Cinta Lara

Cinta Lara
54. Jangan membuatku Emosi


__ADS_3

Keesokan Harinya


"Selamat pagi semuanya?" Tanya seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam rumah.


"Mau ngapain kamu kesini hah?" Tanya Viko pada seseorang tersebut.


"Yang tentunya dong untuk menemui kamu dan anakku. Kamu lupa ya aku ini Istrimu Mas." ucap Vani sambil berjalan mendekati Viko.


"Dia siapa Ayah? Dan dimana Ibu kok dari kemarin Zahra tidak melihat Ibu?" Tanya Zahra yang kini sudah siap siap untuk berangkat sekolah.


"Hei anak cantik mau pergi sekolah ya? Oya kenalin nama saya Vani. Kamu bisa panggil saya Mamih." ucap Vani.


"Iya tante mau berangkat sekolah. Emangnya tante Ibu Zahra apa? Kenapa Zahra harus memanggil Mamih." Protes Zahra.


"Ya tentu saja sayang ini Mamih kamu Sayang, kamu itu sebenarnya anak Mamih bukan anak Ibu Lara sayang." ucap Vani mendekati anaknya lalu mengusap lembut rambut Zahra.

__ADS_1


"Tante jangan ngaku ngaku sebagai Ibu Zahra. Ibu Zahra tetap Ibu Lara. Lagian kalau emang Tante Ibu Zahra kenapa baru muncul sekarang, kemarin kemarin tante kemana saja." Ucap Zahra masih tidak percaya apa yang diucapkan Vani.


"Ya tentu saja sibuk kerja sayang jadi baru sempat sekarang menemui kamu sayang, jadi Mamih sengaja menyuruh Ibu Lara untuk mengurusmu tapi Ibu Lara juga tetap sebagai Ibu kamu kok," ucap Vani sambil menatap Zahra.


"Sudahlah tante jangan sok ngaku ngaku, Ibu Zahra tetap Ibu Lara. Sudahlah awas tante Zahra mau berangkat sekolah nih nanti kesiangan," Ucap Zahra sambil menginbaskan tangan Vani yang menyentuhnya .


"Zahra kamu dengerin Mamih dulu sayang, Kamu itu benar benar anak mamih sayang dan Mamih ini Ibu kandung kamu sayang. Bukan Lara dia cuma Baby sister untukmu," Teriak Vani sambil menatap kepergian putrinya.


"Kamu bilang apa barusan hah?" Tanya Viko menatap tajam Vani dan merasa geram dengan tingkah Vani.


"Kalau Lara itu BabySister. Lagian emang benarkan selama ini Lara yang mengurus Zahra. Lagian dia bukan Ibu kandung Zahra tapi sayalah Ibu kandungnya Mas." ucap Vani.


"Viko hentikan!! Kamu apa apaan sih hah? Dia itu Istri kamu juga Viko dan Dia juga Ibu kandunnya Zahra jadi biarkanlah dia tinggal disini untuk sementara biar kenal dekat dengan anaknya sendiri Viko." Ucap Bu Ria sambil melepaskan tangan Viko.


"Tapi Viko tidak suka Dia bilang kalau Lara adalah Baby Sister Zahra Bu ," Ucap Viko menatap Vani.

__ADS_1


"Kamu juga Vani jangan memancing emosi Viko dong. Lagian juga Lara juga Istrinya Viko. Oya gimana kabarnya Lara? Apakah orang suruhanmu sudah mendapatkan kabar tentang Lara?" Tanya Bu Ria.


"Belum Bu, Dia belum menemukan Lara sama sekali. Tapi Pak. Ali bilang sedang berusaha keras mencari Lara. Semoga saja secepatnya segera menemukan Lara." Ucap Viko penuh harapan.


"Iya Nak, Maafkan Ibu tidak bisa membantu kamu Nak. Dan semoga saja Lara baik baik saja Nak," Ucap Bu Ria sambil menatap anaknya.


"Ck, punya masalah malah main kabur bukannya hadapi masalah tersebut. Ternyata cemen sekali Istrimu itu malah menghindar begitu saja. Sungguh wanita tidak punya otak!!" Celetuk Vani.


"Kamu!! Ah sudahlah Bu, Viko harus berangkat kerja sekarang dari pada melihat wanita ini yang terus terusan selalu memancing emosi. Andai saja dulu dia tidak hadir mungkin tidak akan sampai rumah tanggaku dengan Lara kayak begini." Ucap Viko sambil berlalu pergi meninggalkan Ibunya dan juga Vani.


"Ya sudah Vani, Ibu juga permisi dulu ya karena ada urusan penting bersama teman teman Ibu," Ucap Bu Ria.


"Iya Bu," jawab Vani.


Lalu Bu Ria pun berjalan pergi meninggaklan Vani. Dan kini hanya tinggal Vani seorang.

__ADS_1


Ck, kenapa kedatanganku malah tidak disambut baik oleh suamiku sendiri. Terus kenapa dia lebih membela Lara, Lara dan Lara. Sebenarnya apa sih Istimewanya si Lara hah? Tapi aku merasa beruntung bisa tinggal disini bersama suamiku dan anakku. Dan aku akan buat Suami berlutut dan menyesali perbuatannya selama hahaha." gerutu Vani sambil tertawa sinis.


Aku males banget harus ke kantor mending aku ke kamar saja untuk tidur karena semalam aku tidak tidur Dan semoga saja si wanita brengsek itu tidak diketahui dimana keberadaannya biar aku bisa berhak segalanya disini hahaha." Ucap Vani sambil berjalan ke kamar milik Viko.


__ADS_2