
"Sudahlah sayang, ngapain mikirin dia. Lagian dia orangnya emang suka begitu dari dulu." Ucap Viko sambil menatap Istrinya.
"Iya Mas. Tapi Lara merasa tidak enak hati saja Mas." Ucap Lara.
"Sudahlah Sayang ayo kita tidur." Ajak Viko lalu mengendong Istrinya.
"Ih Mas Viko apa apaan sih, turunin malu tahu." Ucap Lara.
"Sudahlah sayang kamu diam saja, lagian ngapain harus malu sayang? Kan tidak ada siapa siapa." Ucap Viko.
Lalu Viko pun segera membawa Istrinya ke dalam kamar. Setelah sampai dikamar kemudian meletakan Istrinya diatas kasur dengan pelan.
"Sayang boleh kah Mas-"
"Tidak boleh Mas." Jawab Lara memotong pembicaraan Suaminya.
"Loh kenapa tidak boleh sayang?" Ucap Viko lalu mendekati Istrinya.
"Karena saya tidak tahan pingin pipis dulu Mas." Ucap Lara lalu mendorong suaminya dengan kuat kemudian berlari ke dalam toilet.
"Hati hati sayang, jalannya pelan saja takut kenapa kenapa tuh baby nya." Teriak Viko pada Istrinya namun tidak dengar oleh Lara.
Ck, kirain saya dia benar benar menolak untuk berhubungan ternyata dia pingin ke toilet dulu sungguh lucu sekali Gerutu Viko. Karena merasa gerah lalu Viko pun membuka bajunya.
Untungnya Mas Viko sudah tidur ucap Lara saat sudah selesai dari toilet dan kembali melihat suaminya tertidur.
__ADS_1
Hoamm... Ngantuk nih. Ya sudah mending saya ikut tidur saja sekarang ucap Lara. Lalu menarik selimut namun tiba tiba.
"Ahhh..." Teriak Lara.
Karena ada yang berteriak, Viko terbangun dan merasa kaget.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Viko merasa cemas.
"Itu Mas, lagian ngapain sih pakai telanjang segala?" Tanya Lara sambil menutup mata dengan tangannya walaupun masih kelihatan tubuh polos suaminya.
"Loh emangnya kenapa kalau Mas telanjang? Bukannya kamu Istri Mas? Lagian kamu kan sering melihat Mas seperti ini." Ucap Viko lalu membuka mata Istrinya yang ditutupi tangannya sendiri.
"Mas ih malu tahu." Ucap Lara menundukan kepala.
"Malu Mas ih." Ucap Lara.
"Ngapain harus malu kan sudah sering lihat Mas kayak begini Sayang. Sini tidur disini." Ucap Viko sambil menepuk nepuk bantal dan tempat tidur Istrinya.
"I-iya Mas." Ucap Lara lalu berjalan kearah suaminya. Entah kenapa Lara begitu jadi salah tingkah dan malu padahal sebelumnya dia sering melihat suaminya seperti itu.
"Mas tidak takut masuk angin iya bertelanjang begitu?" Tanya Lara.
"Ngapain harus takut. Lagian Mas sengaja begini supaya.. " Ucapan Viko sengaja tidak diteruskan lalu menindih tubuh Istrinya dengan posisi Viko diatas tubuh Istrinya.
"Mas... "
__ADS_1
"Apa sayang? Sudahlah jangan banyak protes. Mas sudah tidak sabar nih pingin nengok baby kita." Ucap Viko lalu menci*m lembut bibir Istrinya. Lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Lalu Lara pun membalas setiap ci*man yang Viko kasih. Sehingga keduanya terbakar gairah.
"Boleh iya Sayang?" Tanya Viko pada Istrinya.
"Iya Mas." Jawab Lara sambil menganggukan kepala.
Lalu dengan tidak sabaran Viko segera melepskan Pakaian yang dikenakan Lara hingga kini bertubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Lalu dengan segara Viko melakukan penyatuan. Kini mereka sedang menikmati surga dunia dan ntah sampia berapa kali mereka melakukannnya.
keesokan harinya.
"Selamat pagi Sayang." Sapa Viko pada Istrinya yang sedang menyiapi sarapan paginya dibantu oleh Bi inah lalu memcium lembut pucuk Istrinya
"Pagi juga Mas." Jawab Lara tersenyum pada suaminya.
"Loh Levi belom kesini sayang? Apakah dia masih tidur?" Tanya Viko pada Istrinya.
"Ntahlah Mas. Ya sudah Lara permisi dulu mau lihat dulu Levi takut dia masih tidur. Lagian dia kan harus bekerja sekarang." Ucap Lara.
"Sudah Non Lara, biar bibi saja yang bangunin Non Levi. Nona tunggu saja disini." Ucap Bi inah.
"Baiklah kalau begitu Bi." ucap Levi.
Lalu Bi inah pun pergi menuju kamar Lara.
__ADS_1