
Persidangan kaila dimulai lagi,setelah Vakum cukup lama,karena berkas yg tak lengkap,juga banyaknya manipulasi yg membuatnya tersendat.
"Kita menghadapi musuh dalam selimut pak,yg setiap saat bisa menggunting kita dari dalam", ucap pak bagas.
Yang tetap tenang,meskipun dalam keadaan genting.pak bagas yg sangat berwibawa dan alim,sungguh tak kami duga ternyata masih bujangan.
"Betul pak,sekarang zaman betu betul sudah edan,yg seharusnya melindungi,justru menjadi penindas", ucapku pula.
Dengan tenangnya pak bagas,menulis secara terperinci kasus kaila yg mengambang,dan menyerahkannya padaku..
"kalau bisa,tidak usah perlanjut kasus itu ra,sangat beresiko", tegur silva,saat dilihatnya,aku menyerahkan map ke hakim.
"Tidak silva,aku bekerja untuk rakyat,bukan untuk membela yg berduit", tegasku.
Kulihat silva terdiam,wajahnya merah padam,sepertinya ia ikut tersinggung oleh kata kataku,karena silva pun sering kulihat menerima amplop.
"Itu sangat bagus lara,tapi kuminta,jangan pertaruhkan nyawamu dengan kasus sepele seperti itu"ucap silva,yg membuatku terbelalak heran.
"Bagaimana bisa kamu menganggap ini kasus sepele sil,kamu kan wanita juga,seharusnya engkau yg bisa lebih memahami penderitaan seorang gadis yg diperkosa beramai ramai", ucapku penuh kemarahan.
Silva,sepertinya tak menyukai kesungguhanku memperjuangkan kasus kaila,ia bahkan seolah mencibir kaila yg seorang wanita miskin.
"Dasar wanita miskin,kalau mau uang bilang saja", silva kudengar menggerutu.
Aku makin tak pedulikan silva lagi,ia wanita yg tidak sesuai typeku,ia sangat angkuh,hanya melayani klien yg perlente.
*********
Cinta menjadi sangat penasaran dengan seorang polisi yg sangat berwibawa,yg ia kenal hanya sekilas saat sama sama mengadakan penyuluhan tentang bahayanya Narkoba bagi generasi muda.
Namanya Bagus santosa,yg sedikit sedikit mencuri pandang padanya.
Sayangnya bagus santosa,cepat kembali ke kota,lalu ia teringat lara yg ia tinggalkan begitu saja,karena rasa cemburunya pada silva,yg ia kira pacarnya lara.
"Dari mana aja Ndan,2 hari kucari gak ada,kutelpon gak aktif aktif?",tanya lara,saat di datangi bagus di ruang kerjanya.
"Ada tugas di pedalaman pak,kebetulan saya yg ditunjuk jadi moderator disitu", jawab,bagus santosa.
Bagus santosa,keliatan sangat ceria dan selalu berbunga bunga.
__ADS_1
"Padahal hatiku kecantol ma guru yg sangat cantik", ucapnya.
"Asyik dong,sambil menyelam sambil minum air", candaku.
"Achh,baru PDKT juga,cewek itu pernah tugas daerah sini juga ra", kata bagus.
Bagus,memperlihatkan ponselnya,bersama gadis pujaannya,lara sangat terkejut.
"Inikan Cinta,yg sebenarnya masih berstatus pacarku,karena belum ada kata putus", ucapku dalam hati.
Mendadak hatiku yg tadi ceria,berubah mendung,cinta rupanya betul betul telah melupakanku,padahal seutuhnya cintaku tetap untuknya,rasa hatiku belum bisa berpaling.
"Laraa,kamu kenapa,sakit ya?", tiba tiba bagus menepuk pundakku,membuatku terkejut.
Rupanya aku sedang terhanyut dalam lamunan saat melihat foto cinta bersama bagus.
"Tidak apa apa gus,saya hanya kepikiran terus,kasus kasus berat yg kita hadapi",sahutku,sambil menghela napas.
"Sabarlah ra,semuanya akan baik baik saja", ucap bagus.
Padahal bukan itu yg kupikirkan,melainkan cinta yg terus menghantui pikiranku,di lubuk hatiku yg paling dalam,masih terpatri indah namanya.
"Kira kira,cinta cocok gk buatku ra?", tanya bagus.
