Cinta Lara

Cinta Lara
66. Siapa Andri?


__ADS_3

Maafkan Lara Mas, Lara terpaksa harus pergi meninggalkan kamu Mas. Lara tidak mau jika harus berurusan dengan Wanita licik itu. Apalagi kini Zahra jadi berubah semenjak kenal dengan Ibu kandungnya sendiri.


Mungkin ini jalan terbaik untuk kita, kamu harus merelakan aku pergi Mas. Semoga saja kamu bahagia bersama Istrimu dan anakmu itu. Biarkan aku menjalani hidup dengan kesendirianku Mas. Dari pada aku harus bertahan hidup diantara kalian itu sangat menyakitkan Mas ucap Lara ketika melihat Viko masuk ke dalam mobilnya dan sambil mengusap airmatanya yang kini membasahi pipinya.


Mungkin aku harus pergi jauh, dimana tidak ada seorang pun yang bisa tahu keberadaanku. Bu, Pak, maafkan Lara harus pergi jauh dari kalian. Lara terpaksa melakukan ini agar hidup Lara damai, nyaman dan Lara juga pingin menenangkan pikiran Lara. Mungkin suatu saat nanti Lara akan kembali ketika Lara sudah benar benar siap menerima semuanya gerutu Lara sambil berjalan menuju terminal Bus.


Sebenarnya ada alasan kenapa Lara sampai begitu berat untuk menceraikan Viko. Tapi Lara juga bingung jika harus menerima Vani sebagai Istri keduanya, merasa tidak rela karena begitu menyakitkan jika harus menerima dan berbagi cinta. Apalagi Vani orangnya begitu licik, jahat dan sombong. Jadi Lara memilih pergi meninggalkan orang orang yang dicintainya dan tanpa mengetahui orang orang tahu Lara akan pergi kemana.


Kini Bus yang jadi tujuan Lara pun sudah datang dengan segera Lara pun berjalan masuk kedalam Bus tersebut.


Kemana Lagi aku harus mencari Lara? Tadi aku benar benar lihat kalau tadi Lara kok. Kenapa jadi begini, dan Lara jadi tidak ada. Arrghhh.... Teriak Viko di dalam mobil merasa kesal.


Setelah Viko merasa pusing dan semuanya tenang dengan segera Viko pun menjalankan mobilnya dan pergi dari terminal bus tersebut. Tanpa mereka sadari kini mobil Viko dan Bus yang dinaiki Lara sejajar. Kemudian dengan segera Viko pun mempercepat mobil miliknya sehingga Viko yang duluan berjalan seperti ala ala film.


Sebenarnya Lara tahu kalau Viko mengikutinya. Lara dapat mengenali mobil yang kini tidak asing bagi Lara yang dari tadi mengikutinya. Kemudian Lara pun berhenti di suatu tempat dimana banyak angkutan umum dan keluar dari angkutan umum tersebut dan menaiki angkutan umum lainnya. Dengan kebetulan juga ketika Edo menelpon Viko hp milik Viko terjatuh ke bawah mobil dengan segera Viko pun mengambil hp miliknya dengan posisi kepala pun mendongkrak ke bawah sehingga tidak mengetahui kalau Lara sudah pindah naik angkutan umum yang lain.

__ADS_1


.


.


Rumah Sakit


Seseorang pun tiba tiba datang kedalam ruangan dimana Vani berada. Bahkan Vani pun tidak mengetahui jika ada seseorang masuk ke dalam ruangannya. Hanya ada Zahra yang sedang asyik bermain game dengan handphone tabletnya.


"Om Andri?" Teriak Zahra saat mengetahui ada seseorang masuk kedalam ruangan Vani.


"Ssttt... jangan berisik Sayang, kalau om datang kesini kasihan Mamihmu yang sedang tidur." Ucap Andri dengan suara pelan.


"Oya Zahra lagu ngapain sih? Kayaknya lagi asyik main game ya?" Tanya Andri sambil menatap Zahra yang kini duduk di paha Andri.


"Iya Om, kok tahu sih kalau Zahra asyik main game?" Tanya Zahra.

__ADS_1


"Tentu saja tahu. Dimana mana yah kalau lihat anak kecil tuh sekarang beuh sudah canggih, sudah hapal dan lengket sama hp." Ucap Andri.


"Emangnya robot ya, kok dibilang canggih sih Om? Kan anak kecil juga manusia." Protes Zahra.


"Kan ini cuma andai kata Sayang. Emangnya tadi main apa sih?" Tanya Andri.


"Ini lagi main squid game Om hehe." Jawab Zahra cengengesan.


"Ya ampun ini anak kecil main kayak gituan ya. Itu harusny buat orang dewasa Sayang." Ucap Andri.


"Tapi Zahra sangat suka, apalagi saat seseorang terus berjalan ditembak mati." Ucap Zahra.


"Ya sudah, kalau begitu jangan terlalu lama tuh main gamenya tidak baik untuk mata." Andri mencoba menasehati Zahra.


"Iya siap Om." Jawab Zahra.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu. Oya Om punya sesuatu buat kamu nih." Ucap Andri.


"Apa Om?" Tanya Zahra


__ADS_2