
"Terima kasih ya Bu, selama ini sudah baik sama Lara dan sudah mau menerima Lara disini." Ucap Lara yang kini sedang berada di ballroom.
"Iya Lara. Lagian Ibu juga sangat berterima kasih sama kamu karena kamu sudah mau berbagi ilmu kepada anak-anak," ucap Ibu Ina.
" Iya Bu Lagian Lara juga seneng kok bisa berbagi ilmu dengan anak anak. Semoga saja ilmu yang lara kasih kepada anak-anak bermanfaat ya Bu." Ucap Lara.
"Iya Lara. Sekarang tujuan Kamu mau pergi ke mana?" Tanya Bu Ina.
"Ntahlah Bu, mungkin Lara harus pergi ke luar negeri biar Viko tidak bisa menemukan Lara." Ucap Lara sambil menatap Bu Ina.
"Tapi apakah kamu yakin dengan keputusanmu itu?" Tanya ibu Ina.
"Iya Lara yakin dengan keputusan ini. Biar Lara bisa hidup tenang tanpa harus memikirkan Mas Viko." ucap Lara.
" baiklah jika itu memang keputusan kamu. Semoga saja kamu di sana baik-baik saja dan Ingat jaga selalu kesehatan kamu dan jaga selalu anak mu." ucap Ibu Ina sambil mengusap perut yang masih rata.
"Iya Bu pastinya. Ya sudah kalau begitu Lara permisi ya Bu." Ucap Lara sambil cium tangan punggung Ibu Ina.
"Assalamualaikum Bu," ucap Lara.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalannya ya Lara." jawab Bu Ina.
"Iya Bu." Lara sambil berlalu pergi meninggalkan Ibu Ina dan berjalan menuju taksi online yang sudah menunggunya di sana.
"Oh ya, Non mau kemana?" tanya sopir taksi online.
"Kita pergi ke bandara saja Pak," ucap Lara.
"Iya baik Non." Jawab sopir tersebut.
Lalu sopir tersebut menjalankan mobilnya menuju bandara sesuai apa yang dikatakan oleh Lara.
Satu jam sudah Lara sampai dibandara. Lalu keluar dari mobil taksi online dan berjalan masuk ke dalam bandara. Ketika Lara melangkah berjalan masuk ke dalam bandara tiba tiba ada seseorang yang mengikuti dirinya. Awalnya Lara merasa curiga ada orang yang mengikuti dirinya, tapi pas berbalik badan tidak ada siapa siapa. Ketika berjalan menuju tempat yang tidak ramai lalu seseorang tersebut membius Lara dari belakang sehingga Lara kini dalam keadaan pingsan.
"Gimana apakah kamu berhasil?" Tanya seorang pria disebrang sana.
"Iya pak, saya sudah berhasil. Dan sekarang dia berada di dalam mobil bersama saya." Ucap seseorang yang kini bersama Lara.
"Baguslah kalau begitu. Ingat kamu jangan berani macam menyentuh dia dan juga jangan sampai melukai dia." Ucap pria tersebut disebrang sana.
__ADS_1
"Iya baik pak." Jawab seseorang yang kini berada di dalam mobil.
"Oke. Bawa cepat dia sekarang sebelum dia sadar." Pria disebrang sana.
"Baik pak."
Lalu seseorang tersebut memutuskan sambungan teleponnya dan bersiap siap untuk menyambut kedatangan Lara.
Kini mobil yang membawa Lara pun sudah sampai ditempat tujuan. Dengan segera seseorang itu membawa Lara masuk ke dalam sebuah apartemen milik Bosnya.
"Ini pak, orangnya sudah ada bersama saya." Ucap seseorang yang kini membawa Lara dari mobil menuju apartemen.
"Bawa dia ke dalam kamar." Perintah pria tersebut.
"Baik pak." Seseorang tersebut sambil membawa Lara ke dalam kamar sesuai perintah bosnya.
"Karena tugas kamu sudah selesai, nih uangnya." Ucap pria tersebut sambil memberikan uang tersebut satu gepok.
"Terima kasih pak, ya sudah kalau begitu saya permisi pak." Ucap Toni anak buah pria tersebut.
__ADS_1
Kini di dalam kamar hanya ada Lara dan pria itu yang kini sedang menatap wajah cantik yang kini sedang tertidur didalam kamar miliknya. Kemudian pria tersebut mengusap lembut wajah Lara, sehingga tanpa di sadari Lara pun tiba tiba membukakan matanya dengan perlahan lahan. Dan betapa terkejutnya saat melihat pria yang kini bersama dia.
"Kamu?" Lara merasa tidak percaya dengan seseorang pria yang kini bersama dengan Lara.