Cinta Lara

Cinta Lara
26. Hanya Butuh Pekerjaan


__ADS_3

"Makasih iya Lisa atas doanya." Ucap Viko .


"Iya Pak Viko." Ucap Lisa.


"Oya selamat iya pak Viko, akhirnya lara hamil juga semoga sehat selalu beserta calon bayinya." ucap Vani tersenyum.


"Iya terima kasih Vani." Jawab Viko.


Kebetulan sang pelayan pun datang membawa makanan yang dipesan lalu menyajikannya dimeja.


"Terima kasih pak." Ucap Viko.


"Sama sama Mas." Jawab sang pelayan sambil berlalu pergi.


"Oya pak Viko saya permisi dulu iya." ucap Lisa.


"Loh mau kemana? Kita makan bareng saja dulu Lis disini." ajak Viko.


"Ah enggak Pak, makasih atas ajakannya. Lagian sekarang saya harus pamit dulu ada urusan lain yang harus saya kerjakan." Ucap Lisa


"Oke baiklah kalau begitu!" ucap Viko.


"Iya Pak. Titip salam iya buat Mbak Lara." Ucap Lisa.


"Iya nanti saya sampaikan sama dia." Ucap Viko.

__ADS_1


"Ya sudah saya permisi semuanya." Pamit Lisa lalu pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Ya sudah mari kita makan." ajak Viko lalu semuanya pun mulai menikmati makan siangnya.


💕💕💕


Kemana lagi harus aku mencari kerja? Sudah lima perusahaan menolakku karena alasannya tidak ada pengalaman kerja. Gimana mau berpengalaman kerja coba? Aku ini baru saja lulus kuliah. Benar benar tidak masuk akal alasanya. Gerutu Levi. Lalu berjalan menuju parkiran mobil tapi sebelum menuju parkiran mobil levi terlebih dahulu harus menyebrang jalan dulu . Namun tiba tiba ada mobil berhenti tepat di depan Levi.


Stiitttttt.... suara mobil berhenti di depan Levi.


"Ahh... " Teriak Levi lalu mencaci maki mobil tersebut.


"Hey kalau mengendarai mobil itu yang benar jangan suka seenaknya. Kamu pikir ini jalan punya nenek moyang kamu apa hah?" Gerutu levi kepada pemilik mobil tersebut.


Lalu seseorang pun keluar dari mobilnya dengan memakai baju khas pemimpin perusahaan elegan dan tampan pastinya. Apalagi di tambah pakai kecamata tambah maksimal banget.


"Hallo.. apa anda baik baik saja?" Tanya Pria tersebut.


Namun Levi pun tidak menjawab pertanyaan pria tersebut dan merasa masih belum sadarkan menatap Pria yang ada didepannya.


"Ehmz... Hallo apakah anda baik baik saja!" Ucap Pria tersebut menaikan nada bicara.


"Eh iya. Ya saya baik baik saja Kok." Jawab Levi saat sudah sadar.


"Syukur kalau baik baik saja. Ya sudah kalau begitu saya permisi." Ucap Pria tersebut.

__ADS_1


"Eitss.. Pak tunggu dulu main pergi saja. Ganti rugi nih Pak kakiku sakit nih." Ucap Levi berbohong.


"Loh bukannya kamu tadi bilang baik baik saja kan? Terus kenapa harus ganti rugi?" Tanya Pria tersebut merasa aneh.


"Iya tadi saya pikir tidak apa apa, tapi kakiku kok tiba tiba sakit nih, saya juga tidak tahu kenapa baru sekarang merasakan sakitnya. Mungkin tadi saya merasa terhipnotis melihat ketampanan wajah Bapak." Ucap Levi dengan nada pelan.


"Apa barusan bilang?" Ucap Raffi.


"Eh maksudnya sekarang juga harus ganti rugi. Atau gini saja Pak, gimana kalau saya bekerja diperusahaan Bapak saja? Hitung hitung ganti rugilah Pak." Ucap Levi.


"Masa iya ganti rugi harus diganti dengan minta pekerjaan sih, sungguh aneh sekali ini orang." Jawab Raffi menatap sinis Levi.


" Loh emangnya kenapa? Enggak apa apa juga kali. Tapi saya benar benar butuh pekerjaan nih Pak dan saya ingin membuktikan sama Kakak saya kalau saya bisa menjadi pekerja keras dan hidup mandiri tanpa bergantung sama Kakak saya dan orangtua saya." Ucap Levi.


"Ya sudah mending saya ganti rugi saja nih. Kalau masalah pekerjaan, maaf tidak bisa." Ucap Raffi sambil memberikan uang tersebut pada Levi lalu berjalan menuju mobil.


"Tapi saya tidak butuh uang Pak. Saya butuh pekerjaan hari ini. Masa tega sih Pak sudah lima perusahaan menolakku karena alasannya belum punya pengalaman. Padahal saya baru lulus kuliah dan pastinya kalau saya bekerja ditempat bapak tidak merugikan karena saya orangnya pintar loh." Teriak Levi.


Namun Raffi pun tidak menghiraukan ucapan Levi. Dia berjalan dengan datar dan memasuki mobilnya.


Ternyata emang benar kata Kakakku, melamar kerja tidak semudah yanh kita pikirkan. Butuh kesabaran extra. Terus saya harus kemana cari pekerjaan lagi Gerutu Levi pada diri sendiri dan merasa pasrah.


"Jika memang kamu ingin bekerja, nih kamu bisa datang ke perusahaanku." Ucap Raffi sambil memberikan kartu nama perusahaannya.


"Seriusan nih? Makasih Pak. Oke nanti saya kesana Pak." Ucap Levi merasa senang.

__ADS_1


Lalu mobil Raffi menjalankan mobilnya dan berjalan meninggalan Levi.


Loh kenapa main pergi saja itu orang? Uangya gimana ini? Mungkin dia kasih buat saya kali. Tapi enggak apa apa deh yang penting hari ini saya bahagia dapat uang dan sebentar lagi bakal bekerja diperusahaannya. Gerutu Levi tersenyum lalu pergi berjalan menuju mobil miliknya.


__ADS_2