Cinta Lara

Cinta Lara
Eps.27


__ADS_3

"Selamat malam semuanya?" Ucap Levi yang tiba tiba datang mendekati Kakaknya dan Kakak Iparnya yang sedang duduk di ruangan tivi.


"Malam juga." Jawab Lara sambil menatap adik iparnya.


"Gimana kabarnya keponakku Kak? Baik baik sajakan Kak?" Tanya Levi sambil mengusap perut rata Kakak Iparnya.


"Baik baik saja kok Levi." Jawab Lara.


"Syukurlah Kak." Ucap Levi tersenyum


"Oya gimana tadi melamar kerjanya, apakah diterima bekerja?" Tanya Lara pada Adik Iparnya.


Lalu Levi pun tidak menjawab pertanyaan Lara. Dia hanya memandang Lara dan Viko dengan tatapan susah di artikan.


"Kenapa kamu menatap Kakak begitu hah? Pasti enggak diterima kerja kan? Kan Kakak sudah bilang kamu enggak bakal diterima bekerja apalagi kamu anak manja kesayangan Ibu, mana mau mereka menerimamu." Ucap Viko menatap Adiknya.


"Mas tidak boleh bicara begitu, lagian dia adik Mas sendiri. Harusnya Mas itu kasih suportt sama dia bukannya malah bicara begitu." Ucap Lara sambil menatap gemas karena ulah suaminya.


"Iya apa yang dikatakan Kak Lara harusnya sih begitu. Tapi ini punya Kakak malah nyebelin banget deh. Kayaknya tidak suka banget kalau adiknya punya pekerjaan dan punya penghasilan sendiri." Ucap Levi menatap sinis Viko.


"Kalau bicara tuh jangan suka ngawur lev. Malahan Kakak senang kamu punya pekerjaan dan penghasilan sendiri jadi tidak menyusahkan Kakak sama Ibu dan Ayah." Ucap Viko tersenyum.

__ADS_1


"Mass.. " Ucap Lara sambil menatapnya lalu mencubit pinggang suaminya.


"Aww.. sakit Sayang, tega banget sih sama Mas main cubit saja." Gerutu Viko.


"Haahaha... Rasain Loh Kak, makanya jangan macam macam sama Levi. Sekarang bakal ada yang membela Levi disini ketika Ibu masih diluar kota." Ucap Levi tertawa terbahak bahak.


"Oh.. ternyata kalian rupanya kerja sama sekarang iya. Tega benar kamu sayang mau saja di ajak kerja sama dia. Emangnya dibayar berapa sama dia hah?" Tanya Viko pura pura marah.


"Apaan sih Mas kalau bicara. Lagian Levi tuh sudah dianggap seperti adikku sendiri. Jadi tidak salah dong Lara membela adik Mas." Ucap Lara sambil menatap suaminya.


"Iya tau tuh Kak Viko." Ucap Levi merasa kesal.


"Iya Sayang tidak salah kok. Lagian tadi Mas cuma bercanda. Mas sangat bersyukur kamu sudah menganggap Levi, Ibu, Ayah sebagai keluarga kamu sendiri." Ucap Viko.


"Mas sangat beruntung banget sayang, dapat Istri yang pengertian dan bisa menerima dan menyanyangi Mas." Ucap Viko sambil mencium lembut pucuk rambut Istrinya.


"Iya Mas." Ucap Lara.


Ehmzz.. " Sudah belum nih romantis romantisannya? Levi gerah nih." Ucap Levi sambil menatap Kakaknya dan Kakak iparnya.


"Eh iya Kakak lupa disini ada bocah loh sayang." Ucap Viko sambil menatap adiknya.

__ADS_1


"Ih kak Viko jahat banget deh ngatain bocah mulu." Teriak Levi sambil melemparkan bantal kursi lalu dengan sigap Viko menangkapnya.


"Sudah, sudah kalian ini iya. Oya Lev tadi kamu belum menjawab pertanyaan Kakak loh?" Ucap Lara.


"Eh iya Levi juga sampai lupa Kak hehehe. Jadi sebenarnya Levi ini taraaaaa.." Ucap Levi sambil memperlihatkan Id Card perusahaan.


"Seriusan ini Levi?" Tanya Lara.


"Heem serius Kak!" Jawab Levi.


"Syukurlah kalau begitu. Akhirnya benar benar iya apa yang kamu inginkan." Ucap Lara tersenyum pada Adik Iparnya.


"Sekarang Kak Viko sudah lihat kan barusan hah?" Ucap Levi sambil menatap Kakaknya.


"Iya, iya Kakak sudah lihat kok. Hoamm.. Ngantuk nih sayang, tidur yuk?" Ajak Viko.


"Mas saja duluan, Lara temanin dulu Levi nonton tivi, kasihan dia sendirin nontonnya." Ucap Lara.


"Sudahlah sayang, kamu tuh harus banyak istirahat kasihan Baby kita kalau di ajak bergadang sama dia." Ucap Viko sambil menatap Adiknya.


"Iss, lagian siapa lagi yang bergadang hah? Levi juga besok harus kerja dan mau tidur sekarang. Oya Kak Lara, Levi duluan iya masuk ke kamar." Ucap Levi sambil berlalu pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


"Kamu sih Mas, bicara suka kemana saja. Lihatkan adikmu jadi marahkan." Ucap Lara sambil menatap Adik Iparnya yang sudah menjauh.


__ADS_2