Cinta Lara

Cinta Lara
71. Merasa terkejut.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti biasa Lara selalu mengajarkan tentang ilmu ilmu yang pernah di ajari semasa disekolahnya dan semasa kuliahnya. Lara pun sangat bersyukur karena selama mengajarnya selalu direspon baik oleh anak anak panti asuhan.


Lalu datanglah seseorang menghampiri Lara.


"Hei Lara, selamat pagi." Ucap Raffi yang kini tiba tiba datang berjalan menghampiri Lara.


"Eh Pak Raffi, ternyata ada disini juga ya." ucap Lara merasa tidak percaya.


"Iya Lara. Kebetulan ada rezeki nih buat anak anak. Lumayanlah walaupun buat isi perut juga." Ucap Raffi sambil menatap anak anak panti asuhan.


"Alhamdulilah Pak Raffi dermawan sekali, semoga saja kebaikan Pak Raffi dibalas semua sama yang maha kuasa." Ucap Lara sambil menatap Lara.


"Aamiin.. oya anak anak siapa yang mau makanan?" Tanya Raffi sambil menatap anak anak panti asuhan.


"Saya Pak." Jawab semua anak panti asuhan.


"Ya sudah, makanannya bisa di ambil di Pak Zamzam di depan." Ucap Raffi.


"Dan kalian harus ingat, jangan saling berebutan dan ngambil makanannya berbaris iya biar rapih." Ucap Lara.


"Baik Kak." Jawab anak anak panti asuhan.


"Ya sudah kalian silahkan ambil makanannya." Ucap Raffi.


Lalu para anak anak pun, mengambil makanan yang diberikan oleh Raffi dari Pak Zamzam, sang sopirnya.

__ADS_1


"Oya Pak Raffi kesini sendirian saja nih?" Tanya Lara.


"Iya Lara. Emangnya kenapa?" Tanya Raffi.


"Tidak kenapa napa kok Pak Raffi.  Oya Levi kemana ya pak, tidak ikut juga kesini?" Tanya Lara.


"Kebetulan hari ini Levi tidak masuk kerja, katanya Levi sakit." Ucap Raffi sambil menatap Lara.


"A-apa Levi sakit? Bagaimana bisa, kemarin baik baik saja." Ucap Lara merasa cemas.


"Saya juga tidak tahu Lara. Oya kamu sekarang tinggal disini ya?" Tanya Raffi.


"Eh iya Pak, maaf ya saya permisi dulu." Ucap Lara mengalihkan pembicaraan Raffi.


"Lara, kamu jangan beralasan. Kamu jawab dulu pertanyaan saya!" Ucap Raffi sambil menahan dan menarik lengan Lara.


"Terus apa urusannya dengan kamu hah? Kamu, tidak perlu ikut campur urusan pribadi saya!" Ucap Lara sambil menatap Raffi.


"Maksudnya?" Tanya Lara merasa tidak mengerti.


"Iya, saya tahu kalau kamu tinggal disini karena suamimu punya wanita lain kan?" Ucap Raffi sambil melepaskan lengan yang tadi dipegangnya.


"Dari mana kamu tahu semua ini?" Tanya Lara.


"Dari Levi. Dia memberitahu semuanya tentang hubungan kamu dan suami kamu." Raffi sambil menatap Lara.


"Terus kalau kamu sudah mengetahuinya, apa yang akan kamu lakukan hah?" Tanya Lara  sambil menatap Raffi.

__ADS_1


"Ya pastinya saya hanya ingin memberikan kamu semangat saja Lara. Kamu wanita kuat dan pasti bisa melewati semua ini." Ucap Raffi.


"Tapi kenyataanya tidak seperti Pak. Saya lemah yang tidak sudi harus diduakan Pak. Apalagi.. " Lara tidak melanjutkan perkataanya karena begitu berat untuk mengungkapkannya.


"Apalagi apa Lara? Kenapa kamu tidak melanjutkan ucapanmu." Tanya Raffi.


"Apalagi saat mengetahui kalau Zahra ternyata anakknya istri keduanya Suamiku." Ucap Lara.


"Maksudnya?" Tanya Raffi benar benar tidak mengerti.


"Anak yang selalu saya antar kesekolahan itu bukan anakku. Tapi itu anak istri kedua suamiku." Ucap Lara sambil berjalan menuju kursi kemudian duduk.


"Jadi selama ini, kamu merasa dibohongi dong sama suamiku kamu." Ucap Raffi.


"Iya Pak." Ucap Lara sambil menganggukan kepalanya.


"Keterlaluan sekali dia. Lalu kenapa kamu tidak mencerikan saja suami kamu?" Tanya Raffi.


"Tidak bisa Pak. Saya sungguh tidak bisa Pak." Ucap Lara sambil meneteskan airmatanya.


"Kenapa Lara? Jika memang kamu merasa tersiksa dan tidak rela harus harus berbagi. Apa salahnya ceraikan saja dia." ucap Raffi sambil mengusap airmatanya.


"Tapi itu sangat sulit untukku Pak. Apalagi.." ucapan Lara terhenti saat seseorang memanggil dirinya.


"Lara?" Panggil seseorang.


Lalu Lara pun dengan segera melihat ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya siapa yang memanggil dirinya.

__ADS_1


Lalu seseorang tersebut mengahampiri Lara dan Raffi. Dan tiba tiba seseorang tersebut menatap tajam Raffi kemudian satu pukulan mendarat mengenai bibir bawah Raffi.


Buughk... satu pukulan mendarat mengenai bibir bawah Raffi. Lalu keduanya kini saling menatap tajam satu sama lainnya dengan tatapan yang susah di artikan.


__ADS_2