Cinta Lara

Cinta Lara
45.Viko genit


__ADS_3

"Selamat malam sayang," ucap Viko tiba tiba datang lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Istrinya yang kini sedang berdiri didepan cermin.


"Eh Mas Viko, sudah pulang Mas? Kok tidak bilang dulu sih mau pulang," Tanya Lara lalu membalikan badannya yang kini mata mereka saling menatap satu sama lain.


"Suprise sayang hehe.. kamu lagi ngapain sih? Di lihat lihat tadi kamu tenggokin cermin mulu," ucap Viko sambil menatap  Istrinya.


"Ini Mas dihidungku ada jerawat, sakit banget. Mana merah lagi hidungku," gerutu Lara dengan manja lalu menunjukan jerawat tersebut dengan tangan.


"Sini mana lihat sayang?" Tanya Viko sambil mendekati wajah Lara.


"Ini Mas masa tidak kelihatan sih. Ini segitu besarnya jerawatku Mas." Ucap Lara dengan kesal.


"Mana coba lagi lihat sini lebih dekat lagi wajah kamunya," ucap Viko.


Lalu Lara pun mendekati wajahnya kearah suaminya begitu dekat wajah suaminya cuma beberapa senti.


'Cup' satu kecupan mengenai bib*r seksi Lara.


"Ih Mas ini gimana sih\, bukannya mau lihat jerawat? Kok malah ci*m bib*r Lara ih\," ucap Lara.


"Sory sayang. Habisnya Mas tergoda banget sama buah bibirmu yang manis itu," ucap Viko sambil tersenyum.


"Ih apaan sih Mas ini genit banget ya." Ucap Lara sambil mencubit tangan Viko


"Ih sakit sayang. Galak banget ini punya Istri. Lagian kan Mas genit juga cuma sama kamu seorang." Ucap Viko.


"Masa sih Mas?" Tanya Lara.


"Serius sayang. Lagian cuma kamu Istri satu satunya yang Mas cintai dan sayangi." Ucap Viko sambil tersenyum.


"Terima kasih ya Mas," ucap Lara langsung memeluk suaminya.


"Iya sayang," jawab Viko membalas pelukan Istrinya kemudian sambil mengusap lembut rambut panjang Istrinya.

__ADS_1


**Maafkan Mas sayang\, Mas terpaksa harus berbohong sama kamu sayang. Lagi pula Mas belum siap menceritakan semuanya apa yang terjadi. Tapi Mas janji akan memberi tahu kamu bila sudah tepat pada waktunya. Dan Mas harap kamu selalu ada disisi Mas dan mau menerima semuanya bila sudah tahu semuanya. Batin Viko. **


Lalu Viko pun menguraikan pelukannya.


"Oya sayang, Mas mau mandi dulu ya. Gerah banget nih," ucap Viko sambil menatap Lara.


"Iya Mas. Ya sudah Lara mau bantuin Bi Inah dulu buat makan malam. Setelah menyiapkan baju untuk Mas." Ucap Lara.


"Iya sayang. Ya sudah Mas ke kamar mandi dulu ya," ucap Viko sambil berjalan ke bathroom.


Ada ada saja ini Mas Viko semakin hari semakin genit saja. Oya Lara lupa rencana untuk mengadopsi anak. Kira kira kapan Mas Viko akan mengajak ke panti asuhan? Tapi nanti sajalah pas habis beres makan malam langsung tanyain sama Mas Viko sajalah." Gerutu Lara pada diri sendiri lalu berjalan ke bawah tangga menuju meja makan.


"Sini Bi biar saya bantuin," ucap Lara sambil berjalan mendekati Bi Inah.


"Tidak usah Non, biar Bibi saja yang siapin," ucap Bi Inah sambil menatap Lara.


"Sudah Bi tidak apa apa kok, biar saya sama bantuin juga," ucap Lara sambil ikut menyiapkan makanannya.


"Tapi Non..."


"Baiklah kalau begitu Non," ucap Bi Inah pasrah saja apa yang ingin dilakukan oleh Nona Lara.


Lalu Lara dan Bi Inah pun mulai menyiapkan makan malamnya bersama.


"Alhamdulilah Bi, akhirnya selesai juga menyiapkan makan malamnya." Ucap Lara sambil tersenyum pada Bi Inah.


"Iya Non," jawab Bi Inah membalas senyuman kembali.


"Wah lagi apa nih, kayak enak nih Kak?" Tanya Levi  yang tiba tiba datang dan langsung mencomot makanan yang ada dimeja makan lalu memakannya.


"Habis bantuin Bi Inah untuk nyiapain makan malam Lev, ih jorok banget sih kamu Lev, emang suka begitu ya Levi dia orangnya Bi?" Tanya Lara sambil menatap Bi Inah.


"I-iya Non, emang suka begitu hehe.." ucap Bi Inah sambil cengengesan.

__ADS_1


"Kamu itu ya Levi, tidak baik loh seperti itu," ucap Lara sambil menggelengkan  kepalanya.


"Maaf Kak hehe.. lagian sih kebiasaan," ucap Levi cengengesan.


"Lagi pada ngapain rame banget," ucap Viko tiba tiba datang lalu melingkarkan tangan satunya ke pinggang Lara.


"Nih lagi persiapan pada mau makan Mas," ucap Lara sambil menatap suaminya.


"Oh gitu ya," ucap Viko lalu mencium lembut Istrinya kemudian duduk dikursi makan.


"Ck, ini orang tidak tahu tempat banget so romantisan mulu," gerutu Levi merasa sebal melihat tingkah Kakaknya yang sangat  manja dan so romantis.


"Syirik banget nih anak, kalau mau ya turutin dong," ucap Viko sambil menatap adiknya.


"Ih apaan sih Kak Viko," elak Levi sambil menatap sinis.


"Sudah, sudah ayo kita makan mumpung masih hangat nih," ucap Lara menengahi perdebatan  Adik Kakak tersebut.


"Baiklah lah Kak," jawab Levi.


Lalu mereka pun menikmati makan malamnya.


"Oya Mas, kapan  ngajak Lara ke panti asuhan Mas? Lara sudah tidak sabar pingin mengadopsi anak. Biar Lara tidak kesepian dirumah Mas," ucap Lara sambil menatap Suaminya.


"Sabar sayang, kita nunggu tujuh bulan lagi sayang," ucap Viko.


"Apa tujuh bulan lagi? Yang benar saja Mas. Masa lama banget. Lagian Lara pingin sekarang." Protes Lara.


"Ya karena..." ucapan Viko tidak dilanjutkan lalu menatap Lara dan Levi bergiliran.


"Karena apa Mas?" Tanya Lara merasa penasaran.


"Iya karena Mas mau nunggu dulu seseorang nanti yang akan melahirkan," ucap Viko.

__ADS_1


"Maksud Kak Viko?" Levi sambil mengerutkan keningnya


__ADS_2