Cinta Lara

Cinta Lara
64. Mencari Lara part 2


__ADS_3

Arrgh.... Kenapa harus terjadi seperti ini lagi, aku benar benar pusing dan lelah bila harus seperti ini. Andai saja waktu bisa berputar lagi dan aku tidak akan mau menerima bantuan dari Papih Rudy bila harus menikah dengan Vani. Biarkan saja dulu rumahku dijual buat bayar biaya Lara waktu di rumah sakit, dari pada kenyataannya harus seperti ini. Aku benar benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan sekarang, aargghh.... teriak Viko benar benar pusing dan kini masih menyetir mobilnya menuju rumah Lisa.


Kini mobil yang dikendarai Viko pun sudah sampai dirumah Lisa, dengan segera Viko pun keluar dari mobilnya dalam berjalan menuju rumah Lisa.


Tok.. tok.. tok.. suara mengetuk pintu. Dengan segera Lisa pun membuka pintunya.


"Pak Viko?" Ucap Lara merasa terkejut dengan kehadiran Suaminya Lara.


"Maaf ya, Pak Viko ada apa ya kesini?" Tanya Lisa tanpa basa basi.


"Dimana Lara? Apakah dia ada disini?" Tanya Viko terhadap Lisa.


"Maksud Pak Viko apa? mengapa tiba tiba menanyakan Lara." Ucap Lisa yang kini merasa bingung.


"Kalau orang lagi nanya bukan balik nanya lagi, tapi jawablah pertanyaanku itu!" Viko merasa kesal.


"Lagian mau jawab apa Pak Viko, saya benar benar tidak tahu Lara dimana dan lagian Lara tidak ada disini kok Pak Viko." Jawab Lisa sambil menatap Viko.


"Kamu jangan bohong Lisa, aku yakin pasti  Lara ada di dalamkan hah?" Ucap Viko sambil menerobos masuk ke dalam rumah Lisa.


Yaealah itu orang tidak percayaan lagi kalau Lara tidak ada di dalam. Lagian ada masalah apa lagi sih sampai seperti ini lagi? Gerutu Lisa pada diri sendiri sambil menatap Viko yang kini sedang mencari Istrinya.

__ADS_1


"Gimana, tidak ada kan Laranya? Dibilangin malah tidak percaya." Ucap Viko yang kini sedang berjalan menuju Lisa.


"Aku harus mencari kemana untuk menemukan Lara? Apakah tadi Lara ada menelponmu?" Tanya Viko.


"Tidak ada sama sekali. Lagian ada masalah apa lagi sih pak Viko sampai Lara pergi lagi?" Tanya Lisa tanpa basa basi.


"Ini semua ada kesalahpahamanan tentang kejadian tadi pagi Lisa, yang membuat  Lara pergi lagi. Kamu maukan membantu aku?" Ucap Viko dengan memohon.


"Emangnya apa yang saya bisa bantu Pak Viko?" Tanya Lisa sambil menatap Viko.


"Kamu tolong cari Lara di rumah orangtuanya, tapi kamu jangan bilang Lara pergi ketika kamu sudah sampai di rumah orang tua Lara. Karena aku, tidak mau membuat orang tua Lara terus berpikiran tentang Lara dan membuat mereka kecewa. Kamu tahu maksudnya harus gimana kan? Gimana maukan?" Tanya Viko kepada Lisa sahabatnya Lara.


"Mmz... gimana ya Pak Viko?" Ucap Lisa sambil berpikir dulu, apa yang dikatakan Viko.


"Baiklah kalau begitu Pak," jawab Lisa sambil tersenyum.


"Terima kasih Lisa, sudah mau membantu." Jawab Viko sambil tersenyum.


"Iya Pak. Tadi Pak Viko bilang ada kesalahpahaman sehingga  Lara pergi, emangnya apa yang terjadi?" Tanya Lisa merasa ingin tahu.


Lalu Viko pun menceritakan apa yang terjadi tadi pagi, sehingga Lisa pun merasa terkejut dengan apa yang diucapkan Viko.

__ADS_1


"Tentu sajalah, ini semua kesalahan Pak Viko yang membuat Lara jadi pergi lagi. Jika emang pak Viko sudah percaya sama Lara, ngapain masih ragu hah? Dan tentu sajalah Lara pasti sakit hati," Ucap Lisa sambil menatap sinis Viko.


"Iya tapi Aku bingung Lisa, karena disana ada Zahra, ya jadi tidak mungkinlah aku membela yang belum tahu pasti kebenarannya." Ucap Viko.


"Terus apa yang akan Pak Viko lakukan sekarang?" Tanya Lisa.


"Entahlah Lisa, oya Lisa ini uang buat kamu itung itung buat ongkos nanti buat ke rumah orangtua Lara." Ucap Viko sambil menyodorkan uang tersebut.


"Tidak usah Pak, kayak saya enggak punya uang saja. Lagian uang Saya masih ada kok," Tolak Lisa.


"Sudah tidak apa apa kok Lisa. Ambil sajalah, anggap saja uang itu imbalan dari saya karena kamu sudah membantu aku." Ucap Viko kekeuh menyodorkan uangnya.


"Baiklah kalau emang Pak Viko terus memaksa, terima kasih ya Pak." Jawab Lisa.


"Iya sama sama Lisa. Nanti kabarin saya ya, bila ada dan tiadanya Lara disana." Ucap Viko.


"Siap Pak Viko." Jawab Lisa.


""Ya sudah kalau begitu permisi Lisa, sebentar lagi ada pertemuan rapat bersama para pengusaha." Pamit Viko.


"Iya Pak, silahkan." Ucap Lisa.

__ADS_1


Lalu Viko pun masuk ke dalam mobil, dan berjalan meninggalkan Lisa lalu pergi menuju ke tempat kerjanya. Di dalam perjalanan menuju perusahaan, Viko pun melihat seseorang yang merasa dirinya kenali.


__ADS_2