Cinta Lara

Cinta Lara
Dilema


__ADS_3

Pertemuanku dengan kak lara,seperti sebuah skenario yg sengsja dirancang seorang sutradara,untuk mempermanis cerita.tapi tidak untuk diriku.ini bukan lah skenario,tapi takdir Allah yg telah ditentukan.


"Maafkan aku kak lara,permintaanmu tidak bisa kupenuhi,cinta bukan sesuatu yg dibuat buat,tapi cinta datangnya dari hati", ungkapku.


Kak lara terhenyak mendengar permintaanku,ia tak menduga bagus santosa yg memiliki kriteria idaman seorang wanita,harus kecewa karna penolakan cinta dariku.


"Cinta,tolong dengarkan sekali lagi.bagus memiliki cinta yg suci buatmu,ia sengaja jauh jauh kesini hanya untukmu", kak lara sekali lagi membujukku.


Mungkin menurut kak lara,hal itu baik,tapi tidak untuk diriku.


"Kak lara,tolong berhenti bicara.aku tak mungkin juga berniat kembali padamu,jangan kira penolakanku ke bagus karna masih mengharapkanmu,sama sekali tidak!", ucapku dengan tegas.


Kak lara tersenyum mendengar ucapanku.


"Sudah kuduga pasti kamu salah faham", ucapnya.


Kami pun terdiam dan terhanyut dalam pikiran masing masing,saat bagus kembali dari rumah kades.

__ADS_1


"Sudah selesai urusannya gus?", tanya lara.


"Alhamdulillah ra,sepertinya kita kesini sambil menyelam,sambil minum air", sahut bagus.


Ia menghempaskan pantatnya ke sofa,sambil mendehem,entah apa maksudya.


"Maksudnys?", tanya lara penasaran.


"Niat kita kesini kan sekedar rekreasi,tiba disini dapat tawaran proyek,lumayan ra,buat nambah nambah pembeli rokok",ucap bagus


Aku bernapas lega,semoga saja niatnya untuk mendekatiku,ia buang jauh jauh,hatiku terasa gak ada keinginan dulu untuk membukanya.


Lara seperti tak menghiraukanku lagi,seolah tak pernah ada hubungan apapun.akupun tidak mau terlihat berlebihan dimatanya,bagaimanapun juga ku harus menjaga citraku sebagai seorang pendidik.


Lara mendekatiku,yg sedang duduk termenung di beranda rumah yg ku tempati.ia menggenggam tanganku,nsmun cepat kutepis,dan menatapnya penuh kebencian.


"Pergilah lara,jangan pernah datang lagi kesini,apapun alasanmu", ucap ku.

__ADS_1


"Jangan marah cinta,aku mrngatakan hal itu,bukan karna tak sayang padamu,ataupun tak cinta,semus kulakukan karna rasa kesetiakawananku pada bagus", ucap lara.


"Aku mengerti kok,soal itu ra,pergilah bersama bagas ke kota lagi,aku tak perlu kau hiraukan,terserah diriku mau berbuat apa saja,itu urusanku", ucapku lagi.


"Cinta,tolong dengarkan penjelasanku", pinta lara.


"Aku sudah menuruti maumu,bahkan pergi begitu saja demi bahagiamu bersama silva,sekarang ,jangan pernah ganggu diriku lagi,seperti aku,yg tak pernah mengusikmu", ucapku.


"Pergilah ra,kami pasti seperti bagus juga,yg gampang tergoda wanita lain,panggillah temanmu itu,carilah wanita lain".


Setelah ku berkata begitu,aku masuk kedalam rumah dan mengunci pintu.


Kuintip lara,lewat celah celah jendela,nampak ia berdiri mematung,ada bening yg mengalir di pipinya,mungkin ia menyesali.apa yg telah diberitahukannya tadi.


"Aku tau ra,mungkin maksudmu baik,demi persahabatannya,tapi itu sangat melukai perasaanku,yang sepertinya menjadikanku boneka,yg bisa beralih tuan", gumamku.


Kulihat lara berjalan meninggalkan halaman rumahku.ada rasa sedih yg menusuk kalbuku,sekuat mungkin aku menahan perasaan sedih,tapi tak bisa,lara seperti sebuah harta yg paling berharga pada diriku yg selalu ingin kubuang jauh jauh,kenangannya,tapi tak bisa.

__ADS_1


Kuhempaskan tubuhku ke kasur,dan menangis sejadi jadinya,hingga tertidur lelap.


"Cinta,,,buka pintunya!", teriakan yg dari seseorang yg suaranya masih asing bagiku.


__ADS_2