahra Bu. Jadi tidak apa-apa kan Bu, saya tinggal disini sementara?" mohon Andri sambil menatap Bu Ria.


***


Mau promosi lagi nih, karya teman saya yang ceritanya bikin baper dan bikin menguras emosi. yuk mampir ke karya.


Judul : Ranjang Tuan Lumpuh


Author : Kay_21


Rate : 22++


Demi dendam, demi meluapkan segala amarah dan rasa sakitnya. Aishe, gadis yang tidak mengenal fashion, rela melakukan apapun demi balas dendamnya. Mengirim tunangan yang sudah membunuhnya merasakan neraka tingkat ke-7.


Novel dari karangan Kay_21 dengan judul Ranjang Tuan Lumpuh, akan menghadirkan kisah seru yang tidak dapat ditebak kelanjutannya.

__ADS_1



__ADS_2