
"Tunggu sebentar ya." Ucap Andri sambil berlalu keluar. Tidak lama kemudian masuk ke dalam ruangan.
"Ini Sayang, suprise.. " ucap Andri sambil memperlihatkan barang yang dibawanya.
"Wah asyik bagus banget Om. Ini semuanya buat Zahra?" Tanya Zahra merasa tidak percaya.
"Tentu saja Sayang, ini buat kamu. Kamu suka tidak? Dan makanannya semuanya suka enggak?" Tanya Andri.
"Tentu saja semuanya suka. Terima kasih ya Om sudah memberikan ini buat Zahra." Ucap Zahra sambil menatap Om Andri.
"Iya Sayang. Ya sudah sini Om bantuin kamu buat buka makanannya." Ucap Andri sambil membuka makanan yang tadi Andri bawa.
"Terima kasih Om. Oya Om kok tahu kalau Zahra sama Mamih ada disini?" Tanya Zahra.
"Tadi Om tidak sengaja melihat Kamu, Mamihmu dan Ayahmu ketika berjalan menuju ruangan Ugd. Makannya Om berniat buat jengukin kesini. Kirain siapa yang sakit, ternyata Mamihmu yang sakit." Ucap Andri.
"Mamih bukan sakit Om, tapi jatuh di kamar mandi." Ucap Zahra.
"Loh kok bisa sampai begitu?" Tanya Andri.
"Zahra juga tidak tahu. Pas Zahra sama Ibu melihat Ibu di kamar mandi Mamih sudah terjatuh dan penuh ada luka dikeningnya." Ucap Zahra sambil menikmati makanannya.
"Mmzz... mungkin Mamih ceroboh kali sehingga sampai terjatuh begitu." Ucap Andri yang kini sedang menemani Zahra makan.
"Bisa jadi begitu." Ucap Zahra.
Tiba tiba Vani pun terbangun, saat mendengar seseorang yang asyik mengobrol. Tapi ketika Vani membuka matanya merasa terkejut saat saat melihat ada Andri bersama Zahra.
"A-andri?" Ucap Vani merasa terkejut.
"Hallo Vani, gimana kabarnya?" Tanya Andri basa basi lalu menghampiri Vani dan meninggalkan Zahra yang sedang menikmati makanannya.
"Kamu mau ngapain kesini hah?" Tanya Vani.
"Bukannya menjawab malah balik nanya. Ya tentu saja untuk menjengukmu dan juga untuk melihat Zahra. Lihat dia begitu menikmati dengan apa yang aku beri." Ucap Andri sambil menatap Zahra.
__ADS_1
"Maksud kamu apa hah, memberikan itu semua kepada Zahra?" Tanya Vani.
"Ya tidak ada maksud apa apa. Cuma kenapa ketika Zahra bersama aku begitu nyaman dan lihatlah dia hampir mirip denganku. Apakah dia-"
"Apa yang kamu katakan tidak benar, dia bukan anakmu tapi dia anak dari Viko. Jadi kamu jangan pernah macam macam sama Zahra. Lebih baik sekarang kamu pulang!" Bentak Vani memotong pembicaraan Andri dan sambil menatap tajam Andri.
"Kalau aku enggak mau gimana?" Andri menatap balik Vani.
"Kamu jangan membuat Viko jadi salah paham karena kehadiranmu. Kamu mau membuat rumah tanggaku hancur ya?" Vani.
"Kalau perlu begitu sih." Ucap Andri.
"Kurang ajar kamu Andri! Apa yang kamu inginkan hah?" Tanya Vani sambil menatap Andri.
"Tentu saja, aku ingin uang." Bisik Andri.
"Baiklah nanti aku transfer. Sekarang kamu keluar dari sini!" tegas Vani.
"Baiklah kalau begitu. Ingat jangan lupa transferannya." Andri mengingatkan.
"Iya." Jawab Vani singkat.
"Eh iya Om lupa tidak kasih tahu kamu. Om mau pulang dulu Sayang, karena ada urusan penting sebentar. Nanti kalau Om ada waktu lagi, main lagi kesini." Ucap Andri.
