
Taman Kota.
"Gimana sayang, kamu suka kan dan senangkan?" Tanya Lara yang kini sedang berada di taman kota.
"Iya Bu, Zahra sangat senang. Terima kasih ya Bu, sudah mengajak Zahra kesini." Zahra sambil tersenyum kepada kepada Lara.
"Iya sayang."
Tiba tiba Zahra pun, merasa bersalah pernah melakukan kebohongan terhadap Ibunya.
"Ibu...." panggil Zahra.
"Iya sayang, kenapa?" Tanya Lara.
"Maafin Zahra ya Bu." Zahra sambil menatap Lara.
"Maksudnya, maaf untuk apa sayang?" Tanya Lara benar benar tidak mengerti.
"Iya Zahra waktu itu, pernah berbohong sama Ibu. Maafin ya Bu, itu Zahra berbohong karena terpaksa Bu."
Lara pun menatap Zahra sebentar, lalu tersenyum.
"Sudahlah Nak, jangan bahas kejadian dulu lagi. Lagian Ibu tidak apa apa kok. Dan Ibu pun yakin, anak kecil sepertimu tidak mungkin berbohong. Kalau bukan karena terpaksa."
"Jadi Ibu, sudah memaafkan Zahra?"
"Tentu saja sayang, dari dulu Ibu selalu memaafkan kamu kok Nak." Lara sambil tersenyum.
"Terima kasih Ibu, sungguh mulai sekali hati Ibu." Zahra sambil memeluk Ibunya.
"Iya sayang. Oya, sekarang Zahra mau kemana?" Tanya Lara.
"Zahra pingin ke tempat mainan Bu, sudah lama Zahra tidak pernah main lagi ke tempat mainan Bu."
"Ya sudah, ayo kita jalan lagi. Tidak jauh dari sini kok sayang." Ucap Lara.
"Baiklah Bu."
Kemudian, Lara dan Zahra pun pergi ke tempat mainan khusus anak kecil.
15 menit kemudian.
__ADS_1
Lara dan Zahra pun, sudah sampai di tempat permainan.
"Waw Bu, bagus sekali tempat mainannya kumplit lagi." Ucap Zahra.
"Suka?"
"Tentu saja Zahra suka Bu." Ucap Zahra.
"Ya sudah, sana pergi main sama yang lainnya."
"Baik Bu. Ibu tunggu saja disini sayang,"
Kemudian Zahra pun berlari ke tempat mainan tersebut berbaur dengan orang yang sedang main disana. Lara pun hanya tersenyum saat melihat Zahra begitu senang bermain dengan orang orang yang ada disana.
'Walaupun dia bukan anakku, sekaligus bukan anak dari suamiku. Tapi aku tidak pernah dendam terhadapnya. Bagiku Zahra sudah ku anggap seperti anakku sendiri. Semoga saja ketika Zahra tahu kalau Viko bukan Ayahnha, Zahra tetap bisa menerimanya dan tetap mengakui Viko sebagai Ayahnya bila nanti ketemu sama Ayah kandungnya.
'Aduh perutku mules sekali, tapi gimana dengan Zahra ya? Dia lagi asyik bermain.'
Kemudian Lara pun melambaikan tanganya untuk memanggil Zahra. Dengan segera Lara pun, berjalan menghampiri Lara.
"Iya Ibu, ada apa memanggilku?" Tanya Zahra.
"Iya Bu, tidak apa apa kok Bu." Jawab Zahra.
"Ya sudah, kalau begitu Ibu mau ke toilet dulu. Kamu jangan kemana mana ya sayang. Tunggu disini."
"Iya baik Bu." Zahra sambil kembali bermain lagi.
Dan Lara pun, pergi ke toilet karena merasa sakit perut.
Kemudian datanglah seseorang menghampiri Zahra.
"Hello, Zahra sayang. Apa kabar?" Tanya seseorang tersebut sambil menghampiri Zahra.
"Om, ada disini juga ya Om?" Tanya Zahra sambil memeluk seseorang tersebut.
"Iya sayang, Om ada disini juga. Oya kenapa kamu tidak pertanyaan Om?"
"Eh iya Zahra lupa Om hehe. Lagiam kabar Zahra baik kok Om." Jawab Zahra.
"Syukurlah kalau begitu. Oya Zahra sendiri kesini sama siapa?" Tanya seseorang tersebut.
__ADS_1
"Sama Ibu, Om." Jawab Zahra.
"Ibu? Sekarang panggilnya Ibu, tidak Mamih lagi nih."
"Masih panggil Mamih kok Om. Cuma Ibu sama Mamih beda orang Om." Ucao zahra.
"Beda orang? Maksudnya gimana?" Tanya seseorang tersebut merasa penasaran dengan ucapan Zahra.
***jangan lupa\, kasih jempolnya buat nge like ya.
**sekalian mau promosiin nih, karya teman saya yang sangat bagus. Yuk mampir dan kepoin, di jamin bikin baper deh.
Judul : Tuan Mafia
Karya : selvi_19
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di
lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab
kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat
membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari
keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan
Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan
Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?
Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?
__ADS_1