"Aku masih menyayangimu cinta,tapi andaikan bagus bisa membahagiakanmu,aku rela,mungkin itu yg terbaik buatmu", bathinku.
"Tentu cocok gus,emang dah jadian ya?", tanyaku.
Kulihat bagus tersenyum senyum,nampak di sorot matanya tak bisa menyembunyikan rasa cintanya yg mendalam ke cinta.
"Belum sih,saya juga was was,takut Cinta menolakku", ucap bagus.
Rupanya mereka belum pacaran,tapi cinta tak menutup kemungkinan,menerima cinta bagus yg memiliki jabatan penting dan wajah yg cukup tampan.
******
Suasana persidangan yg tadinya tenang,mendadak panas,oleh kehadiran orang tua ardien dan hendra,yg berhasil kuseret ke pengadilan.
"Siapa yg berani merubah berkas,yg tidak sesuai dengan laporan korban?", tiba tiba seorang lelaki berseragam polisi,masuk marah marah diikuti beberapa lelaki berbadan tegap.
__ADS_1
Hening,tak ada orang yg bersuara.sepertinya,polisi itu sangat berpengaruh disini,entah kekuatan dan keberanian darimana,tiba tiba muncul pada diriku yg awalnya pun merasa ciut,oleh gertakan sang polisi.
"Saya yg merubahnya,karena tidak sesuai dengan kejadian yg sesungguhnya", Sahutku dengan lantang.
Rupanya keberanianku menantang pak sudiro,menyulut keberanian yg lain untuk melawan.
"Maaf pak,kami hanya menegakkan keadilan dan kebenaran,kami tak sanggup memikul beban di akhirat nanti", ucap bagus santosa.
Mendengar hal itu,pak sudiro terlihat geram,ia menatap bagus penuh kebencian.
"Beraninya kau melawanku,bagus,akan kugeser kau dari sini", ucap sudiro dengan tatapan penuh kebencian.
Sementara bagus,tidak pedulikan hal itu,baginya keadilan harus tetap di tegakkan apapun resikonya.
"Kau yg mesti hati hati sudiro,sebentar lagi karirmu di kepolisian,akan kuhancurkan", ucap bagus dalam hatinya.
Sementara itu lara sibuk mengurus kliennya yg sebentar lagi akan mulai disidangkan.
"Kaila,kalau hakim bertanya,tentang kejadiannya,katakan saja yg sesungguhnya dan apa ada nya,jangan ada ditutupi ya", kata jaksa malarana.
"Baiklah pak", ucap kaila.
Sementara itu pak sudiro,gelisah ingin mendekati anakny,tapi ardien dan hendra,sudah dijaga ketat pihak polisi,hingga membuatnya kebingungan.
"Saudara ardien dan hendra,apa benar kalian memperkosa kaila?", tanya pak hakim.
"Tidak benar pak,itu berita bohong",jawab hendra dan ardien kompak.
Tapi hakim melihat ada gelagat kebohongan pada 2 pemuda itu,juga kesaksian beberapa orang yg menolak identitasnya disebut sebut,alasan takut.
"kalian tidak bisa mungkir dari tuduhan,karena rekaman CCTV Menunjukkan kalian pelakunya,juga kejahatan orang tua kalian yg ikut bersekutu dalam kejahatan bersama kalian dan sengaja mengganti laporan yg asli,oleh sebab itu kalian terjerat Pasal 285 KUHP", ucap hakim lalu mengetuk palu.
Orang tua ardien dan hendra mengamuk dalam ruang sidang,dan mengacungkan pistolnya,rupanya hal itu juga sebagai akhir dari kariernya sebagai polisi.
"Lepaskan saya,saya tidak bersalah,kenapa harus ikut terjerat hukum!", teriak pak sudiro.
Ia hendak,mengacungkan pistolnya lagi,tapi keburu dirampas beberapa anggota polisi yg lainnya.
"Dengar kan kalian,jika saya keluar nanti,akan kutuntut balas perbuatan kalian", teriakan sudiro,tak dipedulikan lagi.
__ADS_1
"Terima kasih banyak bantuannya,pak jaksa", kaila menjabat tangan lara dan mencium tangannya.
Sungguh tak terduga,ada seseorang yg berhati mulia yg bisa menolongnya memperoleh keadilan.tak lupa juga banyak terima kasih ke pak bagus yg bersama sama membantunya memperoleh keadilan.