Cinta Lara

Cinta Lara
81. Kenapa Vani?


__ADS_3

"Maaf Bu, aku harus berangkat sekarang juga." Ucap Vani sambil beranjak dari kursi makan.


"Loh, kan makanannya belum habis Vani." Ucap Bu Ria.


"Lagi malas makan, dan lagi tidak berselara makan Bu." Jawab Vani sekilas menatap Lara dan Viko yang kini sedang asyik makan dan saling menyuapi satu sama lain.


"Ya sudah, hati hati dijalannya ya Nak." Bu Ria sambil menatap Vani.


"Iya Bu." Jawab Vani.


Kemudian Vani pun pergi meninggalkan Bu Ria, Lara dan Viko yang masih asyik menikmati makanannya.


Diam diam ada seutas senyuman terbit dari bibir Viko, dan merasa senang telah membuat Vani marah. Inilah alasan Viko kenapa meminta untuk makan satu piring untuk berdua bersama Lara. Tapi Viko pun tidak munafik, entah kenapa selalu pingin dimanja sama Lara. Dan ada perasaan bersalah terhadap Lara, dulu sering menyakitinya dan bahkan selalu menyalahkan setiap yang terjadi kepada Lara.


'Maafkan aku sayang, pernah menyakitimu. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu dan menuruti kemauanmu, untuk menembus semua kesalahanku terhadapmu sayang' batin Viko sambil menatap Lara yang kini sambil berbincang dengan Bu Ria.


"Nih sayang, terakhir nih makannya. Ayo buka mulutnya." Ucap Viko.


"Sama Mas saja Makan." jawab Lara.


"Sudah, jangan banyak bicara. Ayo buka mulutnya." Viko sambil menyuapkan nasi beserta menunya ke mulut Istrinya.


"Nah, gitu dong. Pintar!" Ucap Viko


"Iss kayak merayu anak kecil saja, Mas Viko ini." Lara sambil menatap Viko.


"Emang hahaha." Viko tertawa.


"Ih Mas Viko malah tertawa. Tidak lucu tahu." Lara sambil menatap sinis suaminya.


"Emangnya siapa bilang yang ngelucu, enggak kok. Sudah siang nih, Mas mau berangkat dulu ya sayang." Ucap Viko yang kini sudah selesai makannya.


"Iya silahkan Mas." Jawab Lara.


Kemudian Lara pun salim dan mencium tangan punggung suaminya, dan begitu pun Viko kepada Ibunya.


"Hati hati Mas, di jalannya." Ucap Lara.


"Iya sayang." Jawab Viko. Sambil berlalu pergi meninggalkan Lara dan Ibunya.


"Oya Bu, Zahra mana Bu? Kenapa enggak ikut makan sama kita." Tanya Lara.

__ADS_1


"Dia lagi ada di kamar. Katanya Zahra bilang males makan disini, dan meminta untuk makan di kamar saja." Jawab Bu Ria.


"Oh gitu ya Bu. Ya sudah, Lara mau ke kamar Zahra dulu ya Bu." Lara sambil menatap Ibu mertuanya.


"Iya silahkan Nak." Jawab Bu Ria.


Kemudian Lara pun, pergi meninggalkan Ibu Ria dan berjalan menuju bedroom Zahra.


Setelah sampai di kamar Zahra, dengan segera Lara pun membukakan ganggang pintunya dan kemudian menutup kembali pintunya dan kini sudah berada di kamar milik Zahra.


"Sayang...." panggil Lara kepada Zahra.


"Eh Ibu...." jawab Zahra.


"Lagi makan Bu, disuapin sama Bi Sri." Jawab Zahra.


"Oh gitu ya. Kalau disuapin sama Ibu boleh?" Tanya Lara sambil menatap Zahra.


"Tentu saja boleh Bu." Jawab Zahra.


"Ya sudah, sini Bi biar Lara saja yang nyuapin Zahra." Ucap Lara.


"Iya Bi, silahkan." Jawab Lara.


Lalu Bi Sri pun, pergi meninggalkan Lara dan Zahra dikamar berdua.


"Ibu, Zahra sangat senang Ibu tinggal disini lagi Bu." Ucap Zahra


"Iyakah begitu sayang," tanya Lara yang kini sambil menyuapkan makananya ke dalam mulut Zahra.


"Iya Bu. Ibu tahu tidak, selama Ibu tidak ada disini Zahra kesepian. Mamih suka pulang malam, begitu juga dengan Ayah. Mereka tidak pernah memperhatikan Zahra. Dan mereka juga sering bertengkar Bu." Ucap Zahra.


"Kirain Ibu, selama ini hidup kamu sudah nyaman dan enak bersama Mamihmu dan juga Ayahmu. Kalau masalah mereka selalu bertengkar, kamu jangan di masukin ke dalam hati dan jangan dipikirin ya sayang. Lagian itu sudah biasa kalau dalam rumah tangga, pasti ada sedikit kesalah pahaman." Ucap Lara sambil mengusap lembut rambut Zahra.


"Iya Bu." Jawab Zahra.


"Ya sudah, sekarang kamu minum dulu ya Nak." Ucap Lara sambil meminumkan airnya ke mulut Zahra.


"Terima kasih ya Bu." Ucap Zahra.


"Iya sayang. Oya apakah kamu mau pergi jalan jalan?" Tanya Lara kepada Zahra.

__ADS_1


"Tentu saja mau Bu. Tapi serius, Ibu mau ngajak Zahra jalan jalan Bu." Tanya Lara.


"Iya sayang, seriuslah. Ya sudah ayo kita berangkat sekarang." Ucap Lara.


"Baik Bu." Jawab Zahra.


Kemudian Lara dan Zahra pun, pergi meninggalkan kamar Zahra dan berjalan menuju keluar rumah.


"Kalian mau kemana?" Tanya Bu Ria, yang kini sedang berada di ballroom dan melihat Lara dan Zahra berjalan keluar.


"Kita mau jalan jalan dulu Bu. Ibu mau ikut jalan jalan juga Bu?" Ucap Lara.


"Tidak ah Nak, kalian saja yang pergi." Jawab Bu Ria.


"Baiklah kalau begitu, Lara permisi dulu ya Bu." Ucap Lara.


"Iya silahkan Nak. Ingat jangan lama lama ya jalannya." Ucap Bu Ria.


"Iya siap Omah." Jawab Zahra.


Kemudian Lara dan Zahra pun pergi meninggalkan Bu Ria dan berjalan memasuki mobil.


**jangan lupa tinggalkan jejak ya kak.


***sekalian mau promosiin karya punya teman saya nih. Yang cerita sangat bagus dan bikin kita baper. Yuk intip dan mampir ke karyanya.


Napen: isti shaburu


Karya: Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe


Niat hati membantu Veronica sang pelayanan cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri.


Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta kepada Veronica.


Bagaimana kisah cinta mereka?


Apakah mereka akan menikah secara resmi?


Natikan kisah gaje segaje-gajenya.


__ADS_1


__ADS_2