
Mobil yang di tumpangi Lara dan Zahra pun, kini sudah sampai di perusahaan milik Viko. Kemudian, dengan segera Lara dan Zahra pun keluar dari mobil tersebut.
"Ayo, sayang kita keluar." Ajak Lara sambil membuka pintunya.
"Baik Bu." Jawab Zahra sambil keluar dari mobilnya.
Setelah keluar dari mobil, dengan segera Lara dan Zahra pun masuk ke dalam perusahaan tersebut dan berjalan menuju tempat dimana suaminya berada. Semua para karyawan dan karyawati menyambut baik Kedatangan Lara dan Zahra, bahkan setiap para karyawan dan karyawati selalu menyapanya. Kini Lara pun, sudah sampai di tempat dimana ruangan suaminya berada.
Kemudian Lara pun membuka ganggang pintu tersebut.
"Assalamualaikum...." ucap Lara sambil masuk ke dalam ruangan.
"Loh, kok tidak ada siapa siapa sayang?" Tanya Lara kepada Zahra, saat masuk ke dalam ruangan tidak mendapati Viko dan sekretarisnya.
"Mungkin, Ayah lagi rapat kali Bu. Ya sudah Bu, mending masuk saja Bu." Ajak Zahra.
"Baiklah, kalau begitu sayang. Kita tunggu duduk disofa saja."
"Baiklah Bu," jawab Zahra.
Kemudian Lara dan Zahra pun, berjalan menuju sofa sambil menunggu Viko.
'Kenapa bisa, kita bisa ketemu lagi bersamamu Andri. Setelah lima tahun setelah lulus kuliah, kita tidak pernah bertemu lagi. Lagian ini juga salah kamu, yang mencampakkanku begitu saja. Dan sekarang kamu bilang, kalau aku orang yang sangat berarti buatmu? Sungguh sangat mustahil itu. Lagian juga hatiku tidak memiliki perasaan apa apa lagi sama kamu.' Batin Lara sambil mengingat saat dulu masih menjadi kekasih Andri.
Kemudian datanglah seseorang masuk ke dalam ruangan. Dan merasa terkejut saat melihat Lara dan Zahra datang ke kantornya.
"Lara...." panggil Viko sambil berjalan menghampiri Lara.
"Eh,iya Mas." Lara tersadar dari lamunannya.
"Sudah lama, kamu disini sayang?" Tanya Viko.
"Enggak Mas. Baru saja sampai disini." Jawab Lara.
__ADS_1
"Oya anak Ayah, gimana sudah sehatkan sekarang?" Ucap Viko.
"Tentu saja Ayah, Zahra sudah sehat kok. Dan Ayah tahu enggak, tadi Ibu bawa Zahra kemana?"
"Emangnya Ibu bawa kamu kemana?" Tanya Viko sambil menatap Lara.
"Ibu bawa Zahra ke tempat yang sangat indah. Selain itu juga disana banyak permainannya loh Ayah." Ucap Zahra.
"Oya? Emangnya kemana Ibu membawa sayang?"
"Ke Taman Kota Ayah." Jawab Zahra.
"Oh, ke Taman Kota. Gimana Zahra senang?"
"Tentu saja Ayah, Zahra sangat senang banget." Zahra sambil tersenyum.
"Kalau gitu, bilang terima kasih dong sama Ibu."
"Sama sama sayang." Jawab Lara sambil membalas pelukan Zahra, kemudian menguraikan pelukannya.
Viko yang melihat istrinya dan Zahra sedang saling berpelukan, ada rasa bahagia di dalam hatinya. Inilah yang sangat Viko rindukan dari dulu. Istrinya yang bersikap lemah lembut dan penyayang serta pengertian. Tapi sayangnya ada sedikit kekecewaan dari hati Viko, yaitu kalau Zahra bukan anaknya. Andai saja kalau Zahra anaknya, pasti sangat bahagia. Tapi walaupun Zahra bukan anaknya, Viko tetap menyayangi Zahra seperti anaknya sendiri. Apalagi sekarang, Lara sedang hamil anaknya merasa sangat sempurna kehidupannya.
"Oya sayang, bagaimana kabar baby kita?" Tanya Viko yang kini duduk disofa disamping Lara, dan sambil mengusap perutnya yang masih datar.
"Tentu saja baik Mas." Jawab Lara.
"Syukurlah kalau begitu sayang."
"Tunggu Ayah, Ibu! Tadi bilang baby kita, maksudnya apa Ayah?" Tanya Zahra merasa tidak mengerti.
"Maksudnya, kalau Ibu sedang mengandung sayang. Dan di dalam perut Ibu, ada baby." Jawab Viko.
"Iyakah, begitu Ibu?" Tanya Zahra menyakinkan ucapan Ayahnya.
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Lara sambil tersenyum.
"Berarti Zahra bakal punya adik bayi dong?"
"Heem." Jawab Lara.
"Hore.... Asyik, nanti Zahra jadi kakak. Dan Zahra bakal punya adik." Zahra merasa senang dan berputar putar mengililingi sofa.
Lara dan Viko pun saling menatap, lalu tersenyum saat melihat tingkah Zahra. Kemudian Viko pun mencium lembut rambut istrinya.
"Oya sayang, sekarang waktunya makan siang. Ayo kita makan di luar." Ajak Viko.
"Iya Mas." Jawab Lara. "Oya sayang, kita saatnya makan siang di luar. Bukannya tadi kamu menginginkan untuk makan bersama." Ucap Lara sambil menatap Zahra.
"Iya Bu. Ya sudah, ayo kita berangkat Bu." Ucap Zahra.
"Baiklah, ayo." Jawab Lara.
Kemudian, Viko, Lara dan Zahra pun pergi meninggalkan tempat kerja Viko. Dan berjalan menuju parkiran mobil untuk berangkat ke restoran.
***
Mau promosiin lagi nih, karya teman saya yang kece ini. Jangan lupa mampir ya, dan kepoin. Dijamin bikin baper nih.
Judul karya: Pacarku Seorang Merman Tampan
Napen: Syochan
Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan terlihat ada yang menyelamatkannya seperti seorang merman yang berparas sangat tampan. Ketika Vanya kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal bernama James Haolin.
Apakah benar orang yang menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika didalam lautan???
__ADS_1