"Baiklah kalau begitu Om, hati hati dijalannya Om." Ucap Zahra.
"Iya Sayang, kalau begitu Om pamit pulang." Ucap Andri.
"Iya silahkan Om." Jawab Zahra.
Kemudian Andri pun langsung berjalan menuju keluar dari ruangan rumah sakit. Lalu tanpa disengaja berpas pasan dengan Viko yang kini akan masuk ke dalam ruangan rawat Vani. Andri pun hanya tersenyum kemudian Viko pun membalas senyuman Andri.
"Hallo Sayang, lagi apa ?" Tanya Viko sambil menghampiri Zahra yang kini sedang menikmati makanannya.
"Lagi makan Ayah. Ayah mau coba nih? Enak Ayah makanannya." Jawab Zahra.
__ADS_1
"Baiklah Ayah akan mencoba memakannya. Oya ini makanan dari siapa banyak begini?" Tanya Viko sambil mengambil sepotong pizza.
"Dari Om Andri Ayah. Dia banget membawa makanan yang lain sebanyak ini dan Om Andri juga kasih Zahra boneka." Ucap Zahra.
"Andri? Siapa Dia?" Tanya Viko.
"Dia rekan bisnis aku Mas. Tadi Andri menjengukku dan ketika tahu ada Zahra, dia langsung membelikan makanannya buat Zahra. Dan lihatkan betapa menikmati sekali Zahra menerima pemberian Andri." Ucap Vani.
Namun Viko pun sekilas menatap Zahra kemudian menatap Vani.Viko merasa ada sesuatu yang terjadi.
"Ya sudah kalau begitu, habisin makanannya." Ucap Viko sambil menatap Zahra.
"Baik Ayah, Ayah mau lagi? Terus Ayah mau kemana lagi sekarang?" Tanya Zahra.
"Ayah harus ke kantor, tadi Ayah sengaja kesini untuk mengajak kamu makan. Tapi ternyata kamu lagi makan." Gerutu Viko sambil menatap Zahra.
"Ayah telat sih, kenapa tidak bilang dulu sih sama Zahra. Telepon atau sms Zahra dari tadi." Ucap Zahra.
"Tapi tidak apa apa Sayang. Kamu nikmati makanan itu. Ya sudah Ayah permisi dulu harus berangkat ke kantor." Ucap Viko.
"Iya silahkan Ayah." Jawab Zahra.
Lalu Viko pun menatap sekilas Vani tanpa berbicara kemudian pergu meninggalkan ruangan Vani dan harus berangkat ke kantor.
"Bukannya tadi pagi Viko bilang mau ke kantor? Aku yakin pasti dia pergi mencari Lara. Tapi apakah mereka baik baik sajakah? Tapi aku berharap semoga hubungan mereka seperti yang aku pikirkan gerutu Vanu di dalam hati.
"Mamih, coba ini makan enak banget." Ucap Zahra sambil menyodorkan makanannya terhadap mulut Mamihnya.
"Iya Nak, enak banget." Jawab Vani.
"Mamih mau lagi?" Tanya Zahra.
"Tidak Nak, kamu saja habisin makananya." Ucap Vani sambil menatap Zahra.
"Baiklah Mih." Jawab Zahra. Kemudiam memakan sampai habis. Vani pun hanya tersenyum melihat Zahra begitu lahap makanya.
__ADS_1
💞💞
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, kepada Kakak kakak yang sudah mampir ke karyaku yang masih receh ini. Dan sudah memberikan semangat. Maaf ya tidak bisa membalas komenan dari kakak semua. Dan terima kasih juga yang sudah kasih saran dan kritikannya. Maaf masih banyak typo dan kata kata mungkin kurang berkenan. Twtap kasih dukungannya Kak dikaryaku ini dengan kasih Like, comen dan Votenya biar tambah semangat updatenya. Terima kasih Kakak semuanya tanpa dukungan kalian apalah daya saya yang bisa bertahan sampai sekarang🙏🙏😍😍