
Kini Viko pun sudah sampai dirumah kediamannya. Dia langsung keluar dari mobilnya dan berjalan dengan cepat berharap Lara masih ada dirumahnya.
"Bi apakah Lara ada dirumah?" Tanya Viko saat melihat Bi Inah di ruang tamu bermain bersama Zahra anaknya.
"Dia ada di kamar Den," ucap Bi Inah.
"Terima kasih Bi." ucap Viko.
"Iya Den," jawab Bi Inah.
Lalu Viko pun berjalan cepat menuju kamar Lara.
"Lara apa yang kamu sedang lakukan hah?" ucap Viko menghampiri Istrinya yang kini sedang memasukan bajunya ke dalam koper.
"Ya tentu saja Mas saya akan pergi dari sini!" ucap Lara sambil tersenyum sinis.
"Kamu tidak boleh pergi Lara! Sampai kapan pun saya tidak akan pernah mengizinkan kamu untuk pergi dari rumah ini!!" Ucap Viko sambil menarik koper milik Vani.
"Kembalikan Mas koperku!! Lagian Saya tidak sudi Mas bila harus tinggal bersama orang yang telah membohongi saya dan berpura pura semuanya baik baik saja bahkan dia tega menikah lagi dengan wanita lain." ucap Lara menatap sinis Viko lalu mengambil kasar kopernya dari tangan Viko.
"Tapi Mas punya alasan kenapa menikah lagi dengan Vani, Lara!" ucap Viko sambil menatap Istrinya.
"Ck, Mas bilang punya alasan hah? Kalau selingkuh ya tetap saja selingkuh, jangan so cari alasan kenapa Mas selingkuh!!" ucap Lara merasa kesal dan kecewa terhadap Viko.
"Sayang Mas serius, pernikahan Mas dengan Vani bukan karena perselingkuhan tapi karena terpaksa." ucap Viko sambil berjalan mengikuti Lara yang kini sedang berjalan menuju tangga sambil membawa koper.
__ADS_1
"Sudahlah Mas jangan cari alasan yang tidak masuk akal. Apa salahnya sih tinggal bilang jujur kalau Mas selingkuh selama ini bukan mencari cari alasan terus." geram Lara merasa muak.
"Mas harus berbicara apalagi hah supaya kamu percaya sama Mas Lara!!" Viko merasa stres apa yang harus dilakukannya kemudian mencengkram tangan Lara dan menahannya supaya tidak pergi.
"Lepasin Mas tangan Saya sakit Mas." ucap Lara sambil berusaha melepaskan tangan Viko yang mencengkramnya.
Tiba tiba seseorang masuk dan kini berhenti tepat didepan Lara.
"Ibu, Ayah?" ucap Lara merasa terkejut dengan kedatangan Orangtuanya dan Orangtua Viko.
"Kamu kenapa Nak?" Tanya Bu Lena.
"Lepasin tanganku Mas," ucap Lara sambil menatap Viko lalu Viko pun melepaskan tangannya.
"Ibu.." ucap Lara lalu memeluk Ibunya dan tidak terasa mulai mengeluarkan airmatanya.
"Tidak Bu keadaan Lara sekarang sedang hancur Bu. Dan Ibu tahu tidak, Mas Viko ternyata telah selingkuh Bu selama ini dia sudah menikah lagi dengan wanita lain Bu hiks.. hiks." Ucap Lara dengan tangisan yang semakin pecah.
"Sayang kamu yang sabar ya Nak, kamu harus bisa menerima keadaan semua ini." ucap Bu Lena sambil mengusap lembut rambut putrinya lalu menguraikan pelukannya.
"Ibu bilang Lara harus menerima kenyataan ini hah? Enak sekali memaafkan orang yang sudah berbohong dan selingkuh Bu," Ucap Lara sekilas menatap sinis suaminya.
"Tapi asal kamu tahu ya Lara, saya melakukan semua ini karena terpaksa dan kamu tahu ketika waktu kamu koma perusahaan saya bangkrut maka beruntunglah ada Vani dan keluarganya menolong perusahaan kita sehingga perusahaan kita kembali normal seperti biasa sampai sekarag perusahaan menjadi berkembang pesat Lara." ucap Viko sambil menatap Lara.
"Terus apa hubungannya ketika saya koma, ketika perusahaan kamu bangkrut dan tepat ketika itu juga kamu menikah lagi dengan Vani hah?" ucap Lara dengan perasaan marah dan airmatanya yang terus mengalir membasahi wajah cantiknya Lara.
__ADS_1
"I-iya karena waktu itu Ayahnya Vani memaksa untuk saya menikahi Vani itu Syarat agar perusahaan dapat saham darinya dan memulihkan kembali perusahaan Saya Lara. Dan asal kamu tahu ya waktu itu juga saya butuh uang untuk membayar semua perawatan dan berobat kamu Lara kalau tidak ada keluarga Vani mana mungkin bisa membayar semuanya dan sudah perusahaan saya bangkrut, mungkin nasibmu dulu entahlah akan seperti apa." Ucap Viko mencoba menjelaskan semuanya sambil menatap Lara.
"Itu cuma omong kosongkan Mas hah? Alasanmu sungguh tidak masuk akal Mas. Dan kenapa juga kamu mau menerima pernikahan kamu dengan Vani Mas hah? Dan biar saja perusahaanmu bangkrut dan nasibku mungkin dulu sudah mati Mas!! Dari pada kamu menutupi kebohongan selama ini dan kamu kenapa tidak jujur kalau Zahra itu anak kamu dan Vani hah?" ucap Lara dengan emosi yang tidak bisa ditahan lagi.
"Sudah lah Nak, lagian apa yang dikatakan Viko benar. Dia terpaksa menikahi Vani hanya untuk bisa membayar semua biaya rumah sakit dan keselamatan kamu sedangkan waktu itu Viko sedang dalam bangkrut Nak." ucap Bu Lena mencoba menjelaskan pada putrinya.
"Jadi Ibu tahu dong selama ini tentang pernikahan Viko dan Vani? Atau jangan jangan semuanya juga sudah tahu dan berusaha menyembunyikan semua ini iya hah? Tapi sayangnya semuanya sudah telat dan akhirnya saya pun mengetahuinya tanpa kalian memberitahu saya !! Sumpah saya benci sama kalian semua hiks.. hiks.." ucap Lara dengan menangis sejadi jadinya.
"Sayang maafin Mas sudah menyakiti kamu dan Maafin Mas sudah menyembunyikan semua ini. Dan asal kamu tahu Saya tidak mencintai Vani, Mas cuma sayang sama Kamu Lara!!" ucap Viko berusaha mendekati Lara.
"Stoop jangan dekati saya Mas!! Tidak mungkin kamu tidak mencintai Vani kalau tidak ada Zahra Mas!! Kamu pikir saya bodoh iya hah? Sudahlah sekarang kamu minggir, lebih baik saya pergi dari sini dari pada hidup bersama orang orang yang telah mengkhianati saya dan orang orang yang telah menghancurkan impian saya!!" Ucap Lara yang masih terisak nangis lalu pergi meninggalkan rumah kediaman Viko.
"Lara tunggu!!" Teriak Viko.
"Sudahlah Viko, biarkan Lara untuk sendiri dulu. Mungkin dia butuh waktu untuk menenagkan hati dan pikirannya." ucap Bu Lena dan menahan Viko untuk tidak mengejar Lara.
Arrrgh... Teriak Viko.
"Lalu apa yang harus saya lakukan Bu?" Tanya Viko pada Ibu mertuanya.
"Entahlah mungkin kamu harus siap siap menerima keputusan Lara jika dia menginginkan perceraian denganmu." ucap Bu Lena
"Tapi Bu, Viko benar benar belum siap Bu bila harus berpisah dengan Lara." ucap Viko.
"Sudahlah Viko kamu yang sabar dan kamu harus menerima kenyataan ini. Lagian kita disini juga bersalah besar kepada Lara karena sudah menyembunyikan semuanya tentang pernikahanmu dengan Vani. Tapi apakah kamu yakin kalau Zahra adalah anak kamu?" Tanya Bu Ria.
__ADS_1
"Entahlah Bu sekarang Viko benar benar pusing dan harus segera ke kamar dulu Bu," ucap Viko sambil berjalan menuju kamarnya.
Lalu orang tua Viko dan orangtua Lara hanya menatap sedih melihat keadaan rumah tangga Viko dan Lara yang kini semakin memburuk.