Cinta Lara

Cinta Lara
76. Tiba tiba saja


__ADS_3

Sore pun berganti malam. Seseorang pun masuk ke dalm kamar, dimana Lara berada dengan  membawakan makanan beserta susu hangat.


"Selamat malam Non, ini makanan sama susu hangat jangan lupa dimakan dan diminum ya Non." Ucap Bi Milah sang asisten rumah tangga.


Namun Lara pun, hanya diam saja tanpa membalas perkataan Bi Milah. Pandangannya kini menatap keluar jendela.


"Non....?" Panggil Bi Milah.


"Iya, ada apa bi?" Tanya Lara dengan datar tanpa menatap Bi Milah.


"Jangan lupa makanan sama susunya dimakan dan diminum Non, apalagi katanya Non Lara lagi hamilkan? Jadi jangan sampai tidak makan, kasih anak dalam kandungan Non Lara butuh asupan gizi." Ucap Bi Milah.


"Iya." Jawab Lara dengan singkat.


"Ya sudah kalau begitu saya pamit  dulu Non." Ucap Bi Milah sambil berlalu pergi.


"Heem." Ucap Lara yang masih fokus menatap keluar dari kamar jendelanya.


'Sampai kapan, aku dikurung di dalam kamar? Mas Viko benar benar keterlaluan! Lagian apa salahnya sih, Mas Viko relakan ke pergian aku untuk berangkat ke luar negeri. Sungguh, aku sekarang sangat membencimu Mas' ucap Lara pada diri sendiri dan pandangannya fokus melihat keluar dari jendela kamar.


Lalu tiba tiba, datanglah Viko masuk ke dalam rumah dengan perasaan marah dan kecewa. Bagaimana tidak, Bi Milah sudah mengirimkan makanan dan minumannya yang masih hangat untuk yang ke tiga kali nya, tapi Lara masih tidak mau memakannya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu tidak mau makan?" Tanya Viko sambil berjalan menghampiri istrinya yang kini sedang berada dekat jendela bedroom.


Namun Lara pun tidak menjawab perkataan Viko. Lara lebih memilih diam dari pada menjawab perkataan  Viko.


"Lara, kamu kenapa diam saja? Kalau aku bicara, jawab dong." Viko merasa kesal ucapannya tidak di jawab oleh istrinya.


"Emangnya penting Mas, bila aku menjawab perkataanmu Mas?" Tanya balik Viko.


"Tentu saja penting Lara! Kamu itu istriku, dan aku masih bertanggung jawab atasmu Lara," Viko sambil menarik pinggang istrinya, sehingga kini mereka saling menatap satu sama lainnya.


"Lepasin tanganmu Mas!" Lara mencoba melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


"Aku maunya-" ucapan Lara terputus saat tiba tiba Viko mencium bibir mungil milik istrinya begitu saja. Lara pun mencoba memberontak mendorong dada bidang suaminya, namun sayangnya tenaga Lara tidak sekuat tenaga suaminya.


Viko pun terus mencium dan mengigit bibir bawah istrinya, sehingga Lara kesakitan dan membuka bibirnya. Dengan segera Viko menjulurkan lidahnya memasuki mulut istrinya. Setelah merasa puas dengan segera Viko pun melepaskan ciumannya.


"Terima kasih sayang." Ucap Viko sambil mengusap bibir milik istrinya, dengan segera Lara pun menghempaskan tangan suaminya dengan kasar.


"Ck, kamu itu kenapa sih Lara? Sampai kapan kamu akan begini terus hah?" Tanya Viko tidak terima tangannya dihempaskan kasar oleh istrinya.


"Sampai kamu, menceraikan aku Mas!" Bentak Lara sambil menatap tajam suaminya.

__ADS_1


"Kamu itu benar benar iya Lara. masa iya kamu sedang mengandung anakku, kamu memintai cerai hah?" Viko membalas tatapan istrinya. "Oke, sekarang kamu ikut aku." Viko sambil menarik tangan Lara untuk pergi meninggalkan beedroom dan berjalan menuju mobilnya.


"Kamu mau membawa aku kemana Mas?" Tanya Lara sambil mencoba melepaskan tangan suaminya yang mencengkram tangan dirinya.


"Jangan banyak tanya! Sekarang juga, kamu ikut aku." Jawab Viko.


Setelah sampai dimobil miliknya, dengan segera Lara pun masuk ke dalam mobil suaminya dengan terpaksa. Setelah semuanya aman dan sudah siap, dengan segera Viko pun menjalankan mobilnya pergi meninggalkan apartemen dan menuju tempat tujuan.


****


Yuk kakak semuanya, jangan lupa mampir ke karya temanku yang sudah senior nih, di jamin bikin baper dan seru habis


author:Emma Risma


Judul karya: Zafrina mendadak nikah


Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. keduanya sama-sama memiliki perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.


Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah.


__ADS_1


__ADS_2