
Kehadiran Nenekku yg kupanggil ibu,sangat membuatku bahagia bercampur rasa haru.
Ternyata ibuku masih sangat menyayangiku,kukira diriku tak punya siapa siapa lagi,saat ibu mengusirku karena menolak Daniel, saudara sepupuku sendiri.
"Ibu,maafkan Cinta,Cinta sangat berdosa", ucapku disela sela Isak tangisku yg mengguncang tubuhku.
Ibu memelukku,terasa betul kerinduan yg dalam dari getaran tubuhnya.
"Cinta,maafkan ibu nak,yang telah mengusirnya, ternyata Daniel bukan lelaki yg baik", ucap ibu.
Ibu menghapus air matanya dengan ujung kebaya yg dipakainya
"Sudahlah Bu,ibu tak bersalah,yg salah cinta", ucapku dengan penuh penyesalan.
Bagus yg melihat adegan pertemuanku dengan ibu yg mengharukan,tersenyum senyum
"Terima kasih ya Gus", ucapku
Bagus membelai rambutku,senyumnya tak pernah lepas darinya, nembuatku tersadar jika bagus sebenarnya type lelaki yg sangat baik.
"Cinta,tidak perlu berterima kasih,ini sudah tugas seorang polisi,yg selalu ada disaat ada masalah datang bagi orang-orang Yg membutuhkan", ucap bagus membuatku tersentak.
Jangan jangan,bagus melakukan semua ini,bukan karena cinta,tapi karena tugasnya semata sebagai abdi negara,hatiku mulai kecewa,hatiku yg tadinya berbunga bunga,mendadak meredup.
Kugerakkan kakiku,ingin beranjak dari tempat pembaringan ku,mendadak kakiku tak bisa kugerakkan, seperti terpaku di kasur yg kutiduri.
__ADS_1
"Ibu,kakiku kenapa?", tanyaku.
Ibu dan bagus saling berpandangan, membuatku curiga,telah terjadi apa apa pada diriku.
"Ibu,apa yg terjadi denganku,katakanlah", ucapku.
Mata sembab ibu,tak bisa membohongiku,kuyakin ada yg tak beres pada diriku ini.bagus dan ibu memandangku dengan sendu, sepertinya akan mengatakan sesuatu padaku,tapi bibirnya terkunci.
"Bagus,katakan,apa yg terjadi,kenapa diam terus?", tanyaku,kutarik tangan bagus,yg berdiri mematung didekatku
Bagus duduk disampingku,ia memegang jemariku,dan menciumnya, nafasnya terdengar seperti sedang resah.
"Cinta,kamu mengalami lumpuh layu,untuk sementara kamu butuh istirahat dan pengobatan yg rutin,semoga Allah memberikan pertolongan dengan memberimu kesembuhan", ucap Bagus
Ternyata rasa sakitku mendalam oleh kepergian lara,berakibat buruk pada kesehatanku.rasa tak ikhlas ditinggalkan lara telah meluruhkan semua tulang tulangku.
Tangisku tak bisa kubendung lagi,bagaimana seandainya Allah tak memberiku kesempatan lagi untuk sembuh, sementara dosa dosaku terlampaui banyak.
Saya tetap menjalani pengobatan alternatif dan kedokteran ahli saraf dikota Makassar.bagus yg selalu setia mendampingiku,mengajukan kepindahannya ke kota Makassar.
Bagus dengan penuh kesabaran merawat ku,ia seperti batu karang yang tak pernah terkikis ombak
Setahun Sudah bagus, menemaniku,tapi belum ada kata cinta yg dia ungkapkan,namun perhatian dan kasih sayangnya merawatku,menumbuhkan benih benih cinta di hatiku.
"Cinta,makanlah,ini sudah siang lho", ucapnya sambil menyuapiku.
__ADS_1
Bagus, menyuapiku makan yg sudah rutin ia lakukan,kalaupun ada yg gantikan,jika ibu kebetulan datang menjagaku.
"Cinta,ibu mau tanya nak, sudah sejauh mana hubunganmu dengan bagus?", tanya ibu.
Pertanyaan ibu membuatku tak berkutik,bagaimana bisa ku berikan jawaban, yang saya sendiri tak bisa mendefinisikan hubunganku yg sesungguhnya.
"Bu, saya takut terlalu berharap ke bagus, saya hanya wanita cacat, yg mungkin hanya sekedar ia tolong", ucapku dengan nada sedih.
Ibu memelukku dengan erat, seolah bisa membaca isi hatiku.
"Cinta, bagus tak bisa berbohong dimataku,ia sesungguhnya mencintaimu,hanya takut kau menolaknya, Karena hatimu ia tau,terpaut dengan lara", ucap ibu.
"Bagus menyayangimu nak,ia bahkan rela,meluangkan waktunya demi untuk mendampingi mu", ucap ibu.
Kata kata ibu sangat berkesan dihatiku,jiwaku seperti berjalan di Padang pasir yg luas,lalu menemukan oase, tapi bagus,makin tak pantas buatku, prestasinya yang sangat cemerlang dengan ditunjang postur tubuh dan wajah yg sangat tampan,tak mungkin tidak menjadi incaran para gadis gadis cantik.
"Bagus,terlalu jauh untuk bisa kugapai bu,meskipun ia selalu dekat denganku,tapi hakikatnya,ia bukan untukku, kuhanya gadis lumpuh yg hidup diatas kursi roda ", ucapku merendah
Rupanya ucapanku di dengar bagus yg tanpa kusadari telah berdiri diambang pintu kamar yg kutempati.
Bagus mendekatiku, digenggamnya tanganku dan dibawa kedekapannya,ada bulir yg jatuh dari mata nya yg memancarkan aura kasih sayang yg tulus.
"Cinta,kumencintaimu sejak lama,tapi ketakutan kehilanganmu membuatku menahan diri,kutakut setelah mengutarakan cintaku,membuatmu marah dan salah faham", ucap bagus.
Mendengar hal itu,cinta terisak Isak,hingga tubuhnya terguncang,wajah ayunya yg bak Barbie, makin cantik dan sempurna di mata bagus.
__ADS_1
Bagus tanpa sadar,merengkuh tubuh Cinta,mereka berpelukan dengan penuh kasih sayang.membuat ibunya cinta turut terharu,dalam benaknya menginginkan pernikahan antara kedua anak muda itu.