
"Apa maksud kamu, memukul saya hah? Dan kamu pikir, kamu siapa hah?" Tanya Raffi sambil menatap tajam Viko dan mengusap bibir bawahnya yang sedikit mengeluarkan darah.
"Kamu belum tahu siapa saya? Saya adalah suaminya Lara!" Ucap Viko membalas tatapan tajam Raffi.
"Oh, jadi ini suami kamu Lara? Suami macam apaan, yang sudah menyakiti hati istrinya demi menikah lagi dengan wanita lain." Ucap Raffi sambil menatap Viko.
"Maksud kamu apa berbicara begitu hah? Dan kamu siapanya Lara, sampai berani sekali mengatakan saya seperti itu hah?" Tanya Viko sambil mencengkram baju atas Raffi.
"Tapi emang benarkan, apa yang saya katakan? Kamu itu laki laki yang tidak pantas untuk Lara. Dan kamu itu, Suami yang egois tanpa mengerti perasaan Lara!" Gerutu Raffi.
"Jangan kurang ajar kalau bicara hah." Ucap Viko semakin mencengkram erat baju Raffi
Buggh... dengan segera Viko memukul kembali bibir bawah Raffi sehingga lembam dan kembali mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Lalu dengan segera Raffi pun membalas dan memukul bibir bawah Viko sehingga mengeluarkan darah. Maka terjadilah saling mukul memukuli hingga keduanya tergampar ke lantai, dan bangkit lagi saling memukul kembali.
"Kalian ini apa apaan hah? Berhenti!" Ucap Lara mencoba memisahkan Viko dan Raffi.
"Tapi sayang, dia sudah kurang ajar!" Gerutu Viko sambil menatap tajam dan mencoba mencengkram baju Raffi.
"Mas Viko, saya bilang berhenti Mas! Kalian ini sudah dewasa, ini ditempat panti asuhan loh banyak anak anak. Jadi kalian berdua lebih baik berhenti bertengkar. Dan segera keluar dari panti asuhan ini." Ucap Lara dengan sangat marah dan kesal lalu menatap tajam suaminya dan Raffi bergiliran.
"Maafkan aku sayang, lagian kenapa kamu bisa tadi berduaan sama dia? Terus dia siapa kamu, coba kamu katakan dengan jujur Lara!" Ucap Viko sambil menatap tajam Lara.
"Dia cuma teman aku, Mas." Jawab Lara sambil menatap Viko.
"Kamu bilang teman hah? Mana mungkin dia teman kamu, tapi aku lihat tadi dia menyentuh pipimu. Atau jangan jangan kamu sama dia ada apa apanya, dasar istri murahan!" Viko.
__ADS_1
Plaaakk. Satu tamparan tepat mengenai pipi Viko hingga memerah.
"Mas, kalau bicara jangan sembarangan! Aku sama Pak Raffi tidak ada hubungan apa apa Mas. Lagian Mas, aku tidak seperti yang Mas pikirkan?" Ucap Lara sambil menatap tajam suaminya.
"Terus ngapain pria ini datang kesini, dan duduk berdua serta mengusap pipimu hah?" Tanya Viko pada Lara.
"Sudahlah, emang ini salah saya, saya sudah berani menyentuh pipi Lara. Lagian saya dan Lara tidak ada hubungan apa apa kok." Ucap Raffi mencoba menenangkan Viko.
"Makanya, kamu jadi orang tahu diri. Jangan berani mengganggu istri orang. Dasar pria bajingan!" Geram Viko sambil memukul kembali Raffi. Namun sayang, bukan Raffi yang terkena pukulan tapi Lara yah jadi sasarannya saat mencoba memisahkannya kembali.
"Mas-" ucapan Lara terpotong saat Viko malah Lara yang jadi sasarannya dan langsung pingsan.
"Ini semua gara gara kamu tahu tidak, seandainya kamu tidak datang kemari mungkin Lara tidak akan seperti ini." Gerutu Viko sambil menatap istrinya yang kini pingsan.
"Kamu salah, justru kamu yang seharusnya tidak datang kesini. Lihatlah ulahmu, Lara jadi pingsan." Ucap Raffi.
"Ya sudah, biar saya telepon dokter." Ucap Raffi sambil mengambil handphonenya kemudian dengan segera menelpon Dokter. Dan Viko pun dengan segera membawa Lara ke dalam kamar.
"Lara, bangun sayang. Maafkan Mas Lara. Mas benar benar tidak sengaja sayang. Lagian kenapa kamu tadi mencoba memisahkan Mas dan pria bajingan itu." Gerutu Viko sambil mengusap lembut rambut istrinya.
Lalu seorang Dokter pun datang masuk ke dalam kamar.
"Maaf selamat siang Pak?" Ucap Dokter Lena.
"Siang Dok," jawab Viko sambil berdiri.
"Ya sudah Bapak bisa tunggu diluar sebentar, biar kami memeriksa dulu." Ucap Dokter Lena.
__ADS_1
"Baik Dok." Jawab Viko sambil berjalan keluar.
Dua puluh menit kemudian.
Dokter Lena pun segera keluar dari kamarnya setelah selesai memeriksa Lara. Lalu Viko, Raffi dan yang lain pun berjalan menuju Dokter Lena.
"Bagaimana, keadaan Lara Dok?" Tanya Viko.
Namun Dokter Lena pun hanya diam saja, tanpa menjawab perkataan Viko. Dan menatap Viko serta yang lainnya dengan tatapan yang susah di artikan.
.
.
💞💞
Assalamualaikum Kakak2 semuanya, semoga sehat dan baik baik saja ya Kak. Saya ucapkan terima kasih sudah mampir kekaryaku yang masih remahan kue dan aburadul ini. Sekalian saya mau promo nih Kak, dan jangan lupa mampir ya Kak judulnya " Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty) . Jangan lupa ramaikan dan mampir ya Kak, dan kasih dukungannya dengan Kasih like, comen dan Vote dan hadiahnya juga bolehlah😅😀. Kebetulan karya ini lagi ikutan lomba event jadi mohon dukungannya ya Kak terima kasih.
Sinopsis novel
Namaku Aleena Santika, umurku 22 tahun. Aku baru saja lulus kuliah dari fakultas manajemen. Dengan segera aku melamar di sebuah perusahaan yang terkenal itu yaitu Intern group. Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.
Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?
Lalu bagaimana jika Veri selama ini memendam perasaannya terhadap Aleena. Sedangkan Aleena harus menikah dengan Juna Prakasa karena kesalahan pada malam itu. Akankah Aleena membatalkan pernikahannya dan memilih Veri yang sudah banyak membantu Aleena?
__ADS_1
Yuk intip, dan saksikan hanya dikaryaku ini. Dan mohon dukungannya ya Kakak semuanya terima kasih.🙏😍