Cinta Lara

Cinta Lara
Saat cinta tak bisa memilih


__ADS_3

Lara berhasil menyelesaikan beberapa kasus yg demikian rumitnya,namun soal asmaranya harus kandas di jalan berliku.


Cinta yg begitu dirindukan dan diimpikannya harus rela ia lepas demi seorang sahabatnya yg juga tergila gila dengan cinta.


"Kita touring ke pedalaman yuuk,lumayan untuk cuci mata dan melepas stress,setelah menghadapi kasus yg menegangkan", ucap bagus.


"Touring kemana gus?", tanyaku


"Ahh,tenang aja ra,yg jelasnya pemandangannya indah mempesona,kamu pasti suka", tutur bagus,yg membuatku tak bisa menolak ajakannya yg menggebu gebu.


Kami memang sepasang sahabat yg selalu kompak di saat apapun,dan selalu menghabiskan liburan akhir pekan bersama sama.


"Gila kamu gus,bawa barang sebanyak itu", ucaoku dengan rasa heran saat bagus datang menjemputku dengan hardtop tuanya yg telah dimodifikasi.


"Kita kan busa camping juga ra", imbuhnya.


Aku tersenyum menatap sahabatku ini yg tiba tiba berubah gokil saat diluar dinasnya.


"Ayo cepetan naik ra,gak usah bengong begitu kayak kambing congek", ucap bagus dengan santainya.


Bagus terlihat santai mengemudikan mobilnya,ia memutar musik yg menurutku tidak sesuai untuk seorang polisi,musik beraliran metal cukup mengganggu pendengaranku,yg membuatku memakai headset dan tertidur di sepanjang perjalanan


"Bangun,bangun", bagus mengguncang tubuhku.


"Sudah sampai ya?", tanyaku


Bagus tertawa membuatku jadi dongkol juga,mengganggu orang tidur aja,pikirku.


"Kamu curang ra,masa saya ditinggal tidur", protesnya.

__ADS_1


"Lagian setel musik yg gak jelas",Ku berusaha membela diri.


"Ups Sorry, sekarang bicaralah", bagus meledekku.


"Tak ada bahan obrolah,maaf ya,ku tinggal tidur lagi", ucap ku.


Kami terus bergurau di sepanjang perjalanan,hingga mobil memasuki suatu wilayah pedesaan yg begitu indah dan menghibur mata.


"Gimana ra,cantikkan pemandangannya?", tanya bagus,saat melihatku duduk terpukau memandang lukisan alam di depanku ini.


Pemandangannya membuatku takjub,nyaris mataku tak bisa berkedip.


"Woww,hebat kamu gus,bisa menemukan daerah sealami ini", ucapku.


"Tentu dong,siapa dulu bagus,bisa segala galanya,termasuk soal yang ini,,,"Ucapan bagus terhenti dengan kedatangan seorang gadis yg mrmbuka helmnya.


"Cintaaaas!", jeritku,saking kagetku.hampir saja aku tak bisa menguasai perasaanku.


"Gimana ra,diva ku mengagetkan kamu kan?", tanya bagus.


Ia sama sekali tak fahami jika gadis yg meresahkan jiwaku,sesungguhnya adalah kekasih hatiku,yg juga terlalu menyiksa bathinku.


"Iya gus,pacarmu cantik sekali", ucapku menahan diri dari luka.


"Belum jadian kok ra,doain aja ya,hatinya bisa terbuka untukku", ucap bagus penuh harap.


Cinta yg berdiri mematung menatapku dengan tatapan yg tak kumengwrti,semburat luka nyata di wajahnya,aku tahu dan sangat fahami,jika cinta masih sangat mencintaiku.kufahami bahkan sangat kutahu,di hati cinta susah menggeser namaku yg telah ada dihatinya sejak remaja.


*********

__ADS_1


Diary Cinta


Ku torehkan rasa hatiku diatas kertas putih tak ternoda ini,seperti rasa cintaku pada kak lara yg tak pernah usai.


Musim demi musim telah berganti,tapi tidak dengan perasaan dan cintaku pada kak lara.


Ia tetap sebuah nama yg bertakhta di lubuk sanubariku yg paling dalam,bahkan hatikupun belum bisa terbuka untuk bagus yg ternyata sahabatnya kak lara.


"Cinta,aku datang jauh jauh kesini,untuk menagih hutang kepastian, aku ingin memilikimu seutuhnya cinta", ungkap bagus santosa.


Ia demikian nekadnya seperti pejuang yg penuh semangat menggebu gebu.


"Pak bagus,pak kades memanggil sebentar", ucap seorang pemuda yg datang menghampiri bagus


"Baiklah,oh ya ra,kamu disini dulu ya", ucap bagus,lalu ikut diboncengan pemuda tersebut.


Suasana hening,antara aku dan kak lara,ia bahkan berdiri meninggalkanku yg termangu seorang diri.


"Kak lara", ucapku.


Kak lari tak membalikkan tubuhnya,ia tetap membelakangiku.


"Berikan kepastian pada bagus cinta,ia sangat mencintaimu", ucap kak lara.


Ucapan sederhana,namun seperti gunung es yg menyambarku di siang bolong.


"Aku tidak mencintainya", sahutku.


"Tidak cinta,jangan katakan itu,perasaanmu lambat laun akan tercipta seiring waktu,ia lelaki yg baik untukmu,terimalah ia", tutur kak lara,lalu oergi menjauh dariku.

__ADS_1


Ternyata dugaanku tak salah,kak lara lebih mengutamakan perasaan sahabatnya di banding perasaannya sendiri.


__ADS_2