Cinta Lara

Cinta Lara
87. Rencana Andri.


__ADS_3

"Kamu kalau bicara jangan ngaco deh Ndri." Ucap Lara sambil menatap sinis Andri.


"Loh, siapa yang ngaco. Lagian saya serius loh bicaranya Lara. Kalau tidak percaya nih, suratnya sebagai tanda bukti kalau Zahra itu anak aku." Andri sambil membuka kantongnya, kemudian mengambil selembar kertas dan memberikan kertasnya kepada Lara.


Kemudian dengan segera Lara pun membuka kertas tersebut dan betapa terkejutnya saat mengetahui, kalo Zahra memang anak Andri. Kemudian Lara pun hanya bisa menggelengkan kepala, merasa tidak percaya. Bagaimana tidak, Andri dulu di kenal paling baik dan tidak pernah macam macam. Tapi kenapa bisa Andri sama Vani melakukan hubungan di luar nikah.


"Bagaimana bisa, ini jadi seperti ini?" Tanya Lara sambil menyimpan kertas tersebut dan menatap Andri.


"Ya karena semua ini, ulah Vani sendiri. Dia yang menggoda aku dan memberikan iming iming uang. Lagian siapa yang tidak tergoda sih, dengan hal itu. Aku pun menyetujuinya." Jawab Andri.


"Sudah ku duga ternyata dari awal, aku sudah curiga sama kamu. Kalau kamu itu Ayahnya Zahra." Ucap Viko sambil menatap sinis Andri.


"Iya. Aku dulu pernah menawari Vani, dan siap jadi Ayah untuk Zahra. Tapi Vani menolaknya, dan memanfaatkan ini semua agar bisa terus bersama kamu." Andri sambil menatap Viko.


"Benar benar perempuan licik, mencari kesempatan dalam kesempitan. Terus apa rencana kamu sekarang?" Tanya Viko.


"Rencanaku mungkin untuk sementara ikut tinggal di rumahmu. Agar bisa meluluhkan Zahra dan juga Vani bisa menerimaku." Ucap Andri.


Uhuk.... uhuk.... tiba tiba Lara pun batuk.


"Sayang, kamu baik baik saja kan?" Tanya Viko merasa khawatir.


"Iya Mas, saya baik baik saja kok Mas. Tidak tahu kenapa, tiba tiba tenggorokanku gatal Mas." Bohong Lara.


"Ya sudah nih, minum dulu." Viko sambil menyodorkan minumannya untuk Lara.

__ADS_1


"Terima kasih Mas." Ucap Lara sambil mengambil minumanya, kemudian Lara menatap Andri.


Yang benar saja, kalau Andri mau tinggal bersama kita? Apa jadinya, bila Mas Viko tahu, kalau Andri masa laluku? benar benar ya ini orang. Lagain, punya recana apa sebenarnya ini si Andri batin Lara.


"Oya Viko, gimana rencanaku menurutmu?" Tanya Andri.


"Bagus sih. Lagian saya juga setuju dengan rencanamu itu." jawab Viko.


"Yang benar saja Mas ngizinin dia tinggal bersama kita." ucap Lara.


"Loh emangnya kenapa sayang? Bukannya bagus tuh rencana Andri. Dia butuh waktu agar Zahra nanti bisa menerima kenyataan kalau Andri, Ayahnya. Dan bisa menerima Andri sebagai Ayah kandungnya. Juga siapa tahu nanti setelah Mas menceraikan Vani, Andri mampu membuat Vani jatuh cinta dan menerima Andri sebagai suaminya." Viko sambil menatap Lara.


"Okelah kalau begitu rencananya, saya setuju juga." Lara menatap balik istrinya.


"Loh bukannya saya tadi mengatakan begitu ya rencanaku, kenapa baru setuju. Atau mungkin maksud kamu, saya akan melakukan...." ucapan Andri sengaja di gantung, kemudian menatap Lara dan Viko bergiliran.


"Ya saya akan membunuh Vani." jawab Andri.


Kemudian Lara pun langsung menghembuskan napas kasarnya, karena takut kalau Andri akan berbicara yang tidak tidak tentang dirinya.


"Sadis benar Ndri, kamu akan melakukan seperti itu." Viko sambil tersenyum sinis.


"Lagian saya cuma bercanda kok Viko. Tidak mungkin saya sampai membunuh Vani, kasihan kan sama Zahra pasti masih membutuhkan Mamihnya." ucap Andri.


"Ya sudah, ayo kita makan. Mumpung masih hangat, tidak enak nih kalau sudah dingin." Ajak Viko saat sang pelayan sudah beres menyajikan makanan dan minumannya di atas meja.

__ADS_1


"Terima kasih." ucap Viko kepada sang pelayan.


"Sama sama Mas." jawab sang Pelayan sambil berlalu.


"Sayang, sekarang simpan handphonemu kita makan." Lara sambil menatap Zahra.


"Baiklah Bu." jawab Zahra, kemudian menyimpan handphone nya.


Dan kini mereka pun, sedang menikmati makan siang bersama.


****


Mau promo nih, jangan lupa ya mampir di jamin bikin greget dan baper. YUK kepoin.


Sinopsis novel:


Yusuf, seorang duda beranak satu yang baru saja ditinggal oleh Aisha–istrinya yang meninggal karena kecelakaan. Dia harus membesarkan Asiah–putrinya– seorang diri karena ibunya harus merawat ayahnya yang sakit stroke. Yusuf dan Asiah tinggal di apartemen milik perusahaan yang khusus diberikan oleh Sarah, CEO sekaligus putri pemilik perusahaan tempat dia bekerja sebagai Direktur Keuangan. Yusuf juga bertetangga dengan Zulaikha, seorang siswi SMA yang kurang kasih sayang orang tua dan suka menggoda dirinya, tetapi begitu sayang kepada Asiah. Zulaikha juga selalu terang-terangan bilang cinta dan sayang sama Yusuf. Namun, Yusuf selalu menganggapnya angin lalu.


Asiah selalu dititipkan di sebuah penitipan anak yang merangkap dengan lembaga pendidikan anak dini. Di sana mereka bertemu dengan Bilqis, mahasiswi magang yang mengingatkan pada sosok Aisha. Membuat Yusuf mulai terpaut hatinya karena kealiman dan kelembutan sifatnya. Namun, cintanya mendapat pertentangan dari keluarga Bilqis karena statusnya duda beranak satu.


Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah yang aktif dan sering membuatnya mati kutu?


Siapa yang mendapatkan cinta Yusuf?


Sarah anak perawan yang anggun dan cerdas? Zulaikha anak perawan penggoda dan jahil? Atau Bilqis anak perawan yang sholehah dan penyabar?

__ADS_1



__ADS_2