Cinta Lara

Cinta Lara
Eps.32


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit, kini ada seorang pria tampan dengan baju kaos oblong dan celana jeans sedang duduk sembari menatap Istrinya yang kini sedang bebaring dengan selang infusan ditangannya dan dihidungnya. Kini hidup Viko merasa hancur melihat Istrinya yang kini hanya berbaring. Hidup tapi merasa tidak bernyawa inilah yang dirasakan Viko.


"Sayang bangun sayang! tidak mau kah kamu bangun sekali saja untuk melihat Mas sayang? Disini Mas sangat rindu kamu sayang." Viko sambil menatap Istrinya dan mencium punggung tangannya.


"Sabar iya Nak. Kamu harus kuat iya Nak. Doakan saja Istrimu semoga cepat bangun dari komanya." Ucap Ibu Lena mengusap lembut punggung Viko.


"Iya Bu. Kenapa iya Bu, baru saja saya dan Lara bahagia karena sudah dikasih kepercayaan untuk memiliki seorang anak dan berharap anak itu menjadi orang sukses, bisa membahagiakan kedua orangtuanya, berguna buat bangsa dan negaranya. Eh namun tiba tiba pupus sudah harapan itu, tuhan mengambilnya kembali. Apakah emang saya enggak pantas memiliki seorang anak Bu?" Viko penuh dengan genangan air mata namun tiba tiba airmata yang dia tahan terjatuh.


"Kamu tidak boleh berbicara begitu Nak. Ini semua sudah takdir Nak. Mungkin tuhan sedang menguji rumah tangga kamu dengan cara begini, kamu harus bisa melewati semua cobaan ini Nak. Mungkin bisa saja suatu hari nanti tuhan mempunyai rencana yang sangat bagus untukmu dan Lara. Mungkin lebih baik dan lebih bahagia, kan tidak tahu. Jadi intinya ambil saja setiap hikmah yang menimpa kamu Nak." Bu Lena berusaha menenangkan menantunya.


"Iya. Terima kasih iya Bu atas nasehatnya." Viko mencoba tersenyum.


"Viko apa yang terjadi sebenarnya Nak?" Tanya Bu Ria yang tiba tiba masuk.


Karena merasa mengenali suaranya dan tidak aneh lagi, Viko pun langsung melihat kearah sumber suara.


"Ibu?" Viko langsung memeluk Bu Ria.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Nak? Kenapa bisa sampai Istrimu begini Nak?" Tanya Bu Ria sambil memeluk Viko.


"Viko juga tidak tahu Bu, kenapa Lara sampai begini. Bahkan para pembantu rumah tangga pun tidak tahu kejadiannya gimana. Dia lihat Lara sudah tergelentak dibawah tangga Bu hiks ... hiks." Viko menangis.


"Kamu yang sabar ya Nak. Kamu harus kuat ya sayang." Ucap Bu Ria mengusap lembut punggung Viko.


"Terus bagaimana keadaan kandungan Lara Nak?" Tanya Bu Ria.


"Kandungan Lara... kandungannya hiks... hiks.." Viko tidak melanjutkan ucapanya. Entah kenapa tiba tiba merasa begitu susah untui diucapkan.


Lalu Viko pun hanya diam saja, kemudian menggelengkan kelapa. Mengisyaratkan bahwa yang dikatakan Ibunya tidaklah baik baik saja.


"Ma-maksudnya Lara mengalami keguguran begitu?" Tanya Bu Ria.


"Iya Bu. Lara mengalami keguguran Bu. Team Dokter tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di dalam kandungannya Bu. hiks.. hiks .." Viko sambil menangis betapa sakitnya melihat kejadian ini terhadap wanita yang sangat dia sayangi dan cintai.


"Ya ampun Nak. Kamu sabar iya Nak. Kok bisa kenapa bisa sampai begini." Bu Ria ikut menitiskan airmata lalu memeluk anaknya dengan erat.

__ADS_1


"Sudahlah Nak jangan menangis lagi, doakan saja Istrimu semoga baik baik saja iya Nak. Kamu pasti kamu kuat menghadapi semua yang menimpa dirimu Nak." Ayah Bara menguatkan anaknya lalu tersenyum pada anaknya.


"Iya Ayah terima kasih . Terima kasih juga semuanya, sudah hadir disini dan sudah menguatkan Viko." Viko berusaha tersenyum.


"Ih Kakak Viko, sabar iya Kak. " Levi mendekati Kakaknya dan memeluknya.


"Iya adik bawel." Gerutu Viko sambil memijit hidung Adiknya.


"Kak Viko sakit tahu. Kakak Viko mah masih saja suka ngusilin ih." Rengek Levi.


Lalu mereka pun tertawa melihat kelakuan Levi.


"Maaf permisi semuanya. Saya kesini harus memeriksa dulu keadaan pasien. Jadi mohon maaf iya harap tunggu sebentar kepada semuanya untuk menunggu sebentar diluar." Suster sambil tersenyum.


"Iya baik Sus silahkan saja." Jawab Bu Lena.


Lalu semuanya pun keluar meninggalkan Lara, karena harus melakukan pemeriksaan

__ADS_1


__ADS_2