Cinta Lara

Cinta Lara
Duka nestapa


__ADS_3

"Ibu mau tanya Gus,pilih ibu atau mempertahankan cinta?", ibu memberiku pilihan yg membuatku tersudut.tapi aku seorang lelaki harus bersikap Konsisten pada janji dan kewajiban.


Tapi rasa cintaku pada cinta, membuatku tak bisa memilih ibuku yg melahirkanku kedunia ini,meskipun cinta sekarang lumpuh,tak menyurutkan niatku untuk tetap menikahinya.


Ibu dan widari pulang kejawa dengan rasa amarah yg memuncak.


"Jangan pernah anggap lagi ada ibumu bagus,tetaplah disini selama lamanya", ucap ibu,ia bahkan menepis tanganku saat akan kusalami.


"Ibu maafkan bagus", tapi ibu menolakku dan berpaling membelakangi ku.


Kutatap terus punggung ibu,hingga naik ke pesawat yg akan membawanya pulang ke Surabaya.


*******


Tekadku sudah bulat,untuk mendatangi cinta ke toraja,apapun yg terjadi ia tetap kubawa kembali ke Makassar dan mempersuntingnya menjadi pengantinku.


"Kok minta cuti mendadak Gus,emang sampeyan mau kemana?", tanya Krishna,temanku sesama orang Jawa .


"Mau ke toraja krish,saya mau menemui cinta", jawabku dengan tenang.

__ADS_1


Krishna mendekatiku dan memegang pundakku


"Gus,aku bingung ma sampeyan,kok lebih milih kehilangan ibumu ketimbang cinta yg belum tentu mau menerimamu kembali ", ucap Krishna berusaha menasehati ku.


Krishna terus memberiku nasehat untuk menyusul ibuku,tapi tekadku sudah bulat,ku harus menemui cinta dulu.


*******


Esoknya aku ke toraja untuk menemui cinta ku yg terpatri indah di sanubariku, bayangan wajah ayu cinta mulai kurasakan terus bermain main dipelupuk mataku.


Lamunanku buyar saat mobil yg kutumpangi masuk di wilayah toraja yg menyenangkan dan penuh keindahan .alamat yg pernah diberikan cinta,menjadi petunjuk bagiku,hingga tiba didepan rumah bernuansa Toraja bercat kuning.


Cinta membuka matanya,ia menatapku dengan tatapan kosong ia memandangku tanpa perasaan sama sekali.


"Cinta", aku terduduk didepan kursi rodanya dan memeluk betisnya yg indah.


Cinta tak bergeming sedikitpun,ia tak memberikan respon apa apa.


"Cinta kehilangan ingatan nak,ia tidak bisa bereaksi apa apa", tiba tiba neneknya Cinta yg dipanggil ibu datang menghampiriku.

__ADS_1


Kugenggam jari jemari cinta yg lentik, matanya yg indah mengerjap dan seperti berusaha mengingatku.


"Cinta saya bagus", ucap ku berusaha mengingatkan cinta yg tersenyum,tapi senyumannya seperti sebuah penolakan untukku.


"Cinta,kita ke Makassar ya,disana mas bagus akan mengantarmu ke rumah sakit berobat", aku terus berupaya memancing cinta agar mau bicara,tapi tidak memberi respon apapun dari cinta.


"Bagus masuklah kedalam nak,kamu pasti lelah dari bepergian", ucap ibu,sambil mendorong kursi rodanya cinta masuk kedalam rumah .


**************


kutatap cinta yg layaknya seorang bayi di rawat, membuatku mulai berpikir,apa jadinya jika cinta kunikahi,akankah ia bisa menjadi Isteriku seutuhnya,sementara hidupnya pun harus membutuhkan bantuan orang lain


"Bagus,masuklah dulu istirahat'nak,tidur di kamar cinta saja", ucap ibu.


Akupun segera masuk ke kamar cinta,dan membaringkan tubuhku diatas kasur yg empuk.kulihat di meja cinta terpasang fotoku,fotonya lara dan foto foto cinta yg lain.tanganku tergerak membuka sebuah diary berwarna pink,warna kesukaan cinta.


(Aku ikhlas jika bagus memilih wanita pilihan ibunya,meskipun hal itu membuatku tersisih dan merasakan luka yg sangat dalam,hingga membuatku alam pikiranku mulai kosong,yg mungkin esok ,akan kehilangan segala galanya)


Kubaca diary cinta dengan linangan air mata,ternyata cinta menjadi depresi karena luka hatinya

__ADS_1


__ADS